Rektor ITB Serahkan Huntara untuk Korban Longsor Cisarua

REKTOR Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof. Tatacipta Dirgantara menyerahkan satu unit hunian sementara (huntara) dan bantuan sembako bagi warga terdampak longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (19/2).

Bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Desa Bangkit Cisarua, hasil kolaborasi Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB, Rumah Amal Salman, Yayasan Pembina Masjid Salman ITB, serta Ikatan Alumni ITB.

Program ini dirancang sebagai respons kemanusiaan terpadu bagi masyarakat terdampak longsor, mencakup fase tanggap darurat, pemulihan, rehabilitasi hingga rekonstruksi. Pendekatan yang digunakan mengedepankan teknologi tepat guna serta dukungan keahlian para pakar ITB.

Selain penyediaan huntara, program ini juga memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga, pemulihan psikososial, penyediaan akses air bersih, serta perbaikan infrastruktur dasar secara aman dan berkelanjutan.

BACA JUGA  Wamensos Serahkan Santunan Korban Longsor Cisarua

Rektor ITB, Prof. Tatacipta Dirgantara, menyampaikan kehadiran ITB di Cisarua merupakan bagian dari misi perguruan tinggi untuk memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Alhamdulillah pada hari pertama Ramadan, kita menyaksikan bagaimana ITB hadir dalam kondisi bencana. Sejak November lalu di Sumatra, pada hari kedua bencana ITB sudah mengirimkan tim dan hingga kini masih bertugas di tiga provinsi,” ujarnya.

Pola kolaboratif

Ia menegaskan pola kerja kolaboratif antara dosen, mahasiswa, alumni, dan masyarakat menjadi model pengabdian yang harus terus dijaga dan dikembangkan.

Melalui program ini, lebih dari 250 warga menerima manfaat, termasuk 110 paket sembako, 35 paket obat-obatan, serta 40 layanan bantuan kesehatan. Tim juga menyediakan layanan ambulans, layanan kesehatan, dukungan psikososial, dan asesmen pascabencana.

BACA JUGA  Jadi Tuan Rumah KRAI, ITB Siap Lahirkan Talenta Robotik

Direktur Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran ITB, Prof. Dr.-Ing. Zulfiadi Zulhan, mengatakan sejak hari kedua bencana di Cisarua, ITB membentuk empat tim yang fokus pada manajemen risiko kebencanaan, kesehatan, permukiman, serta air dan sanitasi.

Ia berharap huntara yang diserahkan dapat menjadi awal pemulihan bagi warga terdampak. Ke depan, ITB juga berencana membangun sejumlah huntara tambahan di beberapa titik di Pasir Kuning.

Sementara itu, Ketua Tim Arsitek, Dr.-Ing. Andry Widyowijatnoko, menjelaskan desain huntara mengutamakan kecepatan pembangunan dan pemanfaatan material yang mudah diperoleh saat kondisi darurat.

Bantuan huntara dengan sistem reciprocal frame

Huntara berukuran 6 x 6 meter tersebut dirancang untuk menampung dua keluarga dengan total tujuh penghuni. Struktur bangunan menggunakan sistem reciprocal frame yang disederhanakan menjadi modul rangka, sehingga dapat dirakit dengan cepat.

BACA JUGA  ITB Terima 1.911 Calon Mahasiswa Baru dari Jalur SNBP 2025

“Huntara ini bisa dibangun hanya dalam dua hari. Sistemnya modular, sehingga panjang bangunan bisa diperluas sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Material yang digunakan juga memanfaatkan produk lokal guna mendorong pergerakan ekonomi masyarakat sekitar.

Bagi Ayi Kurniawan (43), warga yang rumahnya hanyut akibat longsor, bantuan huntara tersebut menjadi harapan baru.

“Fasilitas ini sangat membantu kami yang rumahnya sudah tidak ada. Kami senang dan bersyukur ITB datang langsung membantu ke Kampung Pasir Kuning,” ungkapnya. (Rava/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Diduga Wanprestasi, LPKAN Desak Pemkab Putus Kontrak Pengelola Kawasan Ponti

LEMBAGA Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Sidoarjo mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo untuk segera memutus kontrak kerja sama pengelolaan kawasan Monumen Ponti di kawasan Gelanggang Olahraga Delta Sidoarjo. Langkah tegas…

Bocah Terseret Ombak Pantai Cemara Ditemukan Meninggal Dunia

TIM SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan korban terseret ombak di Pantai Gua Cemara, Kabupaten Bantul, pada Senin (6/7/2026). Korban bernama Muhammad Bara Rizki Wardana, 8 tahun, warga Modalan, Banguntapan, Bantul,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

UGM Pastikan tidak Ada Penambahan Kuota Mahasiswa Baru

  • July 7, 2026
UGM Pastikan tidak Ada Penambahan Kuota Mahasiswa Baru

Akan Dikunjungi Prabowo dan PM India, Jam Operasional Candi Prambanan Disesuaikan

  • July 7, 2026
Akan Dikunjungi Prabowo dan PM India, Jam Operasional Candi Prambanan Disesuaikan

Asah Lini Depan, Persib Datangkan Striker Asal Montenegro, Balsa Sekulic

  • July 7, 2026
Asah Lini Depan, Persib Datangkan Striker Asal Montenegro, Balsa Sekulic

Dukung Keberlanjutan, KAI Logistik Tanam 270 Bibit Mangrove

  • July 7, 2026
Dukung Keberlanjutan,  KAI Logistik Tanam 270 Bibit Mangrove

Spanyol Kubur Impian Cristiano Ronaldo Selamanya

  • July 7, 2026
Spanyol Kubur Impian Cristiano Ronaldo Selamanya

Rekrut Pratama Arhan, Shin Tae-yong Kumpulkan Mantan Anak Didiknya di Persija

  • July 7, 2026
Rekrut Pratama Arhan, Shin Tae-yong Kumpulkan Mantan Anak Didiknya di Persija