Lagi, Imigrasi Surabaya Gagalkan Keberangkatan Jemaah Haji Non-prosedural

PETUGAS Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya berhasil menggagalkan keberangkatan 18 Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga hendak melaksanakan ibadah haji secara ilegal atau non-prosedural via Bandara Internasional Juanda.

Belasan calon jemaah haji gelap itu dicekal dalam operasi pengawasan ketat yang dilakukan sepanjang periode 1 hingga 8 Mei 2026.

​Di samping memperketat pengawasan terhadap potensi pelanggaran, otoritas keimigrasian di bawah komando Embarkasi Surabaya ini juga sukses mengawal keberangkatan 37.179 jemaah haji reguler gelombang resmi melalui fast track Makkah Route hingga fase akhir penerbangan pada Minggu (17/5).

​Ketajaman insting petugas Imigrasi Surabaya di lapangan berhasil menggagalkan berbagai modus operandi yang digunakan para pelaku untuk mengelabui petugas. ​

Berbagai modus

Para calon jemaah haji di Bandara Juanda. (Dok.Ist)

Untuk memuluskan aksinya, mereka mencoba mengambil rute penerbangan transit Surabaya–Kuala Lumpur sebelum nantinya melanjutkan perjalanan menuju Arab Saudi.

BACA JUGA  KJRI Siapkan Tim Pemulangan WNI Korban Kebakaran di Hong Kong

Ke-18 WNI tersebut terdiri dari 8 laki-laki dan 10 perempuan. Mereka diketahui berasal dari berbagai daerah, mulai dari Bangkalan, Sampang, Banjarmasin, Kuala Kapuas, Semarang, Gunungkidul, hingga Bone.

​”Para terduga menggunakan berbagai modus, mulai dari berpura-pura berwisata ke Malaysia hingga mengaku kembali bekerja di Arab Saudi menggunakan iqomah (kartu mukim) dan visa kerja,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, Senin (18/5).

​Namun modus mereka terbongkar setelah petugas melakukan wawancara mendalam dan profiling. Beberapa di antaranya blak-blakan mengaku telah menyetor uang fantastis, berkisar antara Rp200 juta hingga Rp290 juta kepada pihak agen travel liar.

Kecanggihan sistem digital

Para calon jemaah haji di Bandara Juanda. (Dok.Ist)

Setoran itu disebut untuk mengakomodasi tiket, hotel, visa, hingga dokumen wajib seperti tasreh dan nusuk yang ironisnya baru akan diserahkan saat mereka tiba di Malaysia atau Arab Saudi.

BACA JUGA  Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 3 Calon Haji Nonprosedural

​Ketatnya pengawasan manusia di bandara juga diperkuat oleh kecanggihan sistem digital keimigrasian yang terintegrasi. Petugas berhasil mendeteksi salah satu calon jemaah yang masuk dalam daftar Subject of Interest (SOI).

Penumpang tersebut terdeteksi memiliki rekam jejak merah karena pernah digagalkan dalam upaya haji ilegal serupa di Bandara Soekarno-Hatta.

Sanksi penundaan

​Sebagai langkah tegas, ke-18 WNI tersebut langsung dijatuhi sanksi penundaan keberangkatan dan dilakukan pemeriksaan mendalam oleh petugas imigrasi.

​Kontras dengan penindakan jemaah ilegal, proses pemberangkatan jemaah haji reguler yang sah justru berjalan sangat memudahkan jemaah lewat skema Makkah Route.

Melalui fasilitas hasil sinergi Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi ini, proses pemeriksaan imigrasi Arab Saudi dipotong kompas dan dilakukan langsung di Embarkasi Surabaya. Walhasil, jemaah tidak perlu lagi mengantre setibanya di bandara tujuan.

BACA JUGA  Resmi Sandang Status WNI, Miliano Jonathans Langsung Bela Timnas? Ini Kata Ketua Umum PSSI Erick Thohir

Peringatan keras

​Fase krusial pemberangkatan resmi ini sukses ditutup pada 17 Mei  lewat Kloter 98 dan Kloter 99 asal Jember dan Lumajang yang diterbangkan langsung menuju Madinah.

​Pihak Imigrasi Surabaya kembali mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat agar tidak tergiur oleh tawaran haji instan tanpa jalur resmi.

Selain risiko hukum berat dan deportasi dari otoritas Arab Saudi, jalur non-prosedural ini sangat rawan memicu penipuan dan kerugian finansial yang masif. (OTW/D-01)

Dyah Soekasto

Related Posts

Pengamat Nilai Joget Pejabat Sinyal Krisis Etika di Lingkar Kekuasaan Purwakarta

SEBUAH video di media sosial yang menayangkan  ibu-ibu tengah berjoget dalam sebuah kegiatan bernuansa kekuasaan menuai sorotan publik di Kabupaten Purwakarta. Pasalnya aksi itu terjadi di tengah kondisi masyarakat yang…

Antisipasi Ancaman Kemarau Panjang, Pemkab Cianjur Revitalisasi Jaringan Irigasi

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, serius menyikapi potensi ancaman kekeringan sebagai dampak kemarau. Salah satu langkah cepat dilakukan dengan merehabilitasi jaringan irigasi. Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menuturkan, prediksi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pengamat Nilai Joget Pejabat Sinyal Krisis Etika di Lingkar Kekuasaan Purwakarta

  • May 18, 2026
Pengamat Nilai Joget Pejabat Sinyal Krisis Etika di Lingkar Kekuasaan Purwakarta

Antisipasi Ancaman Kemarau Panjang, Pemkab Cianjur Revitalisasi Jaringan Irigasi

  • May 18, 2026
Antisipasi Ancaman Kemarau Panjang, Pemkab Cianjur Revitalisasi Jaringan Irigasi

Menurunkan Kematian Ibu dan Bayi Melalui Pendekatan Ilmu Kedokteran dan Tradisi Budaya

  • May 18, 2026
Menurunkan Kematian Ibu dan Bayi Melalui Pendekatan Ilmu Kedokteran dan Tradisi Budaya

Lagi, Imigrasi Surabaya Gagalkan Keberangkatan Jemaah Haji Non-prosedural

  • May 18, 2026
Lagi, Imigrasi Surabaya Gagalkan Keberangkatan Jemaah Haji Non-prosedural

Di Balik Kelebihan Produksi Gas Metana TPST Bantargebang

  • May 18, 2026
Di Balik Kelebihan Produksi Gas Metana TPST Bantargebang

Liga Jabar Istimewa Ajang Talent Scouting Pemain Muda Kota Bandung

  • May 18, 2026
Liga Jabar Istimewa Ajang Talent Scouting Pemain Muda Kota Bandung