
POLDA Metro Jaya sudah menangkap sejumlah pelaku kerusuhan saat aksi demonstrasi di depan gedung DPR/PRD Jakarta, pada Kamis (27/8) lalu. Namun polisi masih melihat ada yang aneh dalam kerusuhan itu.
Sebab mereka yang melakukan itu bukanlah mereka yang menyampaikan aspirasi. Itu sebabnya Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mendalami dugaan adanya aktor intelektual, penyedia dana, dalang penggerak massa.
“Kami sedang melakukan pendalaman terhadap aktor intelektual, melakukan pendalaman terhadap dugaan penyedia dana, maupun para penggerak massa perusuh,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Iman Imanuddin di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (2/9).
Ia menyebut, kegiatan penyampaian pendapat pada dasarnya telah selesai dilakukan sebelum kelompok yang kemudian melakukan tindakan anarkis muncul.
“Kami luruskan juga rekan-rekan sekalian bahwa yang terjadi kerusuhan itu adalah bukan pengunjuk rasa. Secara tiba-tiba hadir kelompok orang yang tidak dikenal, bukan membawa aspirasi, tapi langsung melakukan perusakan,” ucap Iman.
Polda tindakan tertentu

Berdasarkan hasil pendalaman sementara, kepolisian menduga kelompok tersebut merupakan rombongan atau kelompok perusuh yang memiliki pola tindakan tertentu.
Meskipun kelompok itu terlihat terbagi dalam beberapa bagian, polisi menduga terdapat mobilisasi massa yang dilakukan secara terorganisir.
Dia memastikan, penyidik terus mengumpulkan petunjuk dan barang bukti untuk memastikan keterlibatan semua pihak dalam kerusuhan tersebut. (*/M-01)






