
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca dan gelombang tinggi untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), khususnya di kawasan perairan selatan.
Prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta, Sitty Winesari, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis kondisi sinoptik, terpantau adanya bibit Siklon 90S di Samudera Hindia sebelah selatan Pulau Jawa serta pola siklonik di wilayah daratan Australia bagian utara.
“Kondisi ini menyebabkan angin di wilayah Jawa, termasuk DIY, bertiup dari arah barat. Selain itu, cuaca di perairan DIY berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang,” ujar Sitty, Kamis (1/1/2026).
Ia menyebutkan, kondisi tersebut berpotensi memicu gelombang laut dengan ketinggian antara 1,25 meter hingga 2,5 meter. Gelombang tinggi berpeluang terjadi di perairan Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Gunungkidul, atau secara umum di perairan Samudera Hindia sebelah selatan DIY.
“Tinggi gelombang tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran,” tegasnya.
Menurut Sitty, gelombang setinggi 1,25 meter dengan kecepatan angin mencapai 15 knot berisiko bagi perahu nelayan. Sementara itu, pelayaran kapal tongkang berisiko apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang sekitar 1,50 meter.
BMKG menegaskan, peringatan dini ini berlaku mulai 2 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 5 Januari 2026 pukul 07.00 WIB. Masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku aktivitas kelautan, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan perkembangan informasi cuaca dari BMKG. (AGT/S-01)







