Menag Nasaruddin Umar: Agama Harus Jadi Kekuatan Pemersatu

MENTERI Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan agama sebagai kekuatan pemersatu, bukan alat perpecahan. Ia mengibaratkan agama seperti energi nuklir bermanfaat besar bila digunakan secara bijak, namun bisa menjadi penghancur bila disalahgunakan.

“Agama harus menjadi faktor sentripetal (pemersatu), bukan sentrifugal (pemecah),” ujar Menag dalam Silaturahmi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Serpong, Rabu (6/8).

Silaturahmi Nasional FKUB ini diikuti oleh 350 peserta dari FKUB seluruh Indonesia serta para Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi. Hadir pula sejumlah pejabat dari kementerian dan lembaga negara, seperti Irjen Pol. Ahmad Nur Wahid (perwakilan Menko PMK), Bahtiar Baharuddin (Kemendagri), serta Cecep Agus Supriyanta (Kemenko Polhukam).

Dari unsur tokoh agama, hadir perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), dan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin), bersama para pengurus FKUB dari pusat hingga daerah.

BACA JUGA  Menag Siapkan Sanksi Berat Travel Nekat Bawa Jemaah Berhaji dengan Visa non Haji

Dalam pidatonya, Menag menekankan bahwa kerukunan antarumat beragama tidak cukup dibangun secara formal atau legalistik, tetapi harus lahir dari kesadaran batiniah yang tulus.

“Sebanyak apa pun undang-undang kita buat, kalau hati tidak berkomunikasi, tidak bicara, maka tidak banyak artinya. Kerukunan bukan logika formal, tapi persoalan batiniah,” ujarnya.

Menag juga menyampaikan bahwa Kementerian Agama tengah mengembangkan pendekatan baru dalam membangun kerukunan, termasuk dengan mereformasi kurikulum pendidikan agama agar tidak menanamkan fanatisme dan eksklusivisme.

“Jika ada yang mengajarkan agama dengan menegaskan bahwa keyakinannya adalah satu-satunya kebenaran dan menimbulkan konflik, itu bukan mengajarkan agama—itu fanatisme,” tegasnya.

Ia juga mengajak agar rumah ibadah dijadikan sebagai “rumah kemanusiaan”, tempat yang menanamkan nilai-nilai universal dan menumbuhkan rasa saling menghargai sejak dini.

BACA JUGA  Grand Syekh Al Azhar Serukan Kerukunan Umat Beragama

“Rumah ibadah harus menjadi tempat semua orang belajar menjadi manusia. Karena kemanusiaan itu satu, tidak ada duanya,” ucapnya.

Kekuatan pemersatu, relasi keagamaan menjadi kekayaan

Lebih jauh, Menag mendorong perubahan paradigma dalam relasi keagamaan. Menurutnya, perbedaan tidak boleh lagi dianggap sebagai ancaman, melainkan kekayaan.

“Selama ini kita mengajarkan agama dari sudut negasi—siapa yang salah, siapa yang berbeda. Kita harus berubah. Manusia adalah bagian dari alam, bukan penguasa alam,” kata Nasaruddin.

Sebagai bentuk konkret, Kemenag tengah mengembangkan kurikulum berbasis cinta dan ekoteologi—konsep spiritualitas yang menyatu dengan pelestarian lingkungan.

“Agama hadir bukan hanya untuk memanusiakan manusia, tapi juga untuk merawat semesta. Tempat ibadah perlu disakralkan, tapi ruang publik juga harus diberi nuansa spiritual,” jelasnya.

BACA JUGA  Cegah Konflik, Kemenag Luncurkan Sistem Si-Rukun

Ia mengingatkan, spiritualitas tak akan tumbuh dalam lingkungan yang rusak. “Kalau manusia kehilangan rasa sakral terhadap alam, maka ia sulit menemukan keteduhan. Kita harus mulai melihat alam bukan sebagai objek, tapi sebagai subjek spiritual,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Menag mengajak bangsa Indonesia memulai babak baru dalam merawat harmoni, yakni melalui Trilogi Kerukunan Jilid Dua: kerukunan antara manusia, alam, dan Tuhan. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

260 Warga Kabupaten Bandung Terima Bantuan Becak Listrik dari Presiden 

SEBANYAK 260 warga Kabupaten Bandung Jawa Barat menerima bantuan becak listrik dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Bantuan tersebut diserahkan Bupati Bandung, Dadang Supriatna di Gedung Moh. Toha, Kompleks Pemerintah…

Berbagi di Hari Jadi, KAI Logistik Gelar Aksi Donor Darah

DALAM rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-17, KAI Logistik memaknai perjalanan perusahaan dengan berbagi dan memberikan manfaat bagi sesama. Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan donor darah yang diselenggarakan di Kantor…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polisi Terus Usut Dalang Aksi Demo Rusuh 27 Agustus

  • September 12, 2026
Polisi  Terus Usut Dalang Aksi Demo Rusuh 27 Agustus

Timnas Indonesia bakal Bertandang ke Yordania dalam Laga Uji Coba

  • September 12, 2026
Timnas Indonesia bakal Bertandang ke Yordania dalam Laga Uji Coba

Bali United Puncaki Klasemen, Borneo Curi Tiga Angka di Jepara

  • September 12, 2026
Bali United Puncaki Klasemen, Borneo Curi Tiga Angka di Jepara

Suhartoyo: Putusan MK Bersifat Final dan Self Excuting

  • September 12, 2026
Suhartoyo: Putusan MK Bersifat Final dan Self Excuting

Permak PSS Sleman, Madura United Masih di Tiga Besar Klasemen

  • September 12, 2026
Permak PSS Sleman, Madura United Masih di Tiga Besar Klasemen

Persija Akhirnya Sukses Bungkam Persib di SUGBK

  • September 12, 2026
Persija Akhirnya Sukses Bungkam Persib di SUGBK