Lakukan Pungli hingga 730 juta, ASN Lapas Cebongan Ditahan

SEORANG Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman atau yang dikenal sebagai Lapas Cebongan berinisial MR ditahan Polresta Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasalnya ia dikatahui melakukan pungli di Lapas.

Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Riski Adrian menjelaskan selama satu tahun, tersangka berhasil mengumpulkan uang dari pungli hingga Rp730.250.000. “Ini hasil penyelidikan kami, uang sebanyak itu dikumpulkan dalam periode 11 November 2022 hingga 16 November 2023,” katanya kepada wartawan, Rabu (20/11)

Untuk mengungkap kasus ini, Polresta Sleman memerlukan waktu hingga 7 bulan dan memeriksa lebih dari 50 orang saksi dan saksi ahli.

“Setelah melakukan penyelidikan sekitar 7 bulan kami berkeyakninan telah terjadi tindak pidana kkrupsi di Lapas tersebut. Kami telah menetapkan tersangka berinisial MR. Tersangka merupakkan seorang ASN yang saat itu bekerja sebagai KPLP di Lapas Cebongan,” kata Riski.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Lepas 46 Jemaah Calon Haji ASN 

Besaran bervariasi

Menurut Riski, untuk mengumpulkan uang sebanyak itu, tersangka minta uang dari para penghuni dengan besaran bervariasi sesuai dengan peruntukannya.

“Rinciannya, uang selamat datang berkisar dari Rp1,5 juta hingga Rp5 juta. Bayar kamar Rp1 juta hingga Rp7 juta sesuai dengan fasilitas kamar. Bayar kamar khusus itu Rp50 juta serta setoran mingguan dari para penghuni pada kisaran Rp100 ribu sampai Rp200 ribu per anak per blok,” kata Riski lagi.

Dalam pemeriksaan, lanjutnya, belum ditemukan keterlibatan karyawan lainnya di lingkungan Lapas Kelas IIB Sleman. Meski demikian, ujarnya, polisi akan terus mengembangkan penyelidikan.

Untuk memperkuat proses pemidanaan, polisi menyita antara lan rekaman CCTV, dokumen, handphone, laptop, bukti transfer uang dan lain-lain.

BACA JUGA  Presiden Jokowi Minta Instansi Pusat dan Daerah Berhenti Buat Aplikasi Baru

Ancaman pidana

Ia membenarkan, tidak mudah menyelidiki kasus ini, karena mereka yang menjadi korban sebagian besar sudah selesai menjalani pemidanaan, sehingga harus mencari satu-persatu.

Dikatakan, terhadap MR disangkakan pasal 12 Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Piidana Korupsi (Tipikor) dengan ancaman pidana paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara.

Di tempat yang sama Kalapas Kelas IIB Sleman atau Lapas Cebongan Kelix Sulisyanto mengungkapkan saat ini tersangka telah diberhentikan sementara dari jabatannya.

“Untuk sanksi disiplin nanti menungu keputusan yang berkuatan hukum tetap,” ucap Kelix. (AGT/N-01)

BACA JUGA  Pemprov Jateng Terbitkan SE Larang ASN Gunakan Elpiji 3 Kg

Dimitry Ramadan

Related Posts

Bahli Pastikan Minyak Rusia segera Masuk Indonesia

UNTUK menjaga ketahanan pasokan energi nasional, pemerintah mencari altternatif lain dengan membeli dari Rusia. Saat ini minyak mentah atau crude dari Rusia itu akan segera tiba di Tanah Air. Hal…

Parlemen Italia Resmi Dukung Hibah Kapal Induk Garibaldi untuk Indonesia

PARLEMEN Italia akhirnya mendukung rencana pemerintah untuk menyumbangkan kapal induk tua mereka ke Indonesia. Sebab hal itu dinilai akan memperkuat hubungan kedua negara sekaligus menghindari biaya pembongkaran dan perawatannya yang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

10 Pemain Malut United Gasak Persis, Garudayaksa Promosi

  • May 2, 2026
10 Pemain Malut United Gasak Persis, Garudayaksa Promosi

Bahli Pastikan Minyak Rusia segera Masuk Indonesia

  • May 2, 2026
Bahli Pastikan Minyak Rusia segera Masuk Indonesia

Pangkas Birokrasi, Satlantas Polresta Sidoarjo Terjunkan Pendamping

  • May 2, 2026
Pangkas Birokrasi, Satlantas Polresta Sidoarjo Terjunkan Pendamping

Parlemen Italia Resmi Dukung Hibah Kapal Induk Garibaldi untuk Indonesia

  • May 2, 2026
Parlemen Italia Resmi Dukung Hibah Kapal Induk Garibaldi untuk Indonesia

Gasak PSBS, Persebaya Berhasil Merangsek ke Papan Atas

  • May 2, 2026
Gasak PSBS, Persebaya Berhasil Merangsek ke Papan Atas

Hardiknas: Kampus Menjadi Dapur Umum, Kesejahteraan Dosen Masuk Liang Lahat

  • May 2, 2026
Hardiknas: Kampus Menjadi Dapur Umum, Kesejahteraan Dosen Masuk Liang Lahat