Revrisond Baswir: Program MBG Hakikat Pembangunan Manusia

EKONOM Senior Universitas Gadjah Mada Dr Revrisond Baswir  menilai program Makan Bergizi Gratis yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto merupakan terobosan yang luar biasa seharusnya dimulai sejak dahulu.

“Program makan bergizi itu merupakan satu terobosan yang saya anggap luar biasa. Kenapa? Karena dengan program itu ada ketegasan,” kata Dr Revrisond Baswir, Selasa (4/2).

“Ada ketegasan nomor satu bahwa pembangunan itu hakikatnya adalah pembangunan manusia,” jelasnya.

Menurutnya pembangunan tersebut sudah sepatutnya jangan dipisahkan dari manusia. Selama ini sering kali orang berpikir bahwa pembangunan dan manusia merupakan hal yang tak saling berhubungan.

Padahal pada kenyataannya tidak demikian. Nyatanya, manusia dan pembangunan saling beriringan dan memengaruhi.

Ia menegaskan jika dilihat melalui sudut pandang ekonomi, melalui pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, jelas bahwa pasal 33 itu mengamanatkan kepada bangsa ini untuk melaksanakan demokratisasi ekonomi.

BACA JUGA  27 Ribu UMKM Disiapkan untuk Program Makan Bergizi Gratis

Jadi, rakyat dalam perekonomian Indonesia seharusnya diposisikan sebagai subjek, bukan hanya sebagai objek saja.

Kemudian, secara operasional, posisi rakyat sebagai subjek itu harus diterjemahkan.

Dengan cara rakyat juga memiliki alat-alat produksi dan juga modal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang ada.

“Jadi di Indonesia ini rakyat itu tidak cukup kalau hanya pekerja,” jelas Revisond.

Revrisond Baswir sebut ada tiga modal rakyat

Pakar Ekonomi Pancasila ini menegaskan bahwa ada tiga modal yang seharusnya dimiliki oleh rakyat, yaitu modal intelektual, institusional, dan modal material.

Kemudian, rangkaian ini sudah seharusnya dipenuhi secara berurutan. Semuanya, dimulai dari modal intelektual terlebih dahulu sebelum beralih ke modal-modal lainnya.

Dan melalui program makan siang bergizi ini lah, menurutnya, modal intelektual tersebut akan terbentuk.

Ia menambahkan bahwa melalui program ini pula, pemerintah dapat lebih memberdayakan masyarakat, terlebih daerah-daerah di luar pusat.

BACA JUGA  Program Makan Bergizi Gratis di Jateng Capai 6,3 Juta Penerima

Hal ini dikarenakan secara kenegaraan, Indonesia memiliki kondisi wilayah yang berbeda beda dan tidak bisa disamakan daerah satu dengan yang lainnya.

Revrisond Baswir memaparkan  adanya program makan siang gratis bergizi ini, dapat tercipta desentralisasi.

Pemerintah daerah akan mengatur program makanan bergizi ini sesuai dengan kondisi wilayah mereka masing-masing.

Peredaran uang akan berputar dan kembali pada wilayah tersebut dan memeratakan ekonomi masyarakat.

Peluang pemberdayaan warga sekitar pun terbuka lebar, dan dapat dilakukan dengan merekrut masyarakat melalui berbagai cara.

Namun program Makan Bergizi Gratis seharusnya tidak memberatkan rakyat dan tidak membebani APBD untuk berlangsungnya program tersebut.

“Jangan hanya melimpahkan ke daerah, karena (mereka) tidak ada uang, lalu jumlahnya cukup besar, ada juga yang merisaukan, ada batas maksimal tidak untuk alokasinya? ” tuturnya.

BACA JUGA  FAGI Desak Polisi Usut Kasus Keracunan MBG

Oleh karena itu, Revrisond mengingatkan pemerintah untuk lebih berhemat, jangan boros, dan lebih selektif dalam berbelanja, serta memangkas hal-hal yang sekiranya tidak perlu.

Pemerintah harus berpikir bagaimana caranya untuk meningkatkan pendapatan untuk mencari dana demi keberlangsungan program ini tanpa berutang atau pangkas anggaran.

Program ini, katanya  sejatinya bukan belas kasih pemerintah, melainkan bentuk dari hak asasi rakyat yang seharusnya pemerintah penuhi.

Ia berharap, rakyat akan lebih sadar akan perannya, dan turut andil dengan terus bersuara dan memberikan gagasan mereka. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

John Herdman hingga Maarten Paes Acungi Jempol, Skuad Garuda Unjuk Jiwa Petarung di FIFA ASEAN Cup 2026

Kepala pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan apresiasi tinggi atas daya juang anak asuhnya. Skuad Garuda bermain imbang melawan Malaysia dengan skor 0-0 pada laga kedua Grup A FIFA ASEAN…

Imbang 0-0 Lawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Kapten Kevin Diks Minta Perjuangan Skuad Garuda Berlaga dengan 10 Pemain Dihargai

Kapten Timnas Indonesia, Kevin Diks, mengungkapkan kekecewaa terhadap respons sebagian penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) setelah Indonesia bermain imbang 0–0 melawan Malaysia pada laga kedua Grup A,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Sambut HUT Lalu Lintas ke-71, Polda DIY Gelar Gerakan Pasar Murah

  • September 29, 2026
Sambut HUT Lalu Lintas ke-71, Polda DIY Gelar Gerakan Pasar Murah

BPKH Ajak Generasi Muda UIN Sunan Kalijaga Persiapkan Haji Sejak Dini

  • September 29, 2026
BPKH Ajak Generasi Muda UIN Sunan Kalijaga Persiapkan Haji Sejak Dini

Program Lestari PT BGR Minamas Raih Silver CSR & PDB Award

  • September 29, 2026
Program Lestari PT BGR Minamas Raih Silver CSR & PDB Award

Peringati Hari Batik Nasional, para Siswa Belajar Membatik

  • September 29, 2026
Peringati Hari Batik Nasional, para Siswa Belajar Membatik

Rektor UIN Sunan Kalijaga Dorong Integrasi-Interkoneksi Keilmuan

  • September 29, 2026
Rektor UIN Sunan Kalijaga Dorong Integrasi-Interkoneksi Keilmuan

Polsek Depok Timur Tangkap Remaja yang Bawa Senjata Tajam

  • September 29, 2026
Polsek Depok Timur Tangkap Remaja yang Bawa Senjata Tajam