
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, memasok air bersih untuk 8.801 Kepala Keluarga (KK) atau 29.156 jiwa terdampak krisis air bersih. Krisis air di Tasikmalaya saat ini meluas akibat kemarau.
Sementara itu, belum ada program penyediaan air minum berbasis masyarakat (Pamsimas).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, Budi Martanova mengatakan, krisis air bersih gratis di wilayahnya makin meluas dan terparah 24 Kelurahan tersebar di 8 Kecamatan.
“Petugas BPBD berupa pasok air bersih ke berbagai pelosok dilakukan secara gratis setelah menetapkan siaga darurat bencana hingga September. Kemarau yang terjadi membuat air menyusut,” ujar Budi, Kamis (20/8/2026).
Ringankan beban warga
Menurut Budi, siaga darurat bencana yang ditetapkan hingga September 2026, BPBD, Komisi 3 DPR RI Fraksi NasDem dapil XI Jabar, Lola Nelria Oktavia, Dolar Plastik, Paguyuban Tionghoa, Asia Plaza, BBWS, DPD, Baznas, PMI, komunitas NMAX, DT, Persis, KAMMI, PLN, IKDI, Gessit, IKDI terus berupaya memasok air mencapai 490.000 liter. Pengiriman air bersih dilakukan petugas untuk meringankan beban warga.
“Bencana el nino yang terjadi membuat banyak warga di pelosok perkampungan sudah semakin parah terjadi di Kecamatan Mangkubumi, Purbaratu, Kawalu, Cipedes, Tamansari, Cibeureum, Indihiang dan Bungursari. Pengambilan air bersumber dari PT Dolar meski bencana El Nino tahun ini semakin parah termasuk lahan pertanian seluas 1.850 hektare gagal tanam, puso dan sulit mengolah lahan,” katanya.
Belum ada realisasi
Sementara itu, Yoyo, warga Tamansari mengatakan, krisis air bersih yang terjadi di berbagai daerah sangat berdampak bagi masyarakat, terutama program penyediaan air minum, sanitasi berbasis masyarakat belum jalan. Namun, program tersebut paling banyak dibutuhan warga di perkampungan.
“Kami sudah beberapa kali mengusulkan kepada sejumlah anggota DPRD berada di daerah pemilihan (Dapil), DPRD Provinsi Jabar belum ada realisasi termasuk Dinas PUPR Kota Tasikmalaya. Kekeringan yang terjadi, air bersih makin sulit dan semuanya hanya mengandalkan bantuan BPBD meski yang sangat merespon hanya anggota DPR RI dapil XI Jabar, Lola Nelria Oktavia,” pungkasnya. (Yey/N-01)






