
PEMERINTAH Kabupaten Sleman menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Untuk itu mereka terus memantau langsung di agen dan pangkalan elpiji guna memastikan kelancaran distribusinya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto menjelaskan bahwa alokasi kuota elpiji 3 kilogram untuk wilayah Sleman pada 2026 mencapai 47.014 metrik ton (MT) atau setara dengan 15.671.333 tabung.
Namun sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kelangkaan saat hari libur nasional, pemerintah daerah telah mengajukan tambahan kuota fakultatif secara bertahap.
“Pengajuan penambahan tersebut mencapai puncaknya pada Maret dengan tambahan sebesar 219.360 tabung, untuk mengimbangi lonjakan permintaan masyarakat pada bulan Ramadan hingga lebaran.” kata Sekda.
Ajukan kuota tambahan
Pemkab Sleman, tegasnya ingin memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan elpiji melon. Oleh karena itu, jelasnya Pemerintah Kabupaten Sleman telah mengajukan tambahan kuota fakultatif kepada Pertamina, untuk menutup kekosongan pengiriman saat hari libur nasional.
Ia berharap dengan penambahan ini, kebutuhan rumah tangga maupun usaha mikro dapat terpenuhi dengan baik dan tidak ada kelangkaan.
Terkait harga, Susmiarto menegaskan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kg tetap stabil mengacu pada Keputusan Gubernur DIY Nomor 457/KEP/2024. Harga di tingkat pangkalan ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung, dengan dukungan distribusi dari 38 agen dan 2.802 pangkalan di seluruh Sleman.
Selain ketersediaan stok, aspek perlindungan konsumen juga menjadi prioritas melalui pengecekan ketepatan volume gas oleh UPTD Metrologi Legal.
Kesiapan SPBU
“Berdasarkan hasil pengecekan sampel secara acak dari tingkat SPPBE hingga pengecer, volume elpiji 3 kg yang beredar di wilayah Sleman masih memenuhi ambang batas yang ditetapkan, yaitu 8 kg dengan toleransi plus-minus 90 gram,” jelasnya.
Masyarakat, katanya tidak perlu khawatir mengenai isi tabung karena pengawasan takaran terus dilakukan secara ketat.
Selain elpiji, pemantauan juga menyasar kesiapan 51 SPBU dan 27 Pertashop di wilayah Sleman. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman juga aktif melakukan uji tera pada alat pengisian bahan bakar guna menjamin keadilan bagi konsumen.
Tidak panic buying’
Susmiarto mengimbau masyarakat agar tidak terjebak dalam perilaku belanja berlebih atau panic buying yang justru dapat mengganggu stabilitas pasar.
“Pemkab telah berkomunikasi dengan PT Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas bahwa kebutuhan BBM dan elpiji bersubsidi akan tercukupi selama masa libur Idul Fitri. Kami mohon masyarakat belanja dengan bijak sesuai kebutuhan saja. Jika ditemukan indikasi kecurangan takaran atau kelangkaan stok, segera laporkan melalui kanal Lapor Sleman atau Call Center Pertamina 135 agar bisa segera kami tindak lanjuti,” ujarnya. (AGT/H-2)








