Bethlehem Sambut Natal dengan Harapan Baru Pascakonflik

SEBUAH pohon Natal setinggi 15 meter kembali menyala di Manger Square, tepat di depan Gereja Kelahiran Yesus (Church of the Nativity) di Bethlehem, Palestina, pada perayaan Natal tahun ini. Penyalaan pohon Natal tersebut menandai kembalinya perayaan Natal setelah dua tahun vakum, sebagai bentuk solidaritas kepada warga Palestina di Gaza.

Kembalinya perayaan Natal di Bethlehem berlangsung seiring dengan berlakunya gencatan senjata yang masih rapuh di Jalur Gaza. Sementara itu, ratusan ribu warga Gaza masih menghadapi musim dingin di tenda-tenda darurat dan sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan dasar.

Dikutip dari Vatican News, perayaan Natal di kota kelahiran Yesus resmi dibuka oleh Kardinal Pierbattista Pizzaballa, Patriark Latin Yerusalem, yang baru saja kembali dari kunjungannya ke Gereja Keluarga Kudus di Gaza, satu-satunya paroki Katolik di wilayah tersebut. Dalam kunjungan itu, Kardinal menyampaikan kedekatan dan solidaritas Gereja Katolik kepada umat di Gaza.

BACA JUGA  Ketimbang Terima 1000 Pengungsi, Lebih Baik Tingkatkan Kontribusi

Sebagaimana tradisi, Kardinal Pizzaballa membuka rangkaian Natal dengan prosesi dari Yerusalem menuju Bethlehem. Setibanya di Manger Square, ia menyampaikan salam dari komunitas Kristiani kecil di Gaza yang, menurutnya, memiliki tekad kuat untuk bangkit dan membangun kembali kehidupan mereka.

Ia juga mengungkapkan harapan agar Natal tahun ini menjadi Natal yang dipenuhi cahaya, di tengah situasi yang masih penuh tantangan.

Harapan Baru bagi Warga

Kembalinya perayaan Natal di Bethlehem memiliki makna penting di berbagai sisi. Di satu sisi, terdapat harapan bahwa inisiatif perdamaian yang didukung Amerika Serikat dan menghasilkan gencatan senjata dapat membuka peluang bagi warga Palestina untuk memulai kembali proses rekonstruksi.

Di sisi lain, perayaan ini membangkitkan harapan bagi warga Bethlehem untuk kembali bekerja. Sekitar 85 persen keluarga di Bethlehem bergantung langsung maupun tidak langsung pada sektor pariwisata, yang praktis terhenti selama konflik berlangsung.

Selama dua tahun terakhir, para pemilik hotel, pedagang suvenir rohani, sopir taksi, pemilik restoran, hingga pemandu wisata kehilangan mata pencaharian. Bethlehem menjadi salah satu kota yang paling terdampak di Tepi Barat, mengingat keterbatasan sektor industri, aktivitas perdagangan, pertanian, serta minimnya lapangan kerja di sektor publik.

BACA JUGA  Prof. Sami Al-Arian Paparkan Krisis Palestina di Unpad

Kondisi tersebut diperparah dengan berbagai persoalan di Tepi Barat, termasuk pencabutan izin masuk bagi sebagian besar pekerja musiman Palestina ke wilayah Israel dan permukiman, serta pembayaran gaji sebagian bagi pegawai Otoritas Palestina.

Pesan Damai dari Bethlehem

Meski menghadapi berbagai kesulitan, warga Bethlehem tetap menunjukkan ketangguhan dan harapan. Wali Kota Bethlehem, Maher Nicola Canawati, mengatakan bahwa kembalinya perayaan Natal dimaksudkan untuk menyalakan kembali harapan setelah masa sulit yang panjang.

“Setelah dua tahun dalam keheningan, kami percaya telah menyalakan kembali semangat Natal. Warga Bethlehem membutuhkan harapan-harapan akan masa depan yang lebih baik. Dan itulah yang kami lakukan,” ujar Canawati.

Ia menegaskan bahwa pesan dari Bethlehem tidak hanya ditujukan bagi rakyat Palestina, tetapi juga kepada dunia internasional.

BACA JUGA  Pesan Natal Paus Fransiskus: Hentikan Kekerasan di Dunia

“Ini adalah pesan bahwa rakyat Palestina siap untuk perdamaian. Kami mencintai kehidupan,” katanya, seraya menambahkan bahwa Bethlehem kembali siap menyambut para peziarah dan wisatawan. “Bethlehem aman, hotel-hotel sudah dibuka, dan kami siap menerima semua orang.”

Wali Kota Canawati juga menekankan bahwa perayaan Natal di Bethlehem dirasakan oleh seluruh rakyat Palestina, tanpa memandang perbedaan agama.

“Ini seperti perayaan bagi seluruh rakyat Palestina, bukan hanya umat Kristiani. Kami adalah satu bangsa Kristen, Muslim, dan Samaria. Kami saling mencintai, mencintai perdamaian, dan siap memperjuangkan keadilan serta perdamaian yang abadi di tanah kami,” ujarnya. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Resmi Bantu Iran, Houthi Serang Israel dengan Rudal Balistik

KELOMPOK milisi Yaman, Houthi, meluncurkan rudal balistik ke arah Israel pada Sabtu. Serangan itu menandai keterlibatan Houthi dalam perang di Timur Tengah. Juru bicara Houthi menyatakan bahwa kelompok tersebut telah…

Serangan ke Iran Diduga Cara Trump Alihkan Isu Epstein Files

PENYERANGAN Amerika Serikat ke Iran disebut-sebut sebagai upaya Presiden AS Donald Trump untuk mengalihkan isu asusila yang melibatkan dirinya. Pasalnya, skandal yang ada dalam Epstein Files itu mengungkap sejumlah nama…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

UIN Sunan Kalijaga Masuk Ranking V Bidang Hukum Versi Scimago

  • March 30, 2026
UIN Sunan Kalijaga Masuk Ranking V  Bidang Hukum Versi Scimago

Tertular Campak, Dokter Asal Kabupaten Cianjur Wafat 

  • March 30, 2026
Tertular Campak, Dokter Asal Kabupaten Cianjur Wafat 

Para Siswa Sambut Hari Pertama Sekolah dengan Gembira

  • March 30, 2026
Para Siswa Sambut Hari Pertama Sekolah dengan Gembira

Tingkatkan Pelayanan, Manajemen Gembira Loka Zoo Naikkan Harga Tiket

  • March 30, 2026
Tingkatkan Pelayanan, Manajemen Gembira Loka Zoo Naikkan Harga Tiket

Pemprov Jabar Sudah Terapkan WFH

  • March 30, 2026
Pemprov Jabar Sudah Terapkan WFH

Pakar UGM Desak Pemda Buka Ruang Dialog Soal Nasib PPPK

  • March 30, 2026
Pakar UGM Desak Pemda Buka Ruang Dialog Soal Nasib PPPK