
UNIVERSITAS Pandanaran (Unpand) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) menggelar kegiatan “Pendampingan Penerapan Teknologi Tepat Guna bagi Pengrajin Bambu Gunungpati”, bekerja sama dengan Kelompok Pengrajin Bambu ARIMBI, Mangunsari, Gunungpati, Kota Semarang.
Kegiatan ini meliputi pelatihan penggunaan dan perawatan alat pembelah serta pemotong bambu, termasuk petunjuk keselamatan kerja. Tim PKM juga memberikan bantuan berupa mesin pembelah bambu bertenaga bensin dan alat pemotong bambu untuk mendukung proses produksi kelompok pengrajin.
Ketua PKM, Puji Basuki, menjelaskan program ini merupakan bagian dari hibah pengabdian skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang didanai Kemendikbudristek tahun anggaran 2025.
“Pelatihan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga meningkatkan keterampilan teknis pengrajin. Dengan adanya mesin, produksi bisa lebih cepat, efisien, dan menghasilkan kualitas yang lebih baik,” ujarnya, Sabtu (20/9).
Dalam sesi pelatihan, para pengrajin mendapat pembekalan terkait teknik penggunaan mesin, perawatan dasar, hingga praktik langsung pembelahan dan pemotongan bambu. Kehadiran alat baru ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi, sehingga produk bambu lebih kompetitif di pasaran.
Kegiatan ini juga menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mendukung pemberdayaan ekonomi lokal. Anggota kelompok ARIMBI menyambut positif program tersebut karena selain transfer pengetahuan, mereka juga mendapatkan bantuan alat sesuai kebutuhan.
Unpand menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan masyarakat, khususnya dalam mendukung penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. (Htm/S-01)









