UGM Pasang Penjernih Air untuk Warga Terdampak Bencana Aceh

GUNA memenuhi kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh, tim relawan Universitas Gadjah Mada (UGM) memasang instalasi penjernih air di beberapa lokasi prioritas.

Pengajar Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM, Adhy Kurniawan, menjelaskan bahwa kapasitas sistem penjernih air yang dipasang bervariasi, mulai dari 1.900 liter hingga 3.800 liter per hari.

“Air bersih yang dihasilkan mampu memenuhi kebutuhan ribuan warga terdampak bencana yang saat ini mengalami kesulitan akses air bersih,” ujar Adhy dalam keterangannya di Yogyakarta, Sabtu (3/1).

Saat ini, tim UGM telah berhasil memasang sistem penjernih air sederhana di RSUD Bener Meriah sebagai langkah awal untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana.

BACA JUGA  Pemerintah Baru Harus Percepat Peningkatan EBT

Berdasarkan hasil asesmen awal, pemasangan alat penjernih air di Kabupaten Bener Meriah diprioritaskan di Posko Pengungsian Pantan Kemuning, Puskesmas Mesidah, serta Polindes di wilayah Simpur. Selanjutnya, alat penjernih air bertenaga surya akan dipasang di titik-titik prioritas lainnya.

Penjernih air dipasang di puskesmas

Tim relawan UGM juga menggandeng relawan dari Universitas Teuku Umar (UTU) dan Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) dalam upaya penanganan bencana di wilayah Lhoksukon, Aceh Utara, dan Bener Meriah.

Menurut Adhy, ketersediaan air bersih dan listrik menjadi kebutuhan mendasar di wilayah terdampak bencana. Oleh karena itu, penggunaan sistem panel surya dinilai efektif untuk meminimalkan ketergantungan pada pasokan listrik maupun bahan bakar minyak (BBM).

BACA JUGA  UGM Bantah Hambat Kenaikan Jabatan Dosen

“Sistem penjernih air yang dipasang memiliki kapasitas 500 hingga 1.000 GPD, atau setara 1.900 hingga 3.800 liter per hari. Kapasitas ini mampu memenuhi kebutuhan air minum dan air bersih bagi ratusan warga, terutama di posko pengungsian,” pungkasnya. (AGT/S-01)

 

 

 

Siswantini Suryandari

Related Posts

Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

DIREKTORAT Jenderal Imigrasi memperkuat pencegahan dari hulu melalui 21 Desa Binaan Imigrasi dan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA). Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi DIY Yuni Santi Nurani mengatakan, 21…

Penanganan Sampah dan Transformasi Digital Jadi Prioritas Kota Bandung

PENANGANAN masalah sampah dan percepatan transformasi digital menjadi dua agenda strategis yang akan terus diperkuat Pemerintah Kota Bandung dalam membangun kota yang lebih maju dan berkelanjutan. “Tantangan terbesar yang dihadapi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

  • September 25, 2026
Bekuk Singapura di Laga Perdana, Timnas Indonesia Tuntaskan Dendam

Diduga ada Penyimpangan, Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong

  • September 25, 2026
Diduga ada Penyimpangan, Menteri Imipas Cek Lapas Cibinong

Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok Dipenuhi

  • September 25, 2026
Wapres Minta Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang Solok  Dipenuhi

Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

  • September 25, 2026
Temui Sultan, Dirjen Imigrasi Paparkan Upaya Cegah TPPO dari Hulu

Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks

  • September 25, 2026
Komdigi Pastikan Isu Pemadaman Internet Tiga Hari Hoaks

SMAN 21 Bandung Juarai Final Regional AXIS Nation Cup 2026 West Java

  • September 25, 2026
SMAN 21 Bandung Juarai Final Regional AXIS Nation Cup 2026 West Java