Indonesia Terkena Sanksi, Rusia Sebut IOC Pilih Kasih

DEWAN Eksekutif Komite Olimpiade Internasional (IOC) menyerukan kepada federasi-federasi olahraga internasional untuk tidak menggelar ajang olahraga di Indonesia. Selain itu, Indonesia juga tidak akan dipertimbangkan untuk menjadi tuarn rumah hajatan olahraga dunia seperti Olimpiade.

Keputusan IOC ini muncul setelah Indonesia membatalkan pemberian visa kepada tim Israel yang seharusnya tampil di Kejuaraan Dunia Senam Artistik ke-53 2025 di Jakarta

Menanggapi kasus tersebut, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan bahwa IOC sekali lagi menunjukkan standar gandanya. Ia melihat adanya perbedaan respons IOC terhadap negara yang menolak menerbitkan visa bagi atlet Rusia dengan negara yang tidak memberi visa untuk atlet Israel.

“Tentu saja ada standar ganda,” kata Peskov dikutip Rusia Match TV.

BACA JUGA  Bulu Tangkis Olimpiade, Jonatan, Ginting, dan Gregoria Lakoni Laga Penentu

Terima konsekuensi

Ilustrasi. Seorang pesenam tengah unjuk kebolehan. (dok.Ist)

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan bahwa keputusan mereka untuk tidak mengeluarkan visa bagi atlet Israel sesuai prinsip kenegaraan guna menjaga keamanan, ketertiban umum, serta kepentingan publik selama penyelenggaraan acara olahraga internasional.

“Kami di Kemenpora, sebagai wakil Pemerintah Indonesia, berpegang pada prinsip untuk menjaga keamanan, ketertiban umum, dan kepentingan publik dalam setiap penyelenggaraan event internasional,” ujar Erick.

“Kami memahami bahwa keputusan ini membawa konsekuensi, di mana selama Indonesia tidak dapat menerima kehadiran Israel, IOC memutuskan bahwa Indonesia tidak dapat menjadi tuan rumah kejuaraan dunia, event Olimpiade, Youth Olympic Games, dan kegiatan lain di bawah payung Olimpiade,” lanjutnya.

BACA JUGA  Hasil Studi: Orangutan Menerapkan Prilaku Hidup Sehat

Konsistensi perjuangan

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mendukung penolakan pemerintah terhadap keikutsertaan atlet Israel dalam Kejuaraan Dunia Senam 2025 di Jakarta. Sebab hal itu merupakan wujud konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan kemanusiaan dan solidaritas pada rakyat Palestina.

“Sikap Indonesia bukan bentuk diskriminasi terhadap atlet, melainkan konsistensi moral bangsa dalam memperjuangkan kemanusiaan dan solidaritas terhadap rakyat Palestina,” kata Hetifah.

Meski begitu ia mendorong Kemenpora untuk melakukan komunikasi dan diplomasi dengan IOC agar persoalan itu dapat diselesaikan secara baik tanpa merugikan dunia olahraga nasional. (*/N-01)

BACA JUGA  Rusia Tuding NATO Tengah Bersiap Menyerang Mereka

Dimitry Ramadan

Related Posts

Presiden Usulkan Calon Tunggal untuk Gubernur BI

MENTERI Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sudah mengusulkan satu nama untuk calon Gubernur Bank Indonesia (BI). Usulan itu sudah disampaikan melalui Surat Presiden ke pimpinan DPR…

111 Orang Dilaporkan Tewas dalam Gempa di Kolombia

BENCANA gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,4  mengguncang Kolombia bagian barat pada Senin waktu setempat. Akibatnya sebanyak 111 orang tewas  dalam bencana tersebut. Menurut Kolombia, Presiden Abelardo De la Espriella, pihaknya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Mahasiswa KKN UGM Ajarkan Olah Minyak Jelantah Jadi Sabun dan Aromaterapi

  • August 13, 2026
Mahasiswa KKN UGM Ajarkan Olah Minyak Jelantah Jadi Sabun dan Aromaterapi

Ketika Ilmu Pengetahuan Melintasi Sekat Iman dan Keyakinan

  • August 12, 2026
Ketika Ilmu Pengetahuan Melintasi Sekat Iman dan Keyakinan

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII Ganti Nama Jadi FTDI

  • August 12, 2026
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII Ganti Nama Jadi FTDI

GMKI Desak Kapolres Kebut Penyelidikan Kebakaran Pasar Dwikora

  • August 12, 2026
GMKI Desak Kapolres Kebut Penyelidikan Kebakaran Pasar Dwikora

Polda Jateng Beri Penghargaan kepada 49 Insan Berprestasi

  • August 11, 2026
Polda Jateng Beri Penghargaan kepada 49 Insan Berprestasi

Antisipasi Karhutla, Polda Sulsel Gelar Apel Pasukan

  • August 11, 2026
Antisipasi Karhutla, Polda Sulsel Gelar Apel Pasukan