
PRESTASI membanggakan kembali diukir PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Mereka menerima penghargaan Excellence in Advancing Halal Readiness through Inclusive Financial Access for Micro and Small Enterprises (MSEs) pada malam puncak Indonesia Halal Awards 2026 yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam rangkaian The 5th Summit of Halal-20 (H20), Minggu (20/9) di Trans Hotel Jakarta.
Penghargaan itu menempatkan BRI sebagai salah satu penerima dari klaster institusi keuangan yang diakui atas perannya menghubungkan inklusi keuangan berskala nasional dengan kesiapan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil di seluruh Indonesia.
Penghargaan diberikan setelah melalui proses penjurian dari Dewan Juri Indonesia Halal Awards 2026 yang beranggotakan empat tokoh lintas kompetensi. Dewan juri terdiri dari Prof. Dr. apt. Zilhadia, M.Si., Dekan FIKES UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk domain halal science, obat, kosmetik, dan bahan baku.
Lalu Prof. Dr. Istianingsih Sastrodiharjo, SE., SE, M.S.Ak., Guru Besar Universitas Bhayangkara Jakarta Raya untuk domain corporate governance, etika bisnis, dan kinerja organisasi; Fertiana Santy, S.Kep., Ns., MPPM, CM, Ph.D., Direktur Kemitraan dan Kerja Sama BPJPH Republik Indonesia untuk domain regulator dan kemitraan halal; serta Drs. Arief Hidayat Thamrin, M.M., Koordinator Data Riset dan CEO Salutee, untuk domain metodologi data riset dan awards management.
Program pendampingan sertifikasi halal

Dalam pertimbangan penjurian, BRI dinilai memiliki program pendampingan sertifikasi halal UMK yang menunjukkan hasil terukur dengan tingkat penyelesaian penuh.
Melalui program BRI Peduli sejak tahun 2023-2026, sebanyak 730 UMKM dengan 4.732 produk berhasil memperoleh sertifikat halal setelah menjalani proses pendampingan lengkap yang mencakup penerapan Sistem Jaminan Produk Halal, pemeriksaan bahan baku dan proses produksi, audit lapangan, tindak lanjut perbaikan, hingga pengajuan ke sidang Komisi Fatwa. Seluruh peserta program tercatat lolos proses verifikasi dengan tingkat kelulusan 100 persen.
Dewan juri juga menyoroti kesinambungan program pendampingan halal BRI yang berjalan multi-tahun. Publikasi BRI mencatat 200 UMK terpilih mengikuti program sertifikasi pada 2023, disusul 77 pelaku UMK dari 14 provinsi yang memperoleh bantuan pelatihan dan pendampingan sertifikasi halal pada 2024, hingga capaian 70 UMK dengan 404 produk yang berhasil memperoleh sertifikat pada 2025.
Kesinambungan tersebut menunjukkan komitmen kelembagaan yang konsisten dalam memperkuat kesiapan pelaku usaha mikro dan kecil memasuki era Wajib Halal pada Oktober 2026.
Skala dan jangkauan

Skala dan jangkauan BRI sebagai institusi keuangan turut menjadi pertimbangan yang memperkuat dasar penghargaan. Sebagai bank berorientasi UMK konvensional terbesar di Indonesia dengan total aset Rp2.135,37 triliun pada 2025, BRI didukung jaringan lebih dari 1,1 juta agen BRILink yang menjangkau lebih dari 66.000 desa, serta melayani 45,9 juta pengguna BRImo sebagai infrastruktur inklusi keuangan digital.
Infrastruktur inilah yang menjadi tulang punggung penjangkauan program pendampingan halal ke pelaku usaha mikro dan kecil di berbagai wilayah Indonesia.
Fertiana Santy, S.Kep., Ns., MPPM, CM, Ph.D., Direktur Kemitraan dan Kerja Sama BPJPH Republik Indonesia sekaligus anggota Dewan Juri Indonesia Halal Awards 2026, menyampaikan pandangannya atas terpilihnya BRI sebagai penerima penghargaan.
“Kemitraan yang dibangun BRI dengan BPJPH dalam pendampingan sertifikasi halal UMK adalah model kemitraan yang dewan juri nilai memberi hasil paling terukur di klaster institusi keuangan. Angka 730 UMKM dengan 4.732 produk yang berhasil memperoleh sertifikat halal sepanjang 2023 hingga 2026 menunjukkan bahwa kemitraan tersebut bukan sekadar program seremonial, tetapi menghasilkan output nyata yang menopang kesiapan pelaku usaha mikro dan kecil menuju era Wajib Halal,” ujar Fertiana Santy.
Infrastruktur natural
“Kemampuan BRI menggabungkan jaringan inklusi keuangan berskala nasional dengan mekanisme pendampingan sertifikasi halal juga menjadi elemen yang layak diapresiasi. Dengan lebih dari 1,1 juta agen BRILink yang menjangkau lebih dari 66.000 desa, BRI memiliki infrastruktur natural untuk memperluas skala program pemberdayaan halal ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau oleh mekanisme sertifikasi konvensional,” tambahnya.
Menurut Mochamad Choliq, Executive Vice President BRI, pihaknya menerima penghargaan ini sebagai amanah untuk terus memperluas peran BRI dalam mendukung pelaku usaha mikro dan kecil naik kelas. Sejak berdiri pada 1895, BRI telah menjadi bagian dari perjalanan panjang ekonomi kerakyatan Indonesia.
“Program pendampingan sertifikasi halal adalah bentuk kontemporer dari komitmen tersebut, karena hari ini legalitas halal telah menjadi kunci akses pasar yang tidak bisa ditawar bagi pelaku UMK sektor makanan dan minuman. Selanjutnya, target kami adalah memastikan lebih banyak UMKM binaan BRI mendapatkan kemudahan dalam memperoleh sertifikasi halal,” ujarnya.
“Menjelang penerapan penuh Wajib Halal pada Oktober 2026, BRI berkomitmen untuk terus memperkuat program pendampingan sertifikasi halal, memperluas jangkauan ke lebih banyak wilayah melalui jaringan BRILink dan Rumah BUMN, serta memastikan pelaku UMK binaan tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi juga siap secara komersial memasuki pasar halal yang semakin kompetitif. Penghargaan dari BPJPH ini menjadi pengingat bahwa inklusi keuangan yang bermakna adalah inklusi yang membuka jalan bagi pelaku usaha untuk tumbuh dan bersaing,” tambahnya.
Program pemberdayaan UMK
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI didirikan pada 16 Desember 1895 dan telah beroperasi selama 130 tahun sebagai institusi keuangan yang berfokus pada layanan perbankan ritel, mikro, kecil, dan menengah. Pada 2025, BRI mencatatkan total aset Rp2.135,37 triliun dengan pertumbuhan 7,1 persen, total kredit Rp1.521,49 triliun, dan laba bersih Rp57,132 triliun.
Sebagai bank berorientasi UMK konvensional terbesar di Indonesia, BRI didukung jaringan lebih dari 1,1 juta agen BRILink yang menjangkau lebih dari 66.000 desa, melayani 45,9 juta pengguna BRImo, serta menjalankan berbagai program pemberdayaan UMK melalui LinkUMKM, Rumah BUMN, Desa BRILiaN, dan Klasterku Hidupku.
Melalui BRI Peduli, sejak 2023 – 2026 BRI berhasil mengantar sebanyak 730 UMKM memperoleh sertifikat halal untuk 4.732 produk dengan tingkat kelulusan 100 persen. Pada 2025, BRI juga diakui sebagai Best Bank for Financial Inclusion pada FinanceAsia Awards, Best SME Bank in Indonesia oleh The Asian Banker, serta menduduki peringkat 349 dunia pada Forbes Global 2000 sebagai perusahaan Indonesia dengan peringkat tertinggi. (RO/N-01)






