Presiden Korea Selatan Aktif Pengaruhi Pendukungnya

PRESIDEN Korea Selatan Yoon Suk Yeol hingga sekarang belum bisa dimakzulkan, apalagi dipenjara. Ia tetap aktif memengaruhi pendukungnya,

Ia masih menjadi Presiden Korea Selatan berkuasa meski dorongan pemakzulan begitu kuat di Majelis Nasional maupun rakyat Korsel yang setiap hari demo di depan Istana Presiden.

Yoon Suk Yeol, 64 tahun kini terisolir di rumahnya sendiri yang dijaga ketat.

Dari kediamannya itu Yoon terus mendorong pendukung garis keras untuk bergabung dalam perjuangannya menyelamatkan negara dari kekuatan anti negara.

Meskipun terblokir, ia tetap aktif memengaruhi rakyat dan pendukungnya bahwa ada kekuatan antinegara yang mengancam Korea Selatan.

Dalam selembar suratnya, Jumat (3/1) yang ditandatangani dengan nama Presiden Yoon Suk Yeol tertulis kata-kata patriotisme yang penuh semangat dan membara. Yoon mengajak pendukungnya untuk menyelamatkan demokrasi.

BACA JUGA  Sidang Pemakzulan Presiden Korea Selatan 14 Juni

Yoon yang memenangkan pemilihan presiden pada 2022 seharusnya menjabat selama lima tahun sebagai Presiden Korea Selatan.

Namun dalam  setengah perjalanan pemerintahannya, ia memberlakukan hukum darurat militer pada 3 Desember malam. Hal itu mengejutkan dan membuat marah rakyat Korea Selatan.

Ia diskors dari tugasnya setelah dimakzulkan oleh parlemen pada 14 Desember karena upaya menerapkan hukum darurat militer tersebut.

Nasib politiknya kini berada di tangan Mahkamah Konstitusi. Kini rumahnya dijadikan benteng terakhir Yoo sebelum diadili dan dimakzulkan.

Tindakan Yoon ini dianggap mengkhawatirkan dan langkah yang diambilnya telah menjadi ancaman bagi Korea Selatan.

Partai Demokrat merupakan partai oposisi menuduh Yoon sebagai pribadi yang senang berkhayal.

BACA JUGA  Yoon Suk Yeol Dituduh Perintahkan Pengawal Bersenjata

Sementara itu Partai Kekuatan Rakyat (People Power Party) merupakan parpol menaungi Yoon menuduh oposisi telah menyudutkan Yoon dan keluarganya dengan sangat kejam. Termasuk upaya penyelidikan khusus dan pemakzulan. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Gebuk India, Timnas Voli Indonesia Melenggang ke Final AVC Cup

PERFORMA apik kembali dipertontonkan Timnas voli putra Indonesia. Saat menghadapi tuan rumah India pada semifinal AVC Cup 2026 di Amdavad, Sabtu (27/6/2026) malam, skuat Merah Putih menang 3-2 (15-25, 26-24,…

AS dan Iran Kembali Saling Serang meski Sudah Berdamai

AMERIKA Serikat dan Iran dilaporkan kembali saling melancarkan serangan kendati sudah ada kesepakatan damai. AS dilaporkan telah menyerang sejumlah lokasi di sepanjang pesisir selatan Iran. Iran pun mengecam serangan tersebut.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Rektor UGM Dianugerahi Gelar Doktor Honoris Causa dari University of Dundee

  • June 28, 2026
Rektor UGM Dianugerahi Gelar Doktor Honoris Causa dari University of Dundee

Aljazair dan Austria Susul Argentina ke Babak 32 Besar

  • June 28, 2026
Aljazair dan Austria Susul Argentina ke Babak 32 Besar

Kolombia, Portugal, dan Kongo Lolos ke 32 Besar dari Grup K

  • June 28, 2026
Kolombia, Portugal, dan Kongo Lolos ke 32 Besar dari Grup K

Inggris Juara Grup, Kroasia Jadi Runner-up

  • June 28, 2026
Inggris Juara Grup, Kroasia Jadi Runner-up

Gebuk India, Timnas Voli Indonesia Melenggang ke Final AVC Cup

  • June 28, 2026
Gebuk India, Timnas Voli Indonesia Melenggang ke Final AVC Cup

AS dan Iran Kembali Saling Serang meski Sudah Berdamai

  • June 27, 2026
AS dan Iran Kembali Saling Serang meski Sudah Berdamai