Pengamat Nilai Joget Pejabat Sinyal Krisis Etika di Lingkar Kekuasaan Purwakarta

SEBUAH video di media sosial yang menayangkan  ibu-ibu tengah berjoget dalam sebuah kegiatan bernuansa kekuasaan menuai sorotan publik di Kabupaten Purwakarta.

Pasalnya aksi itu terjadi di tengah kondisi masyarakat yang masih menghadapi tekanan ekonomi dan tuntutan peningkatan pelayanan publik. Tidak pelak video tersebut dinilai bisa memunculkan kegelisahan.

Pengamat sosial dan kebijakan publik, Agus M Yasin mengungkapkan hal tersebut. Menurut dia peristiwa itu bukan sekadar hiburan, melainkan mencerminkan adanya penurunan sensitivitas etika di lingkungan kekuasaan.

“Ini bukan soal boleh atau tidak berjoget, tetapi soal kepekaan yang mulai hilang. Di saat masyarakat menuntut kerja nyata dan empati dari para pemangku kebijakan, yang justru muncul adalah simbol-simbol euforia,” ujar Agus, Senin  (18/5/2026).

BACA JUGA  Fortusis Dukung Pembatasan Akses Medsos untuk Anak

Melekat dengan jabatan

Menurutnya, ketika sebuah kegiatan melekat dengan atribut jabatan, berlangsung dalam forum resmi maupun semi-resmi, serta bersinggungan dengan fasilitas negara, maka persoalan tersebut tidak lagi dipandang sebagai urusan pribadi semata.

Ia menegaskan, figur yang berada di lingkar kekuasaan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kepantasan, keteladanan, dan wibawa institusi pemerintahan di ruang publik.

“Ketika standar etika itu dilanggar, yang terdampak bukan hanya citra individu, tetapi juga marwah pemerintahan secara keseluruhan,” tegasnya.

Agus juga menilai, peristiwa tersebut berpotensi memicu kritik publik dan menambah ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Dalam perspektif etika publik, kata dia, persepsi masyarakat merupakan hal yang sangat penting dan tidak bisa diabaikan.

BACA JUGA  Kuantan Singingi Mendunia Lewat Pacu Jalur

“Dalam etika pemerintahan, persepsi publik adalah realitas. Dan ini menjadi persepsi yang berbahaya jika tidak segera disikapi dengan bijak,” ungkapnya.

Tuntut klarifikasi terbuka

Terkait polemik tersebut, Agus meminta adanya klarifikasi terbuka dari pihak terkait, sekaligus evaluasi internal mengenai standar etika dan kepantasan pejabat dalam kegiatan publik.

Selain itu, ia juga mendorong aparat pengawas internal pemerintah (APIP) untuk menelusuri kemungkinan adanya penggunaan fasilitas negara apabila memang ditemukan keterkaitan dengan kegiatan tersebut.

“Masalah utamanya bukan pada gerakan tubuh, tetapi arah moral kekuasaan. Jika elit kehilangan empati dan batas kepantasan, maka yang runtuh bukan hanya kepercayaan publik, tetapi juga legitimasi pemerintahan,” tegasnya.

Ia menambahkan, masyarakat Purwakarta membutuhkan pemimpin yang mampu memahami kondisi rakyat, bukan sekadar menampilkan euforia di tengah situasi yang masih penuh tantangan. (KR/M-01)

BACA JUGA  BPK Temukan Kesalahan Penganggaran di 12 SKPD Pemkab Purwakarta

Related Posts

Antisipasi Ancaman Kemarau Panjang, Pemkab Cianjur Revitalisasi Jaringan Irigasi

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, serius menyikapi potensi ancaman kekeringan sebagai dampak kemarau. Salah satu langkah cepat dilakukan dengan merehabilitasi jaringan irigasi. Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menuturkan, prediksi…

Lagi, Imigrasi Surabaya Gagalkan Keberangkatan Jemaah Haji Non-prosedural

PETUGAS Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya berhasil menggagalkan keberangkatan 18 Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga hendak melaksanakan ibadah haji secara ilegal atau non-prosedural via Bandara Internasional Juanda.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pengamat Nilai Joget Pejabat Sinyal Krisis Etika di Lingkar Kekuasaan Purwakarta

  • May 18, 2026
Pengamat Nilai Joget Pejabat Sinyal Krisis Etika di Lingkar Kekuasaan Purwakarta

Antisipasi Ancaman Kemarau Panjang, Pemkab Cianjur Revitalisasi Jaringan Irigasi

  • May 18, 2026
Antisipasi Ancaman Kemarau Panjang, Pemkab Cianjur Revitalisasi Jaringan Irigasi

Menurunkan Kematian Ibu dan Bayi Melalui Pendekatan Ilmu Kedokteran dan Tradisi Budaya

  • May 18, 2026
Menurunkan Kematian Ibu dan Bayi Melalui Pendekatan Ilmu Kedokteran dan Tradisi Budaya

Lagi, Imigrasi Surabaya Gagalkan Keberangkatan Jemaah Haji Non-prosedural

  • May 18, 2026
Lagi, Imigrasi Surabaya Gagalkan Keberangkatan Jemaah Haji Non-prosedural

Di Balik Kelebihan Produksi Gas Metana TPST Bantargebang

  • May 18, 2026
Di Balik Kelebihan Produksi Gas Metana TPST Bantargebang

Liga Jabar Istimewa Ajang Talent Scouting Pemain Muda Kota Bandung

  • May 18, 2026
Liga Jabar Istimewa Ajang Talent Scouting Pemain Muda Kota Bandung