Kebakaran Hong Kong 151 Tewas, 30 WNI masih Dicari

JUMLAH korban tewas kebakaan besar Hong Kong meningkat menjadi 151 orang. Peristiwa ini menjadikannya kebakaran hunian paling fatal di dunia sejak 1980.

Polisi menyebut sebagian besar jenazah ditemukan di unit apartemen, lorong, dan tangga; beberapa korban bahkan hanya tersisa abu. Hingga kini, 104 korban telah teridentifikasi. Satu warga negara Filipina serta sembilan WNI dipastikan meninggal, sementara 30 WNI masih hilang, menurut konsulat masing-masing.

Kebakaran terjadi pada Rabu (26/11) lalu di kompleks Wang Fuk Court, Tai Po, yang tengah menjalani renovasi di hampir 2.000 unitnya. Seluruh gedung dilapisi perancah bambu, jaring pelindung, dan papan busa yang mudah terbakar.

Pemerintah Hong Kong mengumumkan bahwa 7 dari 20 sampel jaring pelindung yang diuji tidak memenuhi standar tahan api. “Kami percaya jaring yang tidak sesuai standar, ditambah bahan papan busa, menjadi penyebab utama cepatnya api menjalar,” kata Sekretaris Keamanan Chris Tang, Senin (1/12).

BACA JUGA  Dua WNI Meninggal dalam Kebakaran Hong Kong

Dalam penyelidikan gabungan, kepolisian dan komisi antikorupsi menahan 14 orang, termasuk 13 tersangka pembunuhan. Wakil pemimpin Hong Kong, Eric Chan, menyebut mereka “memalukan” dan “licik” karena diduga sengaja menggunakan jaring murah berkualitas rendah dan menempatkannya di area yang sulit diperiksa.

Lebih dari 1.900 keluarga telah mendaftar untuk bantuan tunai darurat sebesar HK$10.000, sementara sekitar 2.400 orang memanfaatkan fasilitas hunian sementara pemerintah. Warga juga terus berdatangan ke taman dekat lokasi kebakaran untuk meletakkan bunga dan pesan belasungkawa.

Di tengah desakan publik untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah, polisi dilaporkan menangkap seorang mahasiswa, Miles Kwan, dengan tuduhan “niat hasutan” setelah membagikan selebaran kritik atas penanganan pemerintah. Petisi daring yang memuat tuntutannya menarik lebih dari 10.000 tanda tangan sebelum dihapus. (*/S-01)

BACA JUGA  Yayasan Jack Ma Sumbang HK$30 Juta untuk Korban Kebakaran

Siswantini Suryandari

Related Posts

Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

TIM voli Jakarta Bhayangkara Presisi sukses melewati rintangan pertamanya di ajang AVC Men’s Volleyball Champions League 2026. Saat  menghadapi wakil Kazakhstan, Zhaiyk pada laga pertamanya di GOR Terpadu A. Yani,…

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

SEORANG ibu bersama anaknya terkubur bencana tanah longsor yang menimpa sebuah rumah di Desa Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu (13/5). Namun berkat kerja keras Tim SAR…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC

  • May 13, 2026
Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC

Program Terpujilah GURU dari Sumedang Dirilis Telkomsel

  • May 13, 2026
Program Terpujilah GURU dari  Sumedang Dirilis Telkomsel

Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

  • May 13, 2026
Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

  • May 13, 2026
Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

  • May 13, 2026
Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

  • May 13, 2026
Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara