
BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat selama seminggu dari Jumat (5/7) hingga Kamis (11/7), kawasan puncak Gunung Merapi diguncang dengan 1.098 gempa.
Kepala BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Santosa dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/7) menjelaskan gempa terbanyak mengguncang puncak Gunung Merapi adalah gempa RF (Rock Fall) atau guguran yang mencapai 522 kali.
Disusul dengan gempa fase banyak atau hybrid yang tercatat sebanyak 452 kali.
“Kegempaan lainnya adalah Vulkanik Dangkal atau VTB sebanyak 98 kali, low requency dan tektonik masing-masing 13 kali,” kata Agus Budi Santosa.
Dalam pengamatan sepekan juga terjadi satu kali awan panas guguran yang mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Sungai Bebeng.
Jarak luncur 1.300 meter sedangkan guguran lava terjadi sebanyak 131 kali yang kesemuanya juga mengarah ke barat daya atau ke hulu Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter dari puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Merapi di Babadan (Magelang) dan di Kaliurang (Sleman) melaporkan terdengar delapan kali suara guguran dengan intensitas kecil hingga sedang.
Lebih lanjut Agus mengungkapkan, suhu tertinggi di kawasan puncak tercatat mencapai 219,4 derajat Celsius.
Masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” kata Agus. (AGT/S-01)







