FK Undip tidak Menutupi Proses Investigasi Kematian dr Aulia

FAKULTAS Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang terbuka terhadap proses investigasi yang sedang berlangsung atas meninggalnya mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), dr Aulia Risma Lestari.

“Kami terbuka untuk investigasi dan tidak akan menutupi,” kata Dekan FK Undip Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko, saat konferensi pers, di Semarang, Jumat (23/8).

Saat ini investigasi telah dilakukan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Kesehatan dan Kemendikbud Ristek. Ditambah dengan penyelidikan polisi.

“Kami terbuka bila itjen maupun kepolisian menemukan kesalahan dengan bukti yang kuat,” kata Yan Wisnu Prajoko.

“ Kami pun akan bertindak yang sama memberikan sanksi yang berat sesuai perundangan yang berlaku,” tegasnya.

BACA JUGA  UNDIP Kirim 57 Tim dalam Program Ekspedisi Patriot

Ia menyebutkan ada sembilan rekan seangkatan mendiang dr Aulia di PPDS Anestesi Undip yang telah dimintai keterangan.

Kemudian kaprodi, kepala kelompok staf medis (KKSM) Anestesi RSUP dr Kariadi, hingga tenaga admin.

“Kami membuka dan memberi izin. Jadi, itu wujud kami tidak menutupi. Kalau tidak salah, ada dari Polda Jateng dan Polrestabes,” terang Yan.

Proses pendidikan untuk mahasiswa PPDS Undip memang lebih banyak di RSUP dr Kariadi Semarang, yakni 90 persen. Sementara sisanya di kampus Undip.

“Seperti saya sampaikan tadi, interaksi di dalam pendidikan lebih banyak di RS. Tapi yang namanya perundungan kan bisa terjadi di mana saja, termasuk di luar aktivitas pendidikan,” katanya.

BACA JUGA  Terumbu Karang Buatan Karya Undip Masuk Program Hilirisasi

Ia menjelaskan bahwa FK Undip telah membentuk tim investigasi internal bersifat adhoc setelah dr Aulia ditemukan meninggal dunia.

Hasil dari investigasi internal sejauh ini tidak ditemukan adanya aspek perundungan yang menjadi penyebab kematian dr Aulia Risma.

Tim investigasi FK Undip melihat rekam jejak setelah 1-2 hari meninggalnya dr Aulia Risma. Tim juga melihat rekam selama pendidikan.

“Kami menyimpulkan kondisi dialami almarhumah tidak ada aspek perundungan yang melatarbelakangi,” ungkapnya.

Yan mengatakan bahwa pihaknya tetap menunggu hasil investigasi yang sedang berjalan, baik dari dua itjen maupun kepolisian.  (*/S-01)

BACA JUGA  Nova Riyanti Yusuf Lakukan Autopsi Psikologis Kematian dr Aulia

Siswantini Suryandari

Related Posts

Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

PEMERINTAH Kabupaten Sleman memantau langsung pelaksanaan Musyawarah Kalurahan Pemilihan Lurah Pergantian Antar Waktu (PAW) Tahun 2026 yang berlangsung di lima kalurahan di wilayah Kabupaten Sleman, Minggu. Pelaksanaan Pemilihan Lurah PAW …

Kota Bandung Alami Kemajuan dalam Pelayanan Publik dan Investasi

SAAT memasuki usia ke-216 tahun, Kota Bandung terus menunjukkan kemajuan dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Berbagai penghargaan yang diraih sepanjang 2026 menjadi bukti bahwa upaya reformasi birokrasi dan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

  • September 27, 2026
Sleman Siap Gelar Musyawarah Kalurahan Pergantian Lurah Antarwaktu

Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

  • September 27, 2026
Lulusan UPN Yogyakarta Diminta tidak hanya Fokus Kejar Karier

Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

  • September 27, 2026
Warisan tak Ternilai dan Kekal dari Prof Widagdo

Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit

  • September 27, 2026
Hadir di Bandung, MAPrivilege Tawarkan Beragam Benefit

Kota Bandung Alami Kemajuan dalam Pelayanan Publik dan Investasi

  • September 27, 2026
Kota Bandung Alami Kemajuan dalam Pelayanan Publik dan Investasi

128 Peserta Ikuti Kejuaraan Domino ORADO Piala Panglima TNI

  • September 27, 2026
128 Peserta Ikuti Kejuaraan Domino ORADO Piala Panglima TNI