Prajurit TNI Kembali Gugur di Lebanon, Indonesia Tuntut Keadilan

PEMERINTAH RI menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit Indonesia dalam misi perdamaian UNIFIL setelah mengalami luka berat akibat ledakan artileri dari tank Israel di dekat Kota Adchit Al Qusayr pada akhir Maret lalu.

Dengan meninggalnya Praka Rico, prajurit TNI yang gugur saat bertugas sebagai penjaga keamanan PBB itu terus bertambah. Setidaknya sudah ada 4 prajurit yang gugur.

Selain menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan, pemerintah juga memastikan negara hadir untuk memberikan penghormatan terbaik bagi almarhum atas pengabdian dan pengorbanannya dalam menjaga perdamaian dunia.

“Pemerintah terus berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan proses repatriasi jenazah dapat dilakukan dengan segera dan penuh penghormatan,” ujar Kemlu.

BACA JUGA  OCHA Peringatkan Dampak Evakuasi Massal di Gaza

Tuntut investigasi

Indonesia juga mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya pasukan pemelihara perdamaian (peacekeeper) Indonesia.

Untuk itu, Indonesia juga mendesak PBB melakukan investigasi menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban.

“Keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar. Karena itu, pemerintah terus berkoordinasi dengan PBB dan negara-negara kontributor pasukan untuk memperkuat perlindungan bagi seluruh personel di lapangan, termasuk melalui evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan keamanan serta penguatan langkah mitigasi risiko di wilayah operasi UNIFIL,” kata Kemlu.

Bela sungkawa

Pada bagian lain,  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia.

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix mengaku bersedih ketika harus menyampaikan wafatnya seorang penjaga perdamaian yang penuh keberanian.

BACA JUGA  PBB Kecam Rencana Israel Bangun Sinagoge di Kompleks Masjid Al-Aqsa

“Kopral Rico Pramudia dari Indonesia, yang mengalami luka kritis pada 29 Maret, telah meninggal dunia akibat luka-lukanya. Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarganya, sahabat-sahabatnya, serta kepada Tentara Nasional Indonesia dan pemerintah Indonesia,” tulis Lacroix di platform media sosial X, Jumat.

“UNIFIL prihatin atas wafatnya Praka Rico Pramudia, yang terluka parah akibat sebuah ledakan proyektil di markasnya di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret malam,” kata UNIFIL dalam pernyataannya di X. (*/N-01)

BACA JUGA  Kemenlu Evakuasi 20 WNI dari Lebanon

Dimitry Ramadan

Related Posts

Tahan Madrid, Betis Muluskan Jalan Barca dalam Persaingan Gelar Juara

REAL Madrid  harus puas bermain imbang 1-1 dengan Real Betis dalam lanjutan La Liga Spanyol di Stadion de La Cartuja, Sevilla, Spanyol, Sabtu dini hari WIB. Hector Bellerin lah yang…

Bekuk Gresik Phonska di Leg 1, JPE di Atas Angin

JUARA bertahan tim putri Jakarta Pertamina Enduro (JPE) sukses membekuk Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dengan skor meyakinkan 3-1 (19-25, 25-19, 25-19, 25-21) pada Leg 1 Grand Final Proliga 2026…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Prajurit TNI Kembali Gugur di Lebanon, Indonesia Tuntut Keadilan

  • April 25, 2026
Prajurit TNI Kembali Gugur di Lebanon, Indonesia Tuntut Keadilan

Tahan Madrid, Betis Muluskan Jalan Barca dalam Persaingan Gelar Juara

  • April 25, 2026
Tahan Madrid, Betis Muluskan Jalan Barca dalam Persaingan Gelar Juara

Bekuk Gresik Phonska di Leg 1, JPE di Atas Angin

  • April 24, 2026
Bekuk Gresik Phonska di Leg 1, JPE di Atas Angin

MBG Harusnya Dilakukan Bertahap dan Diutamakan untuk Penderita Stunting

  • April 24, 2026
MBG Harusnya Dilakukan Bertahap dan Diutamakan untuk Penderita Stunting

InJourney Community Care Latih 300 Siswa untuk Hadapi Gempa

  • April 24, 2026
InJourney Community Care Latih 300 Siswa untuk Hadapi Gempa

UGM Resmi Tetapkan 16 Anggota MWA Terpilih

  • April 24, 2026
UGM Resmi Tetapkan 16 Anggota MWA Terpilih