Sejarah Nama Februari di Kalender Masehi

BULAN kedua pada kalender Masehi adalah Februari. Bagaimana sejarah nama Februari bisa tercipta?

Nama Februari berasal dari bahasa Latin “Februarius”, yang diambil dari kata “Februa” atau “Februum”, yang berarti “penyucian” atau “pemurnian.”

Sejarah Nama Februari

  1. Festival Penyucian Romawi Kuno (Februa)
    • Februari dinamai berdasarkan Februa, sebuah ritual penyucian yang dilakukan oleh bangsa Romawi setiap tanggal 15 Februari.
    • Ritual ini bertujuan untuk membersihkan diri dan kota dari roh jahat serta mempersiapkan awal tahun baru (yang dulu dimulai pada Maret).
  1. Penyesuaian Kalender Romawi
    • Awalnya, kalender Romawi hanya memiliki 10 bulan, dari Maret (Martius) hingga Desember (December).
    • Sekitar abad ke-8 SM, Raja Romawi Numa Pompilius menambahkan dua bulan baru: Januarius (Januari) dan Februarius (Februari) untuk menyesuaikan kalender dengan siklus bulan.
    • Februari menjadi bulan terakhir dalam tahun kalender Romawi pada saat itu.
  1. Pergeseran ke Kalender Julian dan Gregorian
    • Pada tahun 46 SM, Julius Caesar memperkenalkan Kalender Julian, yang menjadikan Januari sebagai bulan pertama dalam setahun, sehingga Februari berpindah ke posisi kedua.
    • Kalender Julian juga menetapkan bahwa Februari memiliki 28 hari dalam tahun biasa dan 29 hari dalam tahun kabisat untuk menyesuaikan dengan tahun matahari.
    • Pada tahun 1582, Paus Gregorius XIII memperkenalkan Kalender Gregorian, yang masih kita gunakan hingga sekarang.

Fakta Unik tentang Februari

  • Februari adalah satu-satunya bulan yang bisa memiliki 28 atau 29 hari tergantung pada tahun kabisat.
  • Dalam kalender Romawi kuno, Februari awalnya memiliki 30 hari, tetapi kemudian dikurangi menjadi 28 hari oleh Kaisar Augustus untuk menyesuaikan panjang bulan dengan Juli (Julius) dan Agustus (Augustus).
  • Di beberapa budaya, Februari dianggap sebagai bulan cinta karena adanya Hari Valentine pada 14 Februari. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

  • Blog
  • July 24, 2026
Sri Sultan Bahas Isu Kebangsaan Bersama Gerakan Nurani Bangsa

GUBERNUR  Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menerima silaturahmi para tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Keraton Kilen, Kompleks Keraton Yogyakarta, Kamis (23/7)…

Manohara Hotel Tawarkan Jelajah Goa Jomblang

THE Manohara Hotel Yogyakarta terus berinovasi. Mereka mengajak para tamu untuk mengikuti paket wisata dengan menjelajahi destinasi unik dan ikonik di Yogyakarta, Jomblang Cave Excursion Package. Sebagai hotel berbintang yang…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

  • August 14, 2026
Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden

  • August 14, 2026
Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden

UIN Sunan Kalijaga Buka Prodi Baru D4 Teknologi Produksi Halal

  • August 14, 2026
UIN Sunan Kalijaga Buka Prodi Baru D4 Teknologi Produksi Halal

IDN Bantu Tingkatkan Kompetensi Warga di Kawasan Candi Prambanan

  • August 14, 2026
IDN Bantu Tingkatkan Kompetensi Warga di Kawasan Candi Prambanan

Dukung Pengelolaan Sampah, KKN UGM Hadirkan Kompor Roket di Pulau Bawean

  • August 14, 2026
Dukung Pengelolaan Sampah, KKN UGM Hadirkan Kompor Roket di Pulau Bawean

Polsek Sleman Selidiki Pembuang Bayi di Zona Klitikan Pasar Sleman

  • August 14, 2026
Polsek Sleman Selidiki Pembuang Bayi di Zona Klitikan Pasar Sleman