
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat mengumumkan kabar gembira lahirnya seekor banteng Jawa (Bos javanicus javanicus) di Pusat Reintroduksi Banteng Jawa Pangandaran, Cagar Alam Pananjung, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Bayi banteng berjenis kelamin betina itu lahir pada Kamis (7/8) pukul 18.13 WIB dari induk bernama Bindi, salah satu dari empat banteng Jawa yang dilepasliarkan pada 11 Desember 2024 bersamaan dengan peresmian pusat reintroduksi. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memberi nama Haruni. Ini menjadi kelahiran kedua di pusat tersebut, setelah kelahiran pertama pada 27 Juli 2025.
Pusat reintroduksi yang berdiri di lahan seluas 5 hektare ini menerapkan konsep pengembangbiakan semi alami dengan dua pasang banteng Jawa. Indukannya berasal dari tiga lembaga konservasi: Taman Safari Indonesia Bogor (Uchi), Taman Safari Indonesia Prigen (Bindi), serta Taman Safari Indonesia Gianyar Bali (Bejo dan Senta).
Program reintroduksi bertujuan memperkuat populasi banteng Jawa di kawasan Pananjung Pangandaran. Pemantauan dilakukan oleh sembilan petugas lapangan, mulai dari pemberian pakan, nutrisi tambahan, pemeriksaan kesehatan, hingga perawatan padang gembala dan pagar.
Kolaborasi ini melibatkan Kementerian Kehutanan melalui BBKSDA Jawa Barat, Taman Safari Indonesia, PT Star Energy Geothermal Darajat II Limited, Pemerintah Kabupaten Pangandaran, dan masyarakat.
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Satyawan Pudyatmoko mengapresiasi keberhasilan ini. “Kelahiran Haruni menjadi hadiah Hari Konservasi Alam Nasional yang kita peringati setiap 10 Agustus, sekaligus harapan baru bagi pelestarian banteng tersebut. Pangandaran terbukti menjadi habitat yang cocok dan ramah,” ujarnya. (*/S-01)







