
SEBANYAK 14 dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil masuk dalam daftar World’s Top 2 Percent Scientist 2025 yang dirilis Stanford University.
Ke-14 dosen tersebut berasal dari berbagai fakultas, di antaranya Prof. Dr. Abdul Rohman (Farmasi), Prof. Muh Aris Marfai (Geografi), Dr. Eng. Ganjar Alfian (Sekolah Vokasi), Apt. Eka Noviana (Farmasi), Prof. Kusmono (Teknik), Prof. Ahmad Maryudi (Kehutanan), Prof. Kuwat Triyana (MIPA), dan Prof. drg. Ika Dewi Ana (Kedokteran Gigi).
Selain itu, juga tercatat nama Prof. Edi Suharyadi (MIPA), Prof. dr. Adi Utarini (FK-KMK), Prof. Jumina (MIPA), Prof. Roto (MIPA), dr. Rina Triasih (FK-KMK), serta Prof. Wega Trisunaryanti (MIPA).
Prof. Ika Dewi Ana menyampaikan, risetnya berfokus pada pengembangan matriks ekstraseluler sintetis dan ajuvan biomedis untuk rekayasa jaringan serta terapi regeneratif. “Saya bersyukur bisa masuk daftar ini, dan tugas saya ke depan adalah terus mengembangkan riset serta membimbing generasi muda,” ujarnya, Sabtu (27/9).
Sementara itu, Prof. Adi Utarini menegaskan capaian ini merupakan hasil kerja tim. Ia dikenal dengan penelitian pengendalian dengue melalui introduksi nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia, yang terbukti menurunkan kasus dengue hingga 77% di Yogyakarta. “Pengakuan ini semoga memberi dampak nyata bagi kesehatan masyarakat,” katanya.
Prof. Wega Trisunaryanti menambahkan, risetnya berfokus pada katalis heterogen untuk konversi biomassa menjadi biofuel dan bahan kimia dasar. Ia telah mempublikasikan 161 dokumen dengan lebih dari 1.300 sitasi. “Bangga bisa mengharumkan nama UGM di kancah internasional,” ujarnya. (AGT/S-01)







