
SEBANYAK sembilan pembimbing kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) di Kabupaten Sidoarjo terancam gagal berangkat haji tahun ini. Hal ini dikarenakan nomor porsi haji mereka masih diblokir.
Salah satu pembimbing KBIH yang terancam gagal berangkat haji tahun ini, adalah A Kusaini, warga Dusun Ngemplak Desa Pagerwojo Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Kusaini mengaku nomor porsi hajinya telah diblokir tanpa tahu persoalannya.
Padahal semua bukti persyaratan untuk menjalankan ibadah haji sudah lengkap. Seperti persyaratan mulai setoran awal BPIH, data surat pendaftaran pergi haji, hingga sertifikat pembimbing manasik haji profesional.
Bukti transfer
Selain itu data istitoat kesehatan jamaah haji, paspor masih hidup berjalan lima tahun, dan data saudi visa bio sudah dilengkapi. Bahkan bukti pelunasan ibadah haji Rp33,8 juta juga sudah disertakan.
Kusaini sudah melampirkan bukti transfer rekening, namun ternyata masih dalam titipan bank. Hal tersebut dikarenakan pembayarannya belum dimasukkan ke rekening porsi haji akibat diblokir.
“Itu saya tidak tahu kenapa diblokir, padahal saya sudah lapor ke PHU (penyelenggaraan haji dan umrah) dua kali,” kata A Kusaini, Kamis (5/2). (OTW/N-01)







