Mahasiswa KKN UNY Inovasi Nugget Ayam Daun Kelor

MAHASISWA Universitas Negeri Yogyakarta yang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN)  di Tlogolelo, Hargomulyo, Kokap, Kulon Progo ajak warga membuat nugget ayam daun kelor.

Menu yang dibuat banyak disukai anak-anak hingga dewasa. Bahkan, olahan ini dapat dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

Sebanyak 10 mahasiswa KKN UNY ini mengajak masyarakat memanfaatkan potensi sumber pangan di sekitarnya berupa daun kelor yang banyak tumbuh di halaman rumah warga.

Potensi besar daun kelor yang kaya akan nutrisi namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Dengan mengolahnya menjadi nugget ayam, mereka berharap dapat menghadirkan makanan sehat yang juga memiliki nilai jual tinggi.

“Kami ingin memberikan alternatif makanan bergizi bagi masyarakat, terutama anak-anak,” kata Ketua KKN M. Ghozy Al Qushoyyi, Senin (3/3).

BACA JUGA  Mahasiswa UNY Angkat Falsafah Jawa Tutur, Uwur, Sembur

Menurutnya daun kelor mengandung banyak vitamin dan mineral. Sedangkan ayam sebagai sumber protein utama dapat menjadikannya pilihan yang sehat dan lezat.

Proses pembuatan nugget ini cukup sederhana. Cara membuatnya juga gampang. Orang tua bisa membuat nugget ayam daun kelor di rumah.

Ayam yang sudah diblender ditambahkan air, telur kemudian diblender halus.

Kemudian campurkan dengan bumbu seperti lada, garam, bawang bombay, bawang putih yang sudah dihaluskan.

Kemudian daung kelor, parutan wortel, tepung terigu dan tapioka dicampurkan.Jadilah nugget daun kelor yang siap untuk dikukus.

Setelah matang, didinginkan, Nugget bisa dipotong sesuai selera dan siap digoreng dengan terlebih dahulu dicelupkan ke telur yang sudah dikocok.

BACA JUGA  SmartCleaner UNY Pembersih Kandang Tenaga Surya

Selain mengajarkan nugget, mahasiswa KKN juga mengadakan pelatihan bagi warga agar mereka bisa membuatnya sendiri.

Pelatihan ini mencakup cara memilih bahan yang berkualitas hingga teknik pengolahan.

“Diharapkan, inovasi ini bisa berlanjut setelah program KKN selesai dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” harap M. Ghozy Al Qushoyyi. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Potensi Ikan Gabus Menjadi Superfood

IKAN gabus atau yang oleh masyarakat Jawa dikenal sebagai Kutuk, dikenal memiliki kandunggan albumin serta protein lainnya. Kekayaan nutrisi pada ikan gabus berhasil menguatkan posisinya sebagai potensi superfood yang kaya…

Wamen Ekraf Dorong Inovasi Jamu Agar Masuk Pasar Global

WAKIL Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar menegaskan bahwa jamu bagian dari identitas Indonesia. Sebagai produk kreatif, jamu kata dia, perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bupati Taput Sambut kedatangan Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Bandara Silangit

  • June 8, 2026
Bupati Taput Sambut kedatangan Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Bandara Silangit

Potensi Ikan Gabus Menjadi Superfood

  • June 8, 2026
Potensi Ikan Gabus  Menjadi Superfood

SAR Gabungan Sukses Selamatkan Warga Tercebur Sumur di Sleman

  • June 8, 2026
SAR Gabungan Sukses Selamatkan Warga Tercebur Sumur di Sleman

Kalah dari Kazakstan, Tim Voli Putri Indonesia segera Evaluasi

  • June 8, 2026
Kalah dari Kazakstan, Tim Voli Putri Indonesia segera Evaluasi

Bungkam Vietnam, Indonesia Segel Tiket ke Semifinal

  • June 7, 2026
Bungkam Vietnam, Indonesia Segel Tiket ke Semifinal

Diduga Cabuli Santrinya, Pengasuh Ponpes di Tengah Ilir Tebo Ditangkap Polisi

  • June 7, 2026
Diduga Cabuli Santrinya, Pengasuh Ponpes di Tengah Ilir Tebo Ditangkap Polisi