
PEMERINTAH Kota Bandung memastikan kesiapan pelaksanaan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dengan kegiatan positif. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana memaparkan, peringatan May Day tingkat kota yang akan digelar pada 3 Mei di kawasan Balai Kota Bandung merupakan kolaborasi antara pemerintah, serikat pekerja, dan pengusaha.
“Peringatan ini merupakan kolaborasi antara serikat, para pengusaha, dan pemerintah. Hari Buruh tanggal 1 Mei, tetapi untuk kegiatan di Bandung kita laksanakan pada 3 Mei,” ungkapnya.
Yayan menjelaskan, tema yang diangkat adalah ‘Solidaritas Buruh untuk Keadilan dan Kesejahteraan Menuju Bandung Utama’. Tema tersebut menjadi landasan untuk menghadirkan peringatan yang tidak hanya seremonial, tetapi juga memberi manfaat agi masyarakat, khususnya para pekerja.
Gerakan pungut sampah
Rangkaian kegiatan akan diawali dengan jalan sehat yang dipadukan dengan gerakan pungut sampah bertajuk Bandung Asri. Kegiatan ini dimulai pukul 06.00 WIB dengan titik start dan finish di Balai Kota Bandung.
“Kita akan mengadakan jalan sehat dan gerakan Bandung Asri. Sambil berjalan, peserta juga melakukan aksi pungut sampah sebagai bagian dari gerakan nasional,” tandasnya.
Selain itu, berbagai layanan publik juga akan dihadirkan untuk masyarakat. Mulai dari donor darah, pemeriksaan kesehatan, pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, hingga layanan administrasi kependudukan seperti pembuatan KTP, KK dan akta kelahiran. Mulai pukul 08.30 WIB sudah tersedia layanan seperti cek kesehatan, pembuatan akta kelahiran, KTP, serta konsultasi BPJS.
“Tak hanya layanan publik, kegiatan juga akan dimeriahkan dengan bazar UMKM, pasar murah, serta hiburan musik. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menciptakan suasana kebersamaan sekaligus memberikan nilai tambah bagi para peserta. Selain itu, akan ada pula pasar murah yang dilaksanakan oleh Disdagin,” jelasnya.
Menjaga makna May Day
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut baik konsep peringatan May Day yang dikemas secara positif dan inklusif. Konsep peringatan yang digelar pada 3 Mei ini merupakan langkah strategis untuk tetap menjaga makna May Day tanpa mengabaikan aspek keamanan dan ketertiban di Kota Bandung.
“Peringatan seperti ini bagus, karena tidak menghilangkan makna, tetapi juga tidak memberi ruang bagi pihak yang ingin mendompleng momentum. Kami juga mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi potensi gangguan. Berkaca dari pengalaman tahun sebelumnya, kolaborasi semua pihak menjadi kunci utama dalam menjaga Kota Bandung kondusif,” sambungnya.
5000 Buruh dari Kabupaten Bandung ke Jakarta
Sementara itu Pemerintah Kabupaten Bandung bersama Forkopimda dan elemen serikat pekerja serta serikat buruh mematangkan kesiapan pemberangkatan ribuan buruh ke kegiatan May Day Fiesta di Jakarta.
Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb mengungkapkan bahwa sekitar 5.500 buruh dari Kabupaten Bandung akan berangkat menggunakan 100 bus. Dengan jumlah yang besar tersebut, ia menekankan pentingnya kesiapan teknis dan koordinasi agar perjalanan serta pelaksanaan kegiatan berjalan aman dan tertib.
Ia juga mengingatkan bahwa kegiatan di Jakarta akan dihadiri ratusan ribu buruh dari seluruh Indonesia. Oleh karena itu, seluruh peserta diminta untuk menjaga ketertiban serta mengantisipasi potensi kendala selama perjalanan, seperti kemacetan maupun perbaikan jalan.
“Penting menjaga kondusivitas dengan tidak mudah terprovokasi. May Day Fiesta harus menjadi momentum positif yang membawa manfaat, bukan sebaliknya.
Saling menjaga
Kita jaga bersama agar kegiatan ini tetap positif. Sesama serikat buruh harus saling mengawasi dan menjaga koordinasi,” ucapnya.
Ali juga menegaskan bahwa Pemkab Bandung akan mendukung kegiatan yang membawa kebaikan bagi masyarakat. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan elemen buruh, diharapkan partisipasi dalam May Day Fiesta berjalan lancar, aman dan memberikan dampak positif. (zahra/N-01)








