Brimob Polda Jateng dan Klenteng Hok Tiek Bio Pati Bagikan 1.500 Paket Berbuka

KEBERSAMAAN dan toleransi antarumat beragama terlihat hangat dalam kegiatan ‘Warung Ramadan’ yang digelar Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jawa Tengah bersama komunitas Klenteng Hok Tiek Bio Pati, Kamis (12/3).

Kegiatan sosial tersebut berlangsung di kawasan Alun-alun Simpang Lima Pati, tepatnya di depan Kantor Bupati di Pati, Jawa Tengah. Dalam kegiatan ini, panitia membagikan sekitar 1.500 porsi makanan berbuka puasa gratis kepada masyarakat.

Sejak menjelang sore, warga mulai memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan hidangan berbuka puasa. Antrean warga bahkan sudah terlihat sejak sekitar pukul 17.00 WIB.

Sebuah kendaraan operasional polisi yang dimodifikasi menjadi dapur lapangan menjadi pusat aktivitas memasak para personel Brimob.

Nuansa Tiongkok

Toleransi antarumat beragama terlihat di ‘Warung Ramadan’ yang digelar Brimob Polda Jateng bersama komunitas Klenteng Hok Tiek Bio Pati. (Dok.Ist)

Dari dapur tersebut, petugas menyiapkan berbagai hidangan yang kemudian dibagikan kepada masyarakat yang hadir.

Untuk menambah kenyamanan, panitia juga mendirikan tenda yang dilengkapi meja dan kursi sehingga masyarakat dapat menikmati makanan berbuka puasa secara bersama-sama.

BACA JUGA  DHC BPK 45 Ajak Masyarakat Saling Menghormati dan Jaga Toleransi

Suasana semakin hangat dengan dekorasi bernuansa Tionghoa yang menghiasi area kegiatan, menciptakan atmosfer penuh kebersamaan dan harmoni.

Wujud Kepedulian di Bulan Ramadan

Toleransi antarumat beragama terlihat di ‘Warung Ramadan’ yang digelar Brimob Polda Jateng bersama komunitas Klenteng Hok Tiek Bio Pati. (Dok.Ist)

Komandan Satuan Brimob Polda Jawa Tengah, Noor Hudaya, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian aparat kepolisian kepada masyarakat sekaligus upaya mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadan.

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Brimob kepada masyarakat sekaligus sarana mempererat kebersamaan di bulan Ramadan. Kami ingin menghadirkan kebahagiaan sederhana dengan berbagi makanan berbuka puasa, sekaligus menunjukkan bahwa kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat dapat terus terjaga dengan baik,” ujar Noor Hudaya.

Sementara itu, perwira pengendali kegiatan dapur lapangan dari Kompi 4 Batalyon A Pelopor Brimob Pati, Martono, menjelaskan bahwa proses memasak dilakukan langsung oleh personel Brimob dengan dukungan komunitas klenteng.

Dapur lapangan

Toleransi antarumat beragama terlihat di ‘Warung Ramadan’ yang digelar Brimob Polda Jateng bersama komunitas Klenteng Hok Tiek Bio Pati. (Dok.Ist)

Menurutnya, personel Brimob bertugas menyiapkan dan memasak makanan melalui dapur lapangan, sementara komunitas klenteng membantu menata serta membagikan makanan kepada masyarakat.

BACA JUGA  Pasar Imlek Semawis Jadi Simbol Toleransi dan Penggerak Ekonomi Jateng

“Tim memasak dari Brimob menyiapkan seluruh proses pengolahan makanan melalui dapur lapangan, sementara rekan-rekan dari komunitas klenteng membantu dalam menata dan menyiapkan porsi makanan sebelum dibagikan kepada masyarakat.”

“Total ada 1.500 porsi makanan siap santap yang kami bagikan,” jelas Martono.

Disambut Antusias Warga

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah satu warga Pati, Jumini, mengaku sudah datang sejak sore hari untuk mengantre makanan berbuka puasa.

“Ya ikut berbuka puasa di sini, bagus, senang sekali. Antre sudah sejak jam lima tadi. Banyak yang ikut antre,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini membuat suasana Ramadan terasa lebih hangat karena masyarakat dapat berkumpul dan berbuka puasa bersama tanpa memandang latar belakang.

Contoh Sinergi dan Toleransi

Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Artanto, menyampaikan bahwa kegiatan sosial yang melibatkan kolaborasi antara aparat dan masyarakat merupakan cerminan nilai kebersamaan yang menjadi kekuatan bangsa.

BACA JUGA  Ketika Imlek Sudah Menjadi Simbol Inklusivitas di Bandung

“Kegiatan ini tidak hanya tentang berbagi makanan berbuka puasa, tetapi juga mencerminkan nilai kebersamaan, toleransi, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Sinergi antara Brimob dan komunitas masyarakat seperti yang terlihat di Pati ini menjadi contoh positif bagaimana kebersamaan dapat memperkuat kedamaian dan persatuan,” ujar Artanto.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat berbagi, kebersamaan, dan toleransi antarwarga dapat terus terpelihara sehingga suasana damai dan harmonis di tengah masyarakat semakin kuat, khususnya pada momentum bulan suci Ramadan. (Htm/A-01)

Admin

Related Posts

Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

POLSEK Ajibarang Polresta Banyumas bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ajibarang bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Petak 32 Perhutani Banyumas Barat, Desa Tipar Kidul, Kecamatan…

Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

SRI SULTAN Hamengku Buwono X mengemukakan terpilihnya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai tuan rumah Kongres XI World Union of Jesuit Alumni (WUJA) diharapkan dapat menjadi ruang batin bersama bagi para…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

  • July 30, 2026
Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

  • July 30, 2026
Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

Tim KKN UGM Gelar Aksi Bersih Pantai di Pulau Bawean dengan Warga

  • July 30, 2026
Tim KKN UGM Gelar Aksi Bersih Pantai di Pulau Bawean dengan Warga

Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

  • July 30, 2026
Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

Persib dan Jubelo Kelola 65,4 Ton Sampah Sepanjang Musim 2025/2026

  • July 30, 2026
Persib dan Jubelo Kelola 65,4 Ton Sampah Sepanjang Musim  2025/2026

Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor dengan IPK 4.00

  • July 30, 2026
Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor  dengan IPK 4.00