Gus Kikin Resmi Jadi Ketua Umum PBNU, KH Miftachul Akhyar Rais Aam

MUKTAMAR ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi memilih KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menjadi Ketum PBNU 2026-2031 dan KH Miftachul Akhyar kembali menjabat Rais Aam.

Penetapan itu melalui musyawarah majelis Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin. Nama Gus Kikin mendapatkan persetujuan dari Rais Aam terpilih.

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, itu ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.

“Secara mufakat memutuskan untuk memilih K.H. Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2026-2031,” kata salah satu kiai tim AHWA, K.H. Anwar Iskandar di Jombang.

BACA JUGA  Rais Aam PBNU Batalkan SK dan Rotasi Gus Yahya

Suara terbanyak

Sebelum ditetapkan melalui mekanisme AHWA, Gus Kikin memperoleh dukungan terbanyak dalam penjaringan bakal calon Ketua Umum PBNU dengan 472 suara dari unsur Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU).

Lima nama yang masuk dalam daftar calon yang memenuhi syarat pada tahapan penjaringan tersebut selain Gus Kikin adalah K.H. Zulfa Mustofa, K.H. Abdussalam Sochib, K.H. Yahya Cholil Staquf, dan K.H. Abdul Ghaffar Rozin.

Gus Kikin yang juga Ketua PWNU Jawa Timur sebelumnya juga telah menyatakan bahwa pencalonannya sebagai Ketua Umum PBNU merupakan mandat dari struktur NU di Jawa Timur.

Ia juga mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk kembali merapatkan barisan dan menjaga kebersamaan setelah rangkaian dinamika yang terjadi selama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

BACA JUGA  Rais Aam PBNU Batalkan SK dan Rotasi Gus Yahya

Bukan organisasi politik

Ia juga menegaskan bahwa NU merupakan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, bukan organisasi untuk berpolitik. Menurut dia, NU memiliki pijakan keagamaan dan organisasi sebagai kompas dalam menjalankan roda organisasi.

“NU itu bukan untuk berpolitik. NU itu adalah organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan,” kata Gus Kikin.

Ia mengatakan NU memiliki pijakan dan pedoman organisasi yang menjadi kompas dalam menjalankan roda organisasi, sehingga NU tidak boleh menjadi alat kepentingan politik tertentu.

Menurut Gus Kikin, hubungan NU dengan politik merupakan dua hal yang berbeda. Sementara dalam hubungan dengan pemerintah, NU akan tetap memberikan dukungan sesuai dengan kewajiban umat Islam.

Inklusif dan terbuka

Ia menegaskan NU sejak awal didirikan sebagai organisasi yang inklusif dan terbuka. Karena itu, seluruh elemen dan potensi yang ada di lingkungan NU akan diupayakan untuk tetap terwadahi dalam kepengurusan mendatang.

BACA JUGA  Rais Aam PBNU Batalkan SK dan Rotasi Gus Yahya

“Semua potensi yang ada di NU itu akan kita wadahi. Karena itu memang potensi-potensi yang ada itu harus kita wadahi,” katanya.

Gus Kikin mengatakan penyusunan kepengurusan PBNU menjadi pekerjaan awal setelah dirinya terpilih. Proses tersebut ditargetkan maksimal berlangsung satu bulan. (*/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

KPK Sita Uang Rp5,47 Miliar, Emas, Kripto dari OTT BNPB

PELAKSANA Tugas (Plt) Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Achmad Taufik Husein mengungkapkan pihaknya menyita barang bukti uang tunai senilai Rp5,4 miliar, emas, dan kripto dari operasi tangkap tangan (OTT)…

Presiden Prabowo Lantik Enam Jenderal Jadi Pembantunya

PRESIDEN Prabowo Subianto kembali merombak jajaran pembantunya. Kali ini, Presiden melantik total sembilan pejabat negara di Istana Negara pada Kamis (15/10) sore. Dari sembilan pejabat tersebut, enam di antaranya merupakan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Java United Petik Kemenangan Kedua, Madura United Ditahan Bhayangkara

  • October 16, 2026
Java United Petik Kemenangan Kedua, Madura United Ditahan Bhayangkara

Pertamina Apresiasi Upaya Polda Jateng Amankan Stok BBM

  • October 16, 2026
Pertamina Apresiasi Upaya Polda Jateng Amankan Stok BBM

KPK Sita Uang Rp5,47 Miliar, Emas, Kripto dari OTT BNPB

  • October 16, 2026
KPK Sita Uang Rp5,47 Miliar, Emas, Kripto dari OTT BNPB

Presiden Prabowo Lantik Enam Jenderal Jadi Pembantunya

  • October 16, 2026
Presiden Prabowo Lantik Enam Jenderal Jadi Pembantunya

Tidak lagi Jabat Danlanud Adisutjipto, Marsma TNI Ginanto Pamit ke Sultan

  • October 16, 2026
Tidak lagi Jabat Danlanud Adisutjipto, Marsma TNI Ginanto Pamit ke Sultan

Dua ASN yang Gugur dalam Pemadaman Karhutla Bromo, BKN Berikan Penghargaan Setinggi-tingginya

  • October 16, 2026
Dua ASN yang Gugur dalam Pemadaman Karhutla Bromo, BKN Berikan Penghargaan Setinggi-tingginya