Bandung yang Tetap Berkilau di Malam Tahun Baru meski tanpa Kembang Api

MALAM pergantian tahun di Kota Bandung membuktikan bahwa kemeriahan tidak selalu harus diiringi dentuman kembang api.

Meski langit Bandung tak dipenuhi cahaya warna-warni, denyut kegembiraan tetap terasa di jalan-jalan kota, ruang publik dan pusat keramaian. Semua dipadati warga hingga lewat tengah malam.

Ribuan masyarakat tumpah ruah di berbagai titik favorit seperti Alun-alun Bandung, Jalan Asia Afrika, Braga, hingga kawasan Dago.

Mereka datang bersama keluarga, sahabat, dan komunitas, menikmati suasana kota dengan berjalan santai, berfoto, menyaksikan hiburan, serta mencicipi beragam kuliner khas Bandung.

Lebih nyaman

Suasana malam pergantian tahun di Kota Bandung, tetap meriah tanpa kembang api.(dok.Diskominfo kota Bandung)

Absennya kembang api tak menyurutkan antusiasme warga. Sebaliknya, banyak yang menilai suasana malam tahun baru kali ini terasa lebih nyaman, aman, dan ramah bagi semua kalangan, terutama anak-anak dan lansia.

Tanpa suara ledakan dan asap, warga dapat menikmati pergantian tahun dengan lebih tenang dan penuh kebersamaan.

“Justru lebih enak seperti ini. Tidak bising, anak-anak tidak kaget dan kita bisa menikmati kota dengan santai,” ungkap Rahman wisatawan dari Jakarta yang sengaja datang dan merayakan malam pergantian di Jalan Asia Afrika Bandung, Rabu (31/12) malam.

BACA JUGA  Kegiatan MPLS Serentak untuk Siswa SD dan SMP di Bandung

Bentuk kedewasaan

Tak sedikit pula warga yang memaknai perayaan ini sebagai bentuk kedewasaan bersama dalam menyambut tahun baru.

Menurut mereka, esensi pergantian tahun terletak pada kebersamaan, refleksi diri, serta harapan baru, bukan semata-mata pada kemewahan perayaan.

“Bandung tetap terasa hidup. Ramai, tapi tertib. Ini yang kami harapkan dari perayaan tahun baru,” ucap pengunjung lainnya asal Tasikmalaya, Deni.

Di balik ramainya warga, geliat ekonomi juga terasa kuat. Para pelaku UMKM dan pedagang kaki lima mengaku penjualan meningkat signifikan sejak sore hari hingga menjelang tengah malam.

Makanan, minuman, dan jajanan menjadi buruan warga yang menikmati malam pergantian tahun di ruang-ruang publik.

Kehadiran petugas

Sementara itu, kehadiran petugas gabungan dari berbagai unsur turut menjaga situasi tetap kondusif. Pengamanan, pengaturan lalu lintas, serta patroli rutin membuat warga merasa aman dan nyaman selama perayaan berlangsung.

BACA JUGA  Bebersih Bandung Digelar Serentak Dari Tingkat RW Hingga Kota

Secara keseluruhan, perayaan malam Tahun Baru di Kota Bandung berlangsung lancar, tertib, dan penuh kehangatan. Tanpa kembang api, Bandung justru menunjukkan wajah lain perayaan tahun baru, sederhana, inklusif, dan sarat makna kebersamaan.

Warga pun berharap konsep perayaan seperti ini dapat terus dipertahankan, menjadikan Bandung sebagai kota yang tidak hanya meriah, tetapi juga nyaman dan manusiawi dalam merayakan setiap momentum penting.

“Alhamdulillah kondusif. Hal terpenting, tim kesehatan standby di stasiun karena setelah perjalanan jauh biasanya ada warga yang mengalami gangguan kesehatan,” kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

18 pos

Pada malam pergantian tahun Farhan melakukan monitoring dengan menggunakan kendaraan roda dua dengan menyasar sejumlah titik strategis, antara lain Pos Pengamanan Stasiun Bandung, Paskal 23, Pos Pengamanan Terpadu Soekarno, serta kawasan Balai Kota.

BACA JUGA  Jelang Libur Nataru, Polda Jateng Periksa Kelaikan 420 Bus

Dalam kegiatan ini, Wali Kota didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bandung, di antaranya Kapolres Kota Bandung, Dandim, unsur Polisi Militer (Denpom), Kejaksaan, TNI AL (Lanal). Serta Sekretaris Daerah Kota Bandung, Asisten Daerah (Asda) 1, 2, dan 3, para kepala perangkat daerah serta seluruh tim gabungan.

Dalam pengamanan malam Tahun Baru, Pemkot Bandung bersama TNI-Polri menyiagakan 18 Pos Pengamanan (Pos Pam) yang tersebar di berbagai titik kota. Seluruh jajaran TNI, Polri, Koramil, Polsek, hingga Forkopimda disebut berada dalam kondisi siaga penuh.  (zahra/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah itu Meraup Cuan dari Sampah

PERSOALAN sampah, bagi mahasiswa ini, bukan sekadar memilah dan mengolah. Ia secara lengkap mengurusnya dengan pola 3R;  Reduce, Reuse dan Recycle. Bersama lima rekannya ia menempatkan sampah sebagai bagian untuk…

Bekuk Melbourne Victory, Persib Kukuh di Puncak Klasemen ACL 2

PERSIB Bandung masih kukuh di posisi puncak klasemen Grup E AFC Champions League (ACL) Two setelah mengalahkan wakil Australia Melbourne Victory 2-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Telekomunikasi

  • October 29, 2026
Kembangkan AI, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Telekomunikasi

Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue

  • October 29, 2026
Luncurkan Proyek SHIELD, UGM Kaji Wolbachia dalam Pengendalian Dengue

Mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah itu Meraup Cuan dari Sampah

  • October 29, 2026
Mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah itu Meraup Cuan dari Sampah

GMKI: Pemuda bukan Alat Kepentingan Penguasa

  • October 29, 2026
GMKI: Pemuda bukan Alat Kepentingan Penguasa

Bekuk Melbourne Victory, Persib Kukuh di Puncak Klasemen ACL 2

  • October 28, 2026
Bekuk Melbourne Victory, Persib Kukuh di Puncak Klasemen ACL 2

Presiden Prabowo Terima Menlu Singapura di Hambalang

  • October 28, 2026
Presiden Prabowo Terima Menlu Singapura di Hambalang