
POLA hidup masyarakat modern yang minim aktivitas fisik serta tingginya konsumsi makanan berkalori tinggi berkontribusi terhadap risiko penyakit kardiovaskular, stroke, dan diabetes melitus.
Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, permintaan terhadap produk pangan fungsional, termasuk produk susu probiotik mengalami lonjakan signifikan.
Pangan fungsional diyakini dapat membantu mengurangi prevalensi sindroma metabolik seperti obesitas, hiperlipidemia, dan hiperglikemia.
Merespons hal tersebut, tim dari Laboratorium Teknologi Susu & Telur, Departemen Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), di bawah pimpinan Prof. Widodo, Ph.D, mengembangkan produk pangan fungsional berbasis susu.
“Pangan fungsional adalah produk pangan yang mengandung senyawa bioaktif atau mikroba menguntungkan dalam jumlah mencukupi, sehingga mampu memberikan manfaat kesehatan selain sebagai sumber nutrisi,” jelas Prof. Widodo dalam keterangannya, Selasa (5/8).
Tim peneliti terdiri dari Prof. Dr. Ir. Nurliyani, M.S., Endang Wahyuni, S.Pt., M.Biotech., dan Satyaguna Rakhmatulloh, S.Pt., M.Sc. Salah satu probiotik unggulan yang dikembangkan adalah Lactobacillus casei strain AP, bakteri baik yang diisolasi dari sistem pencernaan bayi yang mengonsumsi ASI.
Susu probiotik untuk kesehatan
Produk susu fermentasi dengan probiotik L. casei strain AP telah melalui uji pra-klinis pada tikus diabetik dan uji klinis pada individu obesitas. Hasilnya menunjukkan penurunan kadar kolesterol darah yang signifikan. Produk ini kemudian diberi nama Lowkol, singkatan dari low cholesterol.
Untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan dan mencegah diabetes tipe 2, tim juga mengembangkan probiotik Pediococcus acidilactici strain BE, yang juga berasal dari sistem pencernaan bayi Indonesia yang mengonsumsi ASI.
“Probiotik Pediococcus acidilactici strain BE terbukti dalam uji pra-klinis mampu menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki fungsi sel beta pankreas pada tikus diabetik,” lanjut Widodo.
Produk susu probiotik hasil fermentasi dengan strain ini diberi nama Lowcose, akronim dari lower blood glucose. Kedua produk, Lowkol dan Lowcose, telah mengantongi sertifikat halal dan tengah dalam proses pendaftaran merek dagang. (*/S-01)







