
HAMPIR 100 negara, termasuk hampir 40 kepala negara dan pemerintahan, mengumumkan atau menegaskan komitmen baru mereka dalam upaya penanganan perubahan iklim menjelang Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP30) yang akan digelar di Belém, Brasil, November mendatang.
Deklarasi ini disampaikan dalam KTT Iklim yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, di sela-sela sidang ke-80 Majelis Umum PBB di New York.
“Sains menuntut tindakan. Hukum memerintahkannya. Ekonomi mendorongnya. Dan rakyat menyerukannya,” tegas Guterres dalam pidato pembukaannya.
Komitmen Baru Cakup Mayoritas Emisi Dunia
Sekitar 100 negara peserta Paris Agreement yang mewakili dua pertiga total emisi gas rumah kaca global kini telah menyerahkan atau mengumumkan target kontribusi nasional (NDC) baru untuk mempercepat aksi iklim.
Untuk pertama kalinya, beberapa ekonomi besar seperti Tiongkok — penghasil emisi terbesar dunia — serta Nigeria, menetapkan target pengurangan emisi yang mencakup seluruh sektor dan jenis gas rumah kaca. Negara lain memaparkan rencana ambisius di bidang energi terbarukan, pengendalian emisi metana, perlindungan hutan, dan transisi dari bahan bakar fosil.
Para pemimpin dunia menegaskan bahwa percepatan transisi energi dapat membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan memperkuat ketahanan energi. Negara berkembang menyoroti pentingnya memasukkan aspek adaptasi, ketahanan, serta kompensasi kerugian (loss and damage) dalam NDC mereka, sekaligus menekankan perlunya dukungan pendanaan yang lebih besar.
Dekade Aksi Iklim Global Dimulai dari Belém
Meski sejumlah capaian baru tercapai, para pemimpin mengakui masih ada kesenjangan ambisi untuk menjaga kenaikan suhu global di bawah 1,5°C. Serangkaian Dialog Solusi Iklim yang digelar oleh PBB dan Brasil sepanjang pekan ini menyoroti bahwa teknologi dan inovasi untuk dekarbonisasi energi, transportasi, industri, serta pelindungan hutan sebenarnya sudah tersedia. Tantangannya kini adalah mempercepat penerapannya.
Menjelang COP30, Sekjen PBB menyerukan seluruh negara yang belum menuntaskan NDC mereka agar segera melakukannya.
“COP30 di Brasil harus menghasilkan rencana global yang kredibel untuk menempatkan kita kembali di jalur yang benar,” ujarnya.
Menutup KTT Iklim, Wakil Sekjen PBB Amina Mohammed menyampaikan, “Para pemimpin dunia telah berdiri bersama untuk menunjukkan bahwa di tengah perpecahan dan ketidakpastian, tekad melawan krisis iklim tetap kuat.”
Dialog Solusi Iklim
Sebelum KTT berlangsung, PBB dan Brasil juga mengadakan serangkaian Climate Solutions Dialogues untuk mempercepat implementasi Paris Agreement dengan melibatkan pemerintah, sektor swasta, masyarakat sipil, dan lembaga keuangan.
Isu yang dibahas mencakup:
- Adaptasi iklim
- Infrastruktur digital publik
- Sistem peringatan dini dan cuaca ekstrem
- Transisi energi
- Pembiayaan iklim
- Dekarbonisasi industri
- Integritas informasi
- Pengurangan emisi metana
- Peran aktor non-negara0
- Perlindungan hutan tropis melalui Tropical Forests Forever Facility. (UNFCCC/S-01)









