Upacara Bendera di Tengah Sawah Simbol Bahagiakan Petani

RATUSAN warga asal Banjar Blungbang, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung, Bali memperingati Hari Kemerdekaan RI dengan cara unik.

Seluruh peserta upacara berada di tengah sawah nan hijau. Pemimpin upacara juga  di tengah sawah. Tiang bendera juga ditanam di tengah sawah.

Para perangkat upacara lainnya juga berada di tengah petak sawah milik beberapa warga setempat.

Apel bendera dilakukan di tengah sawah tanpa merusak tanaman padi yang sedang mengeluarkan bulirnya.

Mulai persiapan sampai upacara bendera berlangsung di tengah sawah, tidak ada satu batang padi pun yang terinjak atau hancur.

Gerak gerik peserta dan para perangkat upacara dilakukan sedemikian rupa dengan tidak merusak padi dan suasan tetap hikmat.

BACA JUGA  Tahapan Hari Raya Nyepi Perlu Diketahui Publik

Ketua Panitia Wayan Suyasa yang juga adalah Wakil Bupati Kabupaten Badung mengatakan inisiatif upacara bendera di tengah sawah sangat kontekstual dengan filosofi .

Mayoritas masyarakat setempat bekerja sebagai petani.

“Makanya pemerintah harus bahagiakan dulu petaninya baru mengajak orang menjadi petani,” kata Wayan Suyasa, Sabtu (17/8).

Selama ini petani itu hanya menjadi life style dan menjadi jualan politik di saat kampanye.

“Menjadi petani itu belum bahagia. Ini tugas pemerintah di masa yang akan datang untuk membahagiakan petani,” ujarnya.

Regulasi yang pro lingkungan hidup yang organik, sehat sejahtera. Hal ini bisa dilakukan dengan kredit murah, pemberian bibit gratis, pupuk gratis.

Kemudian  pasar produk pertanian dengan nilai jual yang tinggi. Semua dilakukan secara konsisten dan menyeluruh.

BACA JUGA  Oknum Polisi Polda Bali yang Fotonya Viral Pernah Diperiksa Terkait Plat Palsu

“Selalu orang berbicara banggalah sebagai petani, tapi sepanjang mereka belum bahagia maka tidak bisa kita bangga sebagai petani,” sebut Wayan Suyasa.

“Sekarang kita balik, bahagiakan petaninya dulu baru kita bangga menjadi petani.  Inilah perjuangan panjang sebagai moment semangat perayaan 17 Agustus 2024 kali ini di tengah sawah,” pungkasnya.

Perayaan di tengah sawah ini juga menjadi spirit bagi kaum muda untuk menjadi petani. Di Kabupaten Badung memang sumber PAD dari sektor pariwisata. Tetapi sektor pertanian tetap menjadi nomor satu. (Aci/S-01)

BACA JUGA  Pernah Tolak Piala Dunia U-20, Wayan Koster Akhirnya Minta Maaf

Siswantini Suryandari

Related Posts

Dinkes Temukan 30 Anak Positif Campak di Tasikmalaya

DINAS Kesehatan kota Tasikmalaya menemukan 30 orang positif campak berdasarkan pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jabar. Kasus penyakit tersebut, ditemukan awal Januari hingga Maret dan kini semua pasien sudah sembuh setelah…

Harga Kebutuhan Barang Pokok di Jabar Mulai Turun

HARGA kebutuhan barang pokok di Jawa Barat terpantau mulai turun pasca-Idulfitri 2026. Penurunan tersebut terjadi karena pasokan stabil, permintaan yang kembali normal dan berbagai langkah pengendalian harga dari Pemprov Jabar..…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Impor Sapi, Domba dan Unta dari Australia Dorong Swasembada Pangan

  • March 30, 2026
Impor Sapi, Domba dan Unta dari Australia Dorong Swasembada Pangan

Penalti Marin Petkov Pupus Impian Indonesia Juarai FIFA Series

  • March 30, 2026
Penalti Marin Petkov Pupus Impian Indonesia Juarai FIFA Series

Satu Personel RI di UNIFIL Gugur, Menlu Sampaikan Duka

  • March 30, 2026
Satu Personel RI di UNIFIL Gugur, Menlu Sampaikan Duka

Dinkes Temukan 30 Anak Positif Campak di Tasikmalaya

  • March 30, 2026
Dinkes Temukan 30 Anak Positif Campak di Tasikmalaya

Harga Kebutuhan Barang Pokok di Jabar Mulai Turun

  • March 30, 2026
Harga Kebutuhan Barang Pokok di Jabar Mulai Turun

Dua Korban Terseret Arus di Cianjur Ditemukan Meninggal

  • March 30, 2026
Dua Korban Terseret Arus di Cianjur Ditemukan Meninggal