
GEMPA bumi yang melanda Venezuela pada Rabu waktu setempat telah menewaskan puluhan orang melukai ratusan lainnya. Selain itu sejumlah gedung dan bangunan juga dilaporkan mengalami kerusakan parah
Menurut Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodriguez sekurangnya 32 orang tewas dan 700 lainnya terluka dalam bencana tersebut.
Para seismolog mengkonfirmasi gempa besar pertama bermagnitudo 7,2 melanda dekat kota San Felipe, ibu kota negara bagian Yaracuy. Sekitar 40 detik kemudian, gempa kedua yang lebih besar bermagnitudo 7,5 kembali terjadi di tenggara kota Yumare.
Gempa tersebut merupakan gempa terbesar yang pernah melanda Venezuela dan yang terkuat selama 125 tahun terakhir. Menurut dinas Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), episentrum tersebut berkedalaman 10 kilometer dari permukaan tanah dan titiknya berada di barat wilayah pesisir Moron.
Terjebak di reruntuhan bangunan

Gempa tersebut terasa dengan sangat kuat di ibu kota Caracas sehingga menyebabkan ambruknya sejumlah bangunan. USGS memperkirakan jumlah korban tewas dapat mencapai ribuan, dengan rentang jumlahnya dari 10 ribu hingga 100 ribu orang.
Dengan tujuan utama untuk menyelamatkan nyawa, Presiden Rodriguez mengatakan bahwa otoritas setempat berfokus menyelamatkan korban yang terjebak di reruntuhan gedung dan rumah-rumah yang hancur, menurut laporan teleSUR.
Menurut data teknis terkini dari USGS, gempa ganda tersebut mengguncang wilayah Venezuela utara dengan sangat keras.
WNI selamat

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri memastikan tiga Warga Negara Indonesia (WNI) di Venezuela dalam kondisi selamat, pascagempa berkekuatan 7,2 dan 7.5 magnitudo.
Dalam keterangan resminya, Juru Bicara Kemlu, Yvonne Elizabeth Mewengkang mengimbau WNI yang berada di Venezuela untuk mengikuti arahan otoritas setempat dan menghubungi KBRI Caracas jika membutuhkan bantuan. (*/N-01)







