
KEPALA Perwakilan Bank Indonesia DIY, Ibrahim mengatakan tekanan inflasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada akhir tahun cenderung meningkat.
Bersumber baik dari sisi permintaan terutama meningkatnya kebutuhan untuk perayaan hari besar keagamaan nasional (HKBN) dan libur akhir tahun.
Sementara dari sisi penawaran, pasokan komoditas tanaman pangan dan hortikultura cenderung berkurang seiring masa panen raya yang telah berlalu.
Hal itu disampaikan Ibrahim di depan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah DIY, Senin (25/11) yang mengusung tema kesiapan pemerintah daerah menghadapi Natal dan Tahun Baru.
“Mencermatihal itu, ada usulan rekomendasi pengendalian inflasi jangka pendek maupun jangka panjang meliputi sisi hulu, sisi antara, dan sisi hilir,” ujarnya.
Yaitu mendorong petani untuk tetap berproduksi melalui kepastian penyerapan pasokan dan pengelolaan ekspektasi produsen.
Pendampingan dan fasilitasi peningkatan produksi dan kualitas, serta kepastian penyerapan (off-taker).
Serta memperkuat data Neraca Pangan untuk memudahkan tracking komoditas pangan strategis yang mendukung Kerjasama Antar Daerah. Termasuk ketersediaan BBM, distribusi LPG di masyarakat.
Jaga stabilitas adanya tekanan inflasi
Sementara Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menekankan pentingnya peranan sinergi antar lembaga dan daerah dalam menjaga stabilitas inflasi
Sehingga mendukung kinerja ekonomi, keterjangkauan harga komoditas dan daya beli masyarakat.
Isu-isu strategis utamanya terkait pengelolaan sampah juga perlu mendapat perhatian serius dan menjadi tanggung jawab bersama untuk menjamin kenyamanan seluruh masyarakat.
Mengingat sektor pariwisata merupakan sektor penggerak ekonomi utama di DIY.
“Secara umum dapat disimpulkan bahwa kondisi pasokan di DIY stabil dan diharapkan dapat mencukupi kebutuhan pasokan Nataru 2024,” kata Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Herum Fajarwati membahas perkembangan inflasi DIY sepanjang 2024.
Berdasarkan rilis BPS, IHK DIY tercatat inflasi sebesar 0,09% (mtm) pada Oktober 2024. Sehingga secara kumulatif mencapai 0,57% (ytd).
Dengan perkembangan tersebut, inflasi secara year-on-year sebesar 1,57%. Adapun inflasi tertinggi di tahun 2024 yaitu sebesar 0,43% (mtm) yang disumbang saat Ramadan dan Idul Fitri 1445H. (AGT/S-01)








