Sekolah Rakyat Upaya Pemerintah Menuju Indonesia Emas 2045

KEMENTERIAN Sosial terus melakukan langkah progresif dalam membangun fondasi pendidikan yang inklusif dan transformatif. Melalui program Sekolah Rakyat, Kemensos menyelenggarakan kegiatan Retreat Kepala Sekolah Rakyat guna membekali mereka wawasan dan teknologi terkini dalam pengembangan potensi peserta didik.

Dalam kegiatan itu, Ary Ginanjar Agustian, Pendiri ESQ Corp turut memberikan pembekalan tentang pentingnya manajemen talenta berbasis Artificial Intelligence (AI). Menurut Ary, pendekatan pendidikan di Indonesia harus bergeser dari sekadar pengukuran IQ dan nilai akademis, menuju pemahaman mendalam terhadap potensi unik setiap anak.

“Selama ini kita hanya mengukur IQ-nya berapa, sekolahnya bagaimana. Tapi dengan pendekatan ini, kita bisa menemukan siapa saja yang jenius di bidang apa,” ujar Ary Ginanjar dalam keterangannya, Jumat (04/07/2025).

BACA JUGA  Bandung Usulkan 500 Peserta Sekolah Rakyat, Lahan Terkendala

Beri apresiasi

Ary Ginanjar, juga turut memberikan apresiasi mendalam atas lahirnya Sekolah Rakyat, yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang diimplementasikan oleh Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf, dan tokoh pendidikan nasional Prof. Moh. Nuh sebagai Ketua Tim Formatur.

“Saya mengapresiasi dan mendukung penuh misi mulia Bapak Presiden Prabowo Subianto, Bapak Mensos Saifullah Yusuf, dan Prof. Nuh untuk mensukseskan Sekolah Rakyat bagi kaum tidak mampu agar mereka bisa terangkat derajat ekonomi, mental dan karakternya serta daya saingnya,” ungkap Ary Ginanjar.

Sebelumnya, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf memastikan pembelajaran Sekolah Rakyat di 100 titik pertama akan dimulai pada 14 Juli 2025. Untuk mendukung pembelajaran, ia mengatakan Sekolah Rakyat akan dilengkapi berbagai instrumen yang diperlukan.

BACA JUGA  75 Siswa Kurang Mampu di Garut Ikuti Sekolah Rakyat

“Hari ini Pak Nuh mengajak sahabatnya pak Ary Ginanjar bertemu dengan kita untuk juga mendiskusikan tentang beberapa hal,” ucap Saifullah.

Manajemen talenta

Ia mengatakan, Kemensos menggunakan aplikasi Manajemen Talenta untuk memetakan siswa Sekolah Rakyat. Adapun Manajemen Talenta memetakan siswa berdasarkan potensi dan gaya belajar, karier dan jurusan, interaksi social, ekstrakurikuler, dukungan emosional, dan roadmap pembangunan.

“Hari ini kita diskusi, dan alhamdulillah banyak sekali dari berbagai kalangan memberikan masukan,” jelas dia.

Untuk itu, kata Ary Ginanjar para kepala sekolah dan guru Sekolah Rakyat dibekali dengan pemahaman dan keterampilan dalam menggunakan Talent DNA, sebuah tools berbasis kecerdasan buatan yang dapat memetakan gaya belajar, potensi alami, kecenderungan karier, hingga kebutuhan dukungan emosional tiap anak.

BACA JUGA  UNS Rekomendasikan Konsep Pendidikan Sekolah Rakyat

Penerapan pemetaan

“Sejatinya, setiap anak itu jenius. Tugas kita sebagai pendidik adalah menemukannya dan menumbuhkannya. Langkah ini adalah bagian dari ikhtiar besar menuju Indonesia Emas 2045. Dimulai dari Sekolah Rakyat, untuk melahirkan generasi emas yang akan memimpin negeri ini di masa depan,” kata Ary Ginanjar.

Sementara itu, Prof. Dr. Mohammad Nuh, Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat dan mantan Menteri Pendidikan Nasional RI mendukung penuh penerapan pemetaan talenta di Sekolah Rakyat. Menurut Prof. Nuh, pendekatan ini adalah revolusi dalam pendidikan sosial. (*/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

REKTOR UPN Veteran Yogyakarta Prof. Dr. Muhammad Irhas Effendi, M.Si berpesan kepada para wisudawan agar tidak hanya mengukur keberhasilan dari seberapa tinggi posisi yang berhasil dicapai, tetapi juga dari seberapa…

Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

INSTITUT Teknologi Bandung (ITB) berduka atas wafatnya Prof. Widagdo, Dipl.Inn.Arch., Guru Besar Emeritus Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB dan salah seorang tokoh penting dalam perkembangan pendidikan desain interior…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

  • September 27, 2026
Polresta Sleman Selidiki Kasus Pembuangan Bayi

Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

  • September 27, 2026
Muzani Tegaskan UUD 1945 tak Bisa Diubah Secara Gegabah

Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

  • September 27, 2026
Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

  • September 27, 2026
Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

  • September 27, 2026
Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit

  • September 27, 2026
Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit