John Herdman hingga Maarten Paes Acungi Jempol, Skuad Garuda Unjuk Jiwa Petarung di FIFA ASEAN Cup 2026

Kepala pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan apresiasi tinggi atas daya juang anak asuhnya. Skuad Garuda bermain imbang melawan Malaysia dengan skor 0-0 pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.

Tampil di hadapan 50 ribu lebih suporter da FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Indonesia harus bertarung dengan sepuluh pemain sejak menit ke-37 seusai Thom Haye mendapat kartu merah langsung.

Kendati kalah jumlah pemain, barisan pertahanan Garuda menunjukkan kekokohan tembok pertahanan kelas dunia. Penjaga gawang Maarten Paes tampil sebagai pahlawan lewat rentetan penyelamatan gemilangnya.

Melihat secara positif

Menanggapi kartu merah Thom Haye, Herdman memilih melihatnya dari kacamata positif. Menurutnya, dinamika pengadil lapangan merupakan bagian tak terpisahkan dari pengalamannya selama 25 tahun berkarier di sepak bola.

Keluarnya Haye justru menjadi wadah pembuktian bahwa para pemain naturalisasi dan lokal memiliki komitmen tumpah darah bagi Merah Putih. Tekanan bermain dengan sepuluh orang melahirkan semangat juang tanpa rasa takut di lapangan.

“Lihat, saya sudah berada di sepak bola selama 25 tahun. Beberapa Piala Dunia, Olimpiade. Saya pernah mengalami nasib buruk dengan wasit, dan saya juga pernah mengalami momen buruk. Dan apa yang saya pelajari adalah hal itu selalu seimbang pada akhirnya, ” jelas Herdman.

BACA JUGA  Ingin Netral, John Herdman Pilih Nonton Laga Terakhir Persija

“Malam ini kami mendapat kartu merah. Dan kartu merah itu bagi kami memberikan kesempatan bagi para pemain untuk membentuk sebuah persaudaraan, untuk belajar bagaimana bertarung bersama dalam sebuah momen demi negara mereka, untuk terus melangkah dan terus berjuang,” kata John Herdman seusai laga.

Kartu merah jadi anugerah

“Jadi, Anda melihat kutukan dari kartu merah, tetapi dalam beberapa hal itu adalah anugerah. Sebab sebagai bagian dari perjalanan kami, kami membutuhkan momen-momen seperti itu. Kami perlu tahu bahwa para pemain ini akan datang ke sini dan bertarung untuk negara ini, ” ungkap mantan arsitek Timnas Kanada ini.

“Karena terkadang hal itu menjadi pertanyaan. Mereka datang ke sini dan bertarung karena mereka peduli. Dan mereka ingin menang serta mengangkat trofi seperti yang belum pernah orang lain lakukan sebelumnya. Jadi kartu merah itu adalah anugerah sekaligus kutukan,” lanjutnya secara emosional.

Blokade tembakan keras Malaysia

Sementara itu, Maarten Paes, meluapkan rasa bangganya terhadap pengorbanan tanpa kenal lelah barisan pemain belakang. Paes memuji aksi heroik Calvin Verdonk dan Dean James yang berulang kali memblokade tembakan keras pemain Malaysia.

BACA JUGA  Gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 kian Dekat, 21 Penggawa Timnas Indonesia Sudah di Jakarta

Keberhasilan menahan imbang Malaysia mengukuhkan catatan pertahanan Garuda dengan torehan lima kali nirbobol (clean sheet) dari enam laga terakhir. Paes menilai torehan statistik ini membuktikan betapa solidnya organisasi bertahan Indonesia.

“Tentu saat kami harus bermain dengan 10 orang, kami membutuhkan suporter untuk menjadi pemain ke-11 kami, dan saya pikir mereka melakukan itu, ” ungkap kiper klub elite Belanda Ajax Amsterdam itu.

“Jika Anda harus bermain dengan 10 orang begitu awal, Anda tahu tim akan banyak bertahan sepanjang laga. Dan saya sangat bangga…Jika Anda melihat sepak pojok terakhir, semua orang memblok bola dan mengamankan clean sheet, ini sangat penting. Saya pikir dalam enam laga terakhir kami mencatatkan lima clean sheet. Itu menjelaskan banyak hal tentang tim kami,” kata Maarten Paes.

Paes juga memilih tidak ambil pusing dengan keputusan wasit yang mengganjar Haye kartu merah.

“Saya tidak melihat tayangan ulang, jadi seperti yang pelatih katakan, Anda harus mengontrol apa yang bisa Anda kontrol. Saat itu wasit memutuskan hal tersebut, saya tidak bisa mengatakan apa-apa tentang itu. Seperti kata pelatih, Anda harus bangga dengan respons tim,” tutur Paes.

Herdman dan Paes juga sepakat bahwa gemuruh dukungan puluhan ribu suporter di SUGBK menjadi faktor pembeda (X-factor) yang menyelamatkan tim. Nyanyian lagu “Tanah Airku” seusai laga bahkan menghadirkan sensasi merinding bagi seluruh penggawa tim nasional.

BACA JUGA  Jalan Garuda Muda Menuju Olimpiade Semakin Terbuka

“Ini adalah malam spesial lainnya di Gelora Bung Karno. Anda merinding saat berjalan ke lapangan, melihat lagu kebangsaan dinyanyikan bersama, dan merinding setelah pertandingan saat kami menyanyikan ‘Tanah Airku’. Saya ingin mengajak semua orang untuk terus datang mendukung kami di laga terakhir agar kita bisa menyelesaikannya bersama-sama,” ungkap Paes dengan mata berbinar.

Tatap laga pamungkas

Menatap partai pamungkas penentuan tiket semifinal melawan Bangladesh pada Kamis mendatang, Herdman meminta para pemain memaksimalkan waktu pemulihan fisik.

“Bagi para suporter, setidaknya mereka memiliki pertandingan ketiga yang bisa mereka nantikan. Ketika kami menghadapi Bangladesh, ini lawan yang berbeda. Kami memiliki jadwal yang sangat padat dengan jeda dua hari, jadi pemulihan fisik malam ini sangat krusial. Saya hanya ingin menyampaikan kepada para suporter: datanglah dan tetap bersama kami. Kami akan menyelesaikan tugas ini,” pungkas Herdman. (W-01)

bowo prasetyo

Related Posts

Imbang 0-0 Lawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Kapten Kevin Diks Minta Perjuangan Skuad Garuda Berlaga dengan 10 Pemain Dihargai

Kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks, mengungkapkan kekecewaa terhadap respons sebagian penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) setelah Indonesia bermain imbang 0–0 melawan Malaysia pada laga kedua Grup A,…

Sepuluh Pemain Timnas Indonesia Imbangi Malaysia

TIM nasional Indonesia hanya mampu bermain imbang 0-0 dengn Malaysia pada laga keduanya di babak penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

John Herdman hingga Maarten Paes Acungi Jempol, Skuad Garuda Unjuk Jiwa Petarung di FIFA ASEAN Cup 2026

  • September 29, 2026
John Herdman hingga  Maarten Paes Acungi Jempol,  Skuad Garuda Unjuk Jiwa Petarung di FIFA ASEAN Cup 2026

Imbang 0-0 Lawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Kapten Kevin Diks Minta Perjuangan Skuad Garuda Berlaga dengan 10 Pemain Dihargai

  • September 29, 2026
Imbang 0-0 Lawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Kapten Kevin Diks Minta Perjuangan Skuad Garuda Berlaga dengan 10 Pemain Dihargai

Sepuluh Pemain Timnas Indonesia Imbangi Malaysia

  • September 28, 2026
Sepuluh Pemain Timnas Indonesia Imbangi Malaysia

FIFA ASEAN Cup 2026 Ajang Bergengsi, Erick Thohir Sebut Duel Indonesia Vs Malaysia Jadi Laga yang Sangat Dinantikan

  • September 28, 2026
FIFA ASEAN Cup 2026 Ajang Bergengsi, Erick Thohir Sebut Duel Indonesia Vs Malaysia Jadi Laga yang Sangat Dinantikan

Pengembangan Neuropsikologi di Indonesia Dinilai masih Tertinggal

  • September 28, 2026
Pengembangan Neuropsikologi di Indonesia Dinilai masih Tertinggal

Fakultas Farmasi UGM Peringkat 1 Indonesia dan Top 500 Asia Versi EduRank

  • September 28, 2026
Fakultas Farmasi UGM Peringkat 1 Indonesia dan Top 500 Asia Versi EduRank