102 Orang Positif Campak, Dinkes Garut Gelar Imunisasi

PEMERINTAH Kabupaten Garut melalui Dinas Kesehatan melakukan imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) secara serentak di Puskesmas dan Posyandu.

Pelaksanaan imunisasi tersebut, setelah ditemukan 102 orang positif penyakit campak berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jawa Barat. Bahkan 60 orang di antaranta harus mendapat perawatan di rumah sakit

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Yodi Sirojudin mengatakan, kasus campak di wilayahnya terjadi sejak Januari-April.

“Di Kabupaten Garut untuk kasus tertular penyakit campak mengalami peningkatan dan sekarang 60 orang harus mendapat perawatan di rumah sakit. Peningkatan kasus tersebut, setelah Dinas Kesehatan temukan 102 orang positif campak berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Labkesda Provinsi Jabar,” ujar Yodi Sirojudin, Rabu (8/4/2026).

BACA JUGA  Pemkab Garut Konsultasi ke LAN Masalah Stunting

Menyasar Balita

Menurut Yodi, kendati kasus penyakit campak di Kabupaten Garut penularan mengalami peningkatan yang cukup signifikan, belum ditemukan angka kematian.

“Kasus penyakit campak terjadi setelah petugas kesehatan termasuk Puskesmas menemukan pasien berobat dan langsung melakukan penanganan secara intensif di ruang isolasi,” katanya.

Menurutnya, meningkatnya kasus campak Dinas Kesehatan melakukan langkah dan menggelar imunisasi secara serentak pada anak dengan menyasar 165 ribu balita usia 9 bulan, usia 18 bulan hingga kelas 1 SD, sederajat tanpa melihat status imunisasi sebagai upaya mengatasi penularan. Akan tetapi, pelaksanaan imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) saat ini tengah dilakukan di Puskesmas dan Posyandu.

“Petugas Kesehatan bersama Puskesmas dan Posyandu secara serentak menggelar imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) di seluruh wilayah dan sekarang ini sudah mencapai ORI 16,85 persen. Namun, pelaksanaan imunisasi ini akan terus dilakukan kepada anak-anak agar mereka memiliki kekebalan tubuh dan tidak gampang tertular penyakit campak,” paparnya.

BACA JUGA  Jelang Pilkada Garut, PAC PPP Usulkan Dua Nama

Tekan KLB

Sementara itu, Kasi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi mengatakan, jajarannya di setiap Polsek melakukan monitoring yang berkaitan dengan imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) . Pelaksanaan imunisasi campak yang dilakukan serentak guna mencegah penyebaran pengakit campak dan menekan kejadian luar biasa (KLB).

“Polres Garut bersama jajaran Polsek saat ini melakukan monitoring dan memastikan imunisasi berjalan aman, tertib dan lancar. Polri mendukung program pemerintah dalam menekan angka penyebaran campak termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi bagi anak,” pungkasnya. (yay/N-01)

BACA JUGA  BMKG Gelar Sekolah Lapang Gempabumi di Garut

Dimitry Ramadan

Related Posts

Pemkab Taput Tegaskan Penyaluran Bansos Harus Tepat Sasaran

PEMERINTAH Kabupaten Tapanuli utara menegaskan Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) harus dilakukan secara transparan dan tepat sasaran melalui Portal Perlinsos Digital. Kabid Perlindungan Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak…

Festival Asia Afrika 2026 Angkat Diplomasi Kopi dan Inklusivitas

FESTIVAL Asia Afrika 2026 yang berlangsung 10-12 Juli tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga mengusung diplomasi budaya, diplomasi kopi serta nilai inklusivitas sebagai bagian dari semangat Konferensi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Resmi Terapkan B50, Indonesia Setop Impor Solar

  • July 9, 2026
Resmi Terapkan B50, Indonesia Setop Impor Solar

Prabowo Bangga Indonesia Jadi Negara Pertama Gunakan B50

  • July 9, 2026
Prabowo Bangga Indonesia Jadi Negara Pertama Gunakan B50

Pemkab Taput Tegaskan Penyaluran Bansos Harus Tepat Sasaran

  • July 9, 2026
Pemkab Taput Tegaskan Penyaluran Bansos Harus Tepat Sasaran

Festival Asia Afrika 2026 Angkat Diplomasi Kopi dan Inklusivitas

  • July 9, 2026
Festival Asia Afrika 2026 Angkat Diplomasi Kopi dan Inklusivitas

Bupati Sleman Serahkan NPHD untuk 14 Tempat Ibadah

  • July 9, 2026
Bupati Sleman Serahkan NPHD untuk 14 Tempat Ibadah

Fenomena Polyworking Makin Berkembang

  • July 9, 2026
Fenomena Polyworking Makin Berkembang