Pakar UGM: Ambisi Trump Rebut Greenland Tak Realistis

KEINGINAN Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menangkap dan membawa Presiden Venezuela beserta istrinya ke Amerika Serikat, serta ambisinya merebut Greenland yang berada di bawah kendali Denmark, dinilai perlu ditanggapi secara serius.

Guru Besar Departemen Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Nur Rachmat Yuliantoro, menilai pernyataan Trump memang patut dicermati. Namun, menurutnya, keinginan tersebut bukan kebijakan yang realistis.

“Meskipun Greenland secara geografis memiliki posisi strategis bagi sistem pertahanan Amerika Serikat, jalur pelayaran masa depan, serta akses terhadap mineral kritis, kehendak untuk merebut wilayah itu bukanlah sesuatu yang realistis,” ujar Prof. Nur, Kamis (15/1).

Ia menjelaskan, pernyataan tersebut mencerminkan gaya khas Trump yang provokatif, langsung, dan penuh kejutan, namun tetap disertai kalkulasi geopolitik.

BACA JUGA  Bimasakti UGM Raih 7 Penghargaan Internasional

“Saya kira lebih tepat membaca keinginan Trump sebagai bargaining tactic dan signal politics dengan tiga target audiens,” katanya.

Di hadapan publik domestik Amerika Serikat, Trump ingin menampilkan diri sebagai pemimpin yang mampu “mengamankan aset” demi kepentingan keamanan nasional. Sementara kepada sekutu, khususnya Denmark, pernyataan itu menjadi sinyal tekanan agar lebih sejalan dengan agenda keamanan AS di kawasan.

Adapun kepada publik internasional, Trump dinilai hendak mengirim pesan tegas kepada Rusia dan Tiongkok bahwa Amerika Serikat akan terus memperluas pengaruh hegemoniknya.

Menurut Prof. Nur, sikap Trump yang ingin merebut Greenland juga tidak bisa dilepaskan dari faktor kepribadian. Narsisme politik yang dimilikinya memperkuat kecenderungan personalisasi geopolitik, di mana wilayah diperlakukan layaknya properti dan hubungan internasional disamakan dengan negosiasi bisnis.

BACA JUGA  Peneliti UGM Manfaatkan AI untuk Pertanian dan Keamanan Bawah Laut

“Trump juga menunjukkan ekspansionisme yang bersifat transaksional, bukan untuk membangun imperium ideologis, melainkan menegaskan dominasi,” jelasnya.

Rebut Greenland jadi panggung politik

Ia menambahkan, Greenland dijadikan Trump sebagai “panggung” geopolitik. Wacana perebutan wilayah tersebut dinilai efektif menciptakan kegaduhan, menguji reaksi internasional, serta menggeser batas-batas wacana diplomatik.

Dalam konteks itu, Greenland menjadi simbol “major deal” untuk menunjukkan siapa yang kuat dan siapa yang harus menyesuaikan diri. Namun, jika ambisi tersebut benar-benar diwujudkan, dampaknya dinilai akan sangat serius terhadap stabilitas global.

“Apa yang dilakukan Amerika Serikat akan menjadi tantangan terbuka terhadap prinsip kedaulatan negara dan hak penentuan nasib sendiri,” tegas Prof. Nur.

BACA JUGA  Penghapusan Presidential Threshold Langkah Menuju Pemilu Demokratis

Ia menilai kebijakan semacam itu berpotensi merusak legitimasi tatanan internasional berbasis aturan, mengguncang hubungan trans-Atlantik, memanaskan hubungan Denmark dan Greenland, memicu reaksi keras Uni Eropa, serta melemahkan NATO secara politik.

“Jika ini terjadi, maka akan semakin menyingkirkan norma dan hukum internasional, digantikan oleh kekuatan material dan pemaksaan kehendak. Ini menjadi penanda pergeseran tatanan internasional ke arah yang lebih kasar, transaksional, dan penuh risiko,” pungkasnya. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Perkuat Hubungan dengan RI, Dubes Australia Resmikan #AussieBanget Corner di Tel-U  

DUTA Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier resmi meluncurkan #AussieBanget corner di Telkom University (Tel-U), sebuah ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi hubungan Australia dengan Indonesia. Dengan ruang itu pula ada…

Trump Harus Dievakuasi dari Gedung Putih Akibat Insiden Penembakan

PETUGAS keamanan Gedung Putih harus mengevakuasi Presiden AS Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump dari acara jamuan makan malam tahunan setelah terjadi insiden penembakan pada Sabtu malan waktu setempat.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

BMKG Prediksi Sebagian Wilayah RI Diguyur Hujan Hari Ini

  • May 1, 2026
BMKG Prediksi Sebagian Wilayah RI Diguyur Hujan Hari Ini

Jemaah Haji Makin Tenang Beribadah Pakai RoaMAX Haji Telkomsel

  • May 1, 2026
Jemaah Haji Makin Tenang Beribadah Pakai RoaMAX Haji Telkomsel

Lindungi Perempuan dan Anak, Jabar Kolaborasi Lintas Lembaga

  • May 1, 2026
Lindungi Perempuan dan Anak, Jabar  Kolaborasi Lintas Lembaga

Ribuan Pelari Siap Ramaikan Kawasan Malioboro

  • May 1, 2026
Ribuan Pelari Siap Ramaikan Kawasan Malioboro

Gasak Bhayangkara, Persib Kembali Gusur Borneo dari Posisi Puncak

  • April 30, 2026
Gasak Bhayangkara, Persib Kembali Gusur Borneo dari Posisi Puncak

Mantan Istri Dituduh Menganiaya ART, Andre Taulany Enggan Berkomentar

  • April 30, 2026
Mantan Istri Dituduh Menganiaya ART, Andre Taulany Enggan Berkomentar