Tiba-Tiba Menangis? Bisa Jadi Hypophrenia

PERNAHKAN Anda tiba-tiba merasa sedih atau menangis tanpa sebab yang jelas? Kondisi ini dikenal dengan istilah hypophrenia, yang bisa menjadi tanda adanya tekanan psikologis, kelelahan emosional, atau bahkan depresi.

Meski kerap dianggap sebagai respons emosional normal, hypophrenia yang terjadi berulang dan berkepanjangan patut diwaspadai. Kondisi ini bisa menandakan adanya masalah kesehatan mental yang lebih serius sehingga memerlukan konsultasi dengan tenaga profesional.

Apa itu Hypophrenia?
Hypophrenia adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesedihan atau tangisan mendadak tanpa pemicu yang jelas. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yakni hypo (berarti “kurang”) dan phrenia (pikiran/akal).

Penyebab 
Meskipun tidak selalu ada penyebab tunggal, penyakit ini dapat muncul karena beberapa faktor, antara lain:

  • Stres dan kelelahan emosional: Tekanan hidup yang menumpuk bisa memicu tangisan spontan.
  • Depresi: Hypophrenia kerap menjadi salah satu gejala depresi.
  • Masalah psikologis lain: Tangisan tanpa sebab dapat menunjukkan adanya luka batin atau persoalan emosional yang belum terselesaikan.
BACA JUGA  Baby Blues Bisa Dicegah Dengan Yoga atau Jalan Kaki Cepat

Kapan Harus Mencari Pertolongan?
Apabila gejala  berlangsung terus-menerus hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, penting untuk segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dukungan profesional membantu memahami kondisi ini sekaligus memberikan penanganan yang tepat.

Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Jika sering mengalami kesedihan atau tangisan tanpa alasan, jangan ragu untuk mencari bantuan.  Jaga kesehatan jiwa dan bicarakan masalahmu. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Gelar Festival, Unisa Utamakan Konsep Ramah Lingkungan

UNIVERSITAS ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta akan menggelar Unisa Fest yang mengedepankan konsep ramah lingkungan atau eco-green. Kegiatan yang akan berlangsung pada Jumat (9/10) dan Sabtu (10/10) ini akan diselenggarakan di kampus…

Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

MULAI hari ini, pengunjung Candi Borobudur bisa memilih untuk menetralkan emisi karbon dari perjalanannya, cukup dengan satu pilihan tambahan saat membeli tiket masuk. Pilihan itu dihadirkan melalui Inisiatif Strategis Dekarbonisasi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

MK Putuskan tidak Terima Gugatan Ijazah Gibran

  • October 6, 2026
MK Putuskan tidak Terima Gugatan Ijazah Gibran

UI Jadi Kampus Terbaik Indonesia versi QS WUR

  • October 6, 2026
UI Jadi Kampus Terbaik Indonesia versi QS WUR

Serah Terima Pataka Tandai Pergantian Kapolda Jateng

  • October 6, 2026
Serah Terima Pataka Tandai Pergantian Kapolda Jateng

Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ranking Timnas Indonesia Naik Satu Tingkat

  • October 6, 2026
Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ranking Timnas Indonesia Naik Satu Tingkat

Peternak Ayam Ketawa Diimbau Mewaspadai Risiko Inbreeding

  • October 6, 2026
Peternak Ayam Ketawa Diimbau Mewaspadai Risiko Inbreeding

Gelar Festival, Unisa Utamakan Konsep Ramah Lingkungan

  • October 6, 2026
Gelar Festival, Unisa Utamakan Konsep Ramah Lingkungan