
PRANCIS mengaku masih kecewa dengan perlakuan brutal tentara Israel (IDF) terhadap aktivis Global Sumud Flotilla (GSF). Pasalnya, sejumlah aktivis itu merupakan warga negara mereka.
Itu sebabnya Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu menegaskan tidak menutup kemungkinan menempuh langkah hukum terkait masalah tersebut.
“Selain kecaman, yang memang diperlukan dari sudut pandang politik, kami harus bertindak karena ada korban dari WN Prancis. Kami tak dapat mengesampingkan untuk melaporkan semua tindakan yang terekam dalam video tersebut kepada otoritas hukum kami. Tidak ada siapa pun yang boleh menyerang rakyat Prancis dengan impunitas dan tanpa respons apa pun,” tegas Lecornu.
Pernyataan tersebut merujuk pada video yang diunggah pejabat keamanan nasional Israel Itamar Ben-Gvir pada 20 Mei, yang memperlihatkan aparat keamanan Israel memaksa aktivis flotilla bersujud di lantai dalam kondisi terikat.
GSF sebelumnya melaporkan adanya sekitar 30 kasus patah tulang yang dialami para aktivis. Mereka juga menuduh pasukan Israel telah melakukan kekerasan saat mencegat kapal bantuan kemanusiaan tersebut.
Sementara itu, sejumlah aktivis flotilla berencana mengajukan gugatan terhadap Israel di sejumlah negara atas dugaan pelanggaran yang terjadi selama penahanan mereka. (*/N-01)






