70% Wilayah Indonesia Disebut Terdampak El Nino

PAKAR Teknik Geofisika Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta Dr. Ir. Suharsono, M.T., mengingatkan fenomena El Nino tahun ini patut menjadi perhatian masyarakat.

Pasalnya hal itu memengaruhi kondisi cuaca dan meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia.

Menurut dia, diperkiraan sekitar 70% wilayah Indonesia akan terdampak atau lebih luas dibandingkan dampak El Nino pada 2023 lalu, sekitar 63% di wilayah Indonesia.

Dia menjelaskan fenomena El Nino berkaitan dengan kenaikan suhu permukaan air laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga di bagian timur, namun dapat berdampak pada suhu secara global. Perubahan suhu tersebut, berpengaruh pada kondisi di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

“Di kawasan Amerika Latin seperti Peru justru akan muncul hujan di atas rata-rata normal. Sedangkan, di bagian timur, seperti Indonesia pengaruhnya adalah musim kering dan berkurangnya curah hujan.” jelas Dr. Suharsono di  Yogyakarta, Senin.

BACA JUGA  2.995 Peserta Ikuti UTBK di UPN Veteran Yogyakarta

Hingga kuartal pertama

Berdasarkan analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lanjutnya, fenomena El Nino tahun ini diprediksi mencapai intensitas kuat, serta berlangsung hingga kuartal pertama 2027.

Dr. Suharsono memperkirakan dampak El Nino tidak akan dirasakan secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Beberapa wilayah di utara garis ekuator berpeluang tetap mengalami curah hujan, meskipun berada di bawah rata-rata.

“Sedangkan wilayah di selatan garis ekuator, seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, diprediksi berpotensi mengalami dampak lebih kering,” paparnya.

Oleh sebab itu, Dr. Suharsono mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa perlu merasa khawatir secara berlebihan.

Jangan bakar sampah

Sejumlah langkah antisipatif dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif El Nino. Pertama, masyarakat diimbau menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah.

BACA JUGA  Waspada El Nino, Pemkab Tasikmalaya dan BI Perkuat Pengendalian inflasi

Pasalnya, kondisi cuaca yang panas dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.  Kedua, melakukan efisiensi penggunaan air.

Secara regional, peta hidrogeologi  di wilayah Yogyakarta menunjukkan penyebaran dan kelimpahan akifer air tanah yang beragam, wilayah utara Yogyakarta seperti Sleman memiliki pasokan air yang besar, namun di wilayah yang lain kelimpahan air lebih kecil bahkan ada yang kurang seperti daerah Gunungkidul sebagai 1 kawasan Karst.

Dalam menghadapi El Nino 2026 ini perlu distribusi dan subsidi air dari wilayah yang berlimpah ke wilayah yang kurang.

“Daerah yang masih memiliki pasokan air berlebih, seperti Sleman, dapat berbagi dengan daerah yang kekurangan air, seperti Gunungkidul. Dengan demikian, kita dapat berbagi sekaligus memanfaatkan air secara efisien,” imbuhnya.

Jaga kesehatan

Ketiga, menjaga kesehatan dengan menggunakan masker untuk mengantisipasi potensi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada anak-anak. Selain itu, masyarakat diimbau untuk mengkonsumsi air putih yang cukup guna mencegah dehidrasi akibat cuaca panas.

BACA JUGA  Penderita Kusta di Indonesia Bertambah 15 Juta saban Tahun

Secara umum, Dr. Suharsono mengimbau masyarakat untuk tidak menyikapi fenomena El Nino dengan kekhawatiran yang berlebihan lantaran fenomena ini merupakan siklus yang berulang.

Masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan normal, namun perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi dampak yang ditimbulkan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Kita dapat menghadapi setiap perubahan atau gangguan alam dengan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa, disertai kewaspadaan terhadap potensi dampaknya,” pesannya. (AGT/M-01)

Related Posts

Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

HINGGA saat ini masih banyak terjadi kekerasan di lingkungan kampus, baik yang dilaporkan maupun tidak dilaporkan. Untuk mewujudkan lingkungan akademik yang aman dan inklusif tidak hanya membutuhkan kebijakan, tetapi juga…

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

GELARAN Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 di Kota Semarang,  Jawa Tengah  tak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mesin penggerak ekonomi. Melalui Pameran Serambi Nusantara yang diikuti…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

  • September 15, 2026
Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

  • September 14, 2026
Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

  • September 14, 2026
Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

Pemkot Bandung Lakukan Pengawasan Khusus pada Tiga SPPG

  • September 14, 2026
Pemkot Bandung Lakukan Pengawasan Khusus pada Tiga SPPG

Polri dan Jurnalis Gelar Doa Bersama untuk Korban Kapal Virgo dan 5 Wartawan Hilang

  • September 14, 2026
Polri dan Jurnalis Gelar Doa Bersama untuk Korban Kapal Virgo dan 5 Wartawan Hilang

Presiden Resmi Melantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

  • September 14, 2026
Presiden Resmi Melantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya