
MENTERI Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara melakukan takziah ke makam dan rumah duka almarhum Abdul Rohid, di kawasan Perum Griya Safinah, RT 07 RW 03 Desa Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo, Selasa (11/11). Almarhum Abdul Rohid adalah salah satu anggota Tim Ekspedisi Patriot yang gugur dalam tugas di Kawasan Bahari Tomini Raya, Sulawesi Tengah.
Mentrans langsung menuju makam almarhum yang hanya berjarak ratusan meter dari rumah duka. Mentrans menyalami keluarga almarhum, terdiri dari orang tua Abdul Gofur dan Jumaika, Abdul Basid (kakak), dan Aprilia Nur Intan Saputri (adik).
“Dengan rasa duka cita yang mendalam, saya atas nama pribadi, seluruh jajaran Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, serta atas nama Presiden Prabowo Subianto, menyampaikan belasungkawa yang tulus atas berpulangnya Saudara Abdul Rohid, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan anggota Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 11 Kawasan Bahari Tomini Raya, pada Senin, 10 November 2025,” kata Mentrans M Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam sambutannya.
Patriot transmigrasi

Almarhum Abdul Rohid, kata Mentrans, adalah salah satu patriot transmigrasi terbaik. Dia seorang muda yang memilih jalan pengabdian di atas kenyamanan pribadi.
“Seyogianya, almarhum diwisuda pada September lalu. Namun ia memilih menunda wisuda, demi bergabung dengan Tim Ekspedisi Patriot dan mengabdi di garis depan pembangunan Indonesia,” kata Mentrans.
Mentrans mengaku telah menerima laporan dari ITS bahwa almarhum adalah mahasiswa berprestasi dan unggul dalam akademik. Almarhum juga aktif dalam organisasi, dan dikenal sebagai pribadi yang cerdas, disiplin, serta berjiwa sosial tinggi.
Dengan semangat, kecerdasan, dan ketulusan hatinya, almarhum turut berkontribusi nyata dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi Indonesia.
Jadi teladan
Pengabdian Abdul Rohid, kata Mentrans, bukan hanya menjadi kebanggaan bagi rekan-rekan Tim Ekspedisi Patriot, dan keluarga besar Kementrans. Melainkan juga menjadi teladan bagi generasi muda Indonesia bahwa membangun negeri bisa dimulai dari garis depan Indonesia.
“Kepada Bapak Abdul Gofur dan Ibu Jumaika yang kami hormati, serta Mas Abdul Basid dan Mbak Aprilia Nur Intan Saputri, kakak dan adik almarhum, kami sepenuhnya memahami bahwa tidak ada kata yang dapat menghapus rasa kehilangan seorang anak dan saudara tercinta. Namun ketahuilah bahwa doa, air mata, dan penghormatan dari seluruh Patriot Transmigrasi di penjuru Nusantara menyertai almarhum,” kata Mentrans.
Mentrans mendoakan, semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan pengabdian, melapangkan jalan, serta menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya. Sementara kepada keluarga besar almarhum, semoga Allah SWT menganugerahkan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi ujian ini.
“Pengabdian dan keteladanan almarhum akan senantiasa kami kenang sebagai bagian dari jejak kehormatan para Patriot Transmigrasi Indonesia,” kata Mentrans.
Beasiswa Bidikmisi
Mentrans menambahkan, sebelum wafat, almarhum sempat menyampaikan dua pesan kepada keluarga. Pertama, agar adik bungsu Aprilia Nur Intan Saputri, dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi seperti dirinya. Kedua, almarhum ingin membelikan baju batik untuk ayah, ibu, dan saudara-saudaranya sebagai tanda kebanggaan di hari wisudanya yang dijadwalkan pada Maret 2026.
“Untuk menghormati wasiat tersebut, atas nama Pemerintah dan Negara, saya bertanggung jawab penuh untuk mewujudkannya,” kata Mentrans.
Pertama, Kementerian Transmigrasi akan memberikan beasiswa pendidikan penuh kepada Aprilia Nur Intan Saputri hingga lulus dari SMK. Selain itu juga memastikan pendampingan agar adik almarhum ini bisa memperoleh beasiswa Bidikmisi atau sejenisnya, sehingga kelak bisa menyelesaikan pendidikan hingga jenjang sarjana.
Kedua, Kementerian Transmigrasi akan menyiapkan pakaian batik terbaik bagi ayah, ibu, dan saudara kandung almarhum untuk dikenakan pada wisuda Maret 2026 nanti sebagai simbol kasih, kebanggaan, dan pemenuhan amanah seorang anak.
“”Selain itu, saya juga menyampaikan pesan duka mendalam dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Bapak Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),” kata Mentrans.
Permohonan maaf
Menurut Mentrans, AHY menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung akibat agenda pemerintahan yang tidak dapat ditinggalkan. Selain santunan dari Kementerian Transmigrasi, Menko AHY juga menitipkan santunan pribadi bagi keluarga almarhum.
Seusai kegiatan takziah di makam, rombongan Mentrans menuju ke rumah duka. Di rumah duka tersebut Mentrans menyerahkan santunan termasuk santunan pribadi dari AHY.
Kegiatan takziah di makam dan rumah duka juga diikuti perwakilan petinggi kampus ITS Surabaya. Diantaranya Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS Prof Nurul Widiastuti, dan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sarana Prasarana ITS Dr Machsus. (OTW/N-01)










