Panen Jagung di Lima Desa Binaan Imigrasi di Gunungkidul

SEBANYAK Lima Desa Binaan Imigrasi di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melaksanakan panen raya jagung secara serentak.

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan penanaman jagung dalam program Desa Binaan Imigrasi tersebut dilakukan di lima kalurahan, yakni Kalurahan Semin, Bendung, Kemejing, Kalitekuk, dan Bulurejo.

Ia mengatakan, penanaman jagung tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan. “Total lahan mencapai 2,5 hektare dan hasil panen sejumlah kurang lebih 17,25 ton jagung,” katanya.

Panen raya ini, imbuhnya kemudian juga menjadi langkah awal untuk melakukan penanaman kembali dan sekaligus untuk memperluas program, sehingga tidak hanya terhenti pada kegiatan seremonial.

Semangat kemandirian

Hendarsam mengemukakan, menanam kembali bukan hanya jagung, tetapi juga semangat kemandirian, produktivitas, gotong royong, dan keberlanjutan yang menjadi jati diri daripada bangsa.

BACA JUGA  Polda DIY Ajak Mahasiswa UGM Bantu Korban Gempa Yogyakarta

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjen Imigrasi DIY Yuni Santi Nurani menambahkan pemberdayaan masyarakat melalui program ketahanan pangan berupa penanaman jagung di lima kalurahan tersebut memperoleh dukungan bibit jagung.

Berdasarkan estimasi hasil panen, lanjut dia, produktivitas jagung diperkirakan mencapai 6,9 ton per hektar dari total lahan seluas 2,5 hektar.

Penanaman jagung di Gunungkidul ini, imbuh Hendarsam selain untuk optimalkan ketahanan pangan sekaligus juga dimanfaatkan untuk memperkuat pencegahan TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) dan TPPM (Tindak Pidana Perdagangan Manusia) di tingkat akar rumput.

Kerentanan ekonomi

Dia mengungkapkan lebih lanjut tindak pidana perdagangan orang dan migrasi nonprosedural kerap berakar dari kerentanan ekonomi di perdesaan.

Keterbatasan lapangan pekerjaan dan rendahnya tingkat kesejahteraan, ujarnya membuat masyarakat di daerah pedalaman rentan tergiur oleh janji pekerjaan bergaji tinggi di luar negeri melalui jalur ilegal.

BACA JUGA  Pertamina Bagikan 12.000 Paket Daging Kurban dalam Rangka Idul Adha

“Kami coba mencegah migrasi nonprosedural dengan menyasar dari sisi ketahanan pangan. Mengapa, karena kerentanan ekonomi dan kesulitan pangan membuat masyarakat di daerah rentan tergiur oleh iming-iming janji pekerjaan bergaji tinggi di luar negeri melalui jalur ilegal,” ujar Hendarsam.

Upaya tersebut imbuhnya ditopang oleh program ketahanan pangan melalui penanaman jagung seluas 2,5 hektare di lima kelurahan.

15 Desa Binaan

Melalui kolaborasi bersama kelompok tani dan penyuluh pertanian, program ini berfungsi sebagai instrumen penguatan ekonomi akar rumput agar masyarakat memiliki sumber penghidupan alternatif yang berkelanjutan.

Saat ini, di wilayah kerja Kantor Imigrasi Yogyakarta terdapat 15 desa binaan imigrasi yang didampingi oleh 8 PIMPASA, yang tersebar di wilayah Kabupaten Sleman, Kabupaten Gunungkidul, dan Kota Yogyakarta.

BACA JUGA  Basarnas Yogyakarta Cari Penjaring Ikan Terseret Arus Opak

Kehadiran PIMPASA menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus memperkuat penyebarluasan informasi mengenai keimigrasian, migrasi aman, serta pencegahan TPPO dan keberangkatan pekerja migran secara nonprosedural.

“Kami harapkan melalui panen raya serta edukasi melalui pertunjukkan wayang ini, imigrasi bisa hadir lebih dekat, memberikan edukasi, mencegah kerentanan, serta memberdayakan masyarakat tentunya sejalan dengan semangat Imigrasi untuk Rakyat,” tutup Hendarsam. (AGT/M-01)

Related Posts

Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

MULAI hari ini, pengunjung Candi Borobudur bisa memilih untuk menetralkan emisi karbon dari perjalanannya, cukup dengan satu pilihan tambahan saat membeli tiket masuk. Pilihan itu dihadirkan melalui Inisiatif Strategis Dekarbonisasi…

Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

FILM dokumenter pendek berjudul “The Candles From The Edge” yang disutradarai oleh Aru Dewangga, mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Juarai FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Akhiri Penantian Panjang

  • October 6, 2026
Juarai FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Akhiri Penantian Panjang

Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

  • October 5, 2026
Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

  • October 5, 2026
Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029

  • October 5, 2026
PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029

Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

  • October 5, 2026
Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

Bantu Mahasiswa UTS, Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis

  • October 5, 2026
Bantu Mahasiswa UTS,  Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis