Alas Kuto, Tawarkan Tempat Kuliner Terbuka di Bawah Pohon Jati

WISATA kuliner memang menjadi salah satu bagian dari gaya hidup masyarakat saat ini. Itu sebabnya para pelaku usaha seperti berlomba-lomba menghadirkan restoran kekinian.

Salah satunya Warung Alas Kuto yang mampu mencuri perhatian pecinta kuliner di Sidoarjo. Tempat ruang makan terbuka di bawah rindangnya pohon jati, Alas Kuto saat ini memang menjadi salah satu destinasi yang mudah diingat karena suasananya adem, luas, dan ramah untuk pengunjung segala usia.

Dalam beberapa waktu terakhir, Alas Kuto semakin ramai dikunjungi masyarakat. Sejak jam operasionalnya dibuka pukul 06.00 WIB hingga 24.00 WIB, semakin banyak pecinta kuliner berdatangan.

Alternatif sarapan

Warung Alas Kuto yang mampu mencuri perhatian pecinta kuliner di Sidoarjo. (MN/Ist)

Pembukaan lebih awal menjadikan tempat ini sebagai salah satu alternatif sarapan yang menarik bagi warga kota. Bahkan sejumlah pengunjung menyebut Alas Kuto sebagai “spot sarapan paling rileks” karena suasananya yang sejuk dan tidak bising seperti area perkotaan pada umumnya.

BACA JUGA  Penampilan Jaranan, Barongan hingga Kolosal Tari Remon Meriahkan Pergantian Tahun

Hermawan, salah satu pengunjung, mengaku sering mampir ke tempat yang beralamat di Jalan Ahmad Yani Sidoarjo itu. Tepatnya berada di seberang timur Monumen Jayandaru Alun-alun Sidoarjo.

“Saya sering bersama keluarga singgah di sini setiap wekend. Setelah saya tahu Alas Kuto buka pagi, saya makin sering ke sini untuk sarapan dan minum kopi setelah mengantar anak sekolah,” kata Hermawan, Sabtu (6/12).

Hermawan menyebut suasana teduh dari pohon jati membuat pagi terasa lebih segar dan ringan. Sementara pilihan menu yang beragam dan terjangkau membuat rutinitasnya nyaman tanpa menguras dompet.

Dampak untuk UMKM

Selain menjadi tempat favorit bagi pengunjung, para pelaku UMKM yang berjualan di area ini juga merasakan dampak positif dari meningkatnya kunjungan sejak buka pagi.

Ike, salah satu pemilik tenant, mengatakan bahwa sejak Desember, Alas Kuto menyiapkan program khusus untuk menarik pelanggan.

BACA JUGA  Menteri Imipas Pantau Uji Coba Autogate Imigrasi Bandara Juanda

“Alas Kuto sudah buka mulai pukul enam pagi. Selama Desember, ada free minum kopi atau teh untuk pengunjung yang sarapan. Banyak promo yang lain juga,” kata wanita 38 tahun itu

Hal itu membuat area kuliner ini semakin hidup di pagi hari, karena pengunjung bisa menikmati suasana udara segar sambil mendapatkan bonus minuman gratis.

Menu yang dihadirkan para tenant pun beragam, mulai dari makanan tradisional, menu berat, kudapan, hingga minuman kekinian. Suasananya yang teduh membuat banyak keluarga, pekerja kantor, hingga komunitas memilih Alas Kuto sebagai tempat berkumpul.

Konsep terbuka

Pada malam hari, tempat ini tampil dengan nuansa berbeda: lampu-lampu warm yang memantul di antara pepohonan jati, suara pengunjung yang riang, serta aktivitas kuliner yang tak pernah benar-benar berhenti.

BACA JUGA  Haedar Nashir: Pendidikan Berperan Membangun Budaya dan Peradaban

Sejumlah komunitas pun kerap mengadakan pertemuan santai dan live musik entertainment sederhana sehingga atmosfer malam di Alas Kuto semakin hidup.

Dengan konsep terbuka, akses mudah di pusat kota, tenant yang terus berkembang, serta program-program menarik seperti free drink di bulan Desember, Alas Kuto menjadi salah satu ruang publik kuliner yang memperkuat perputaran ekonomi lokal. Ini sekaligus memberikan pengalaman makan yang nyaman dan terjangkau.

Tempat ini tidak hanya menjadi destinasi sarapan dan makan malam, tetapi juga menjadi ruang sosial baru bagi warga Sidoarjo yang membutuhkan tempat hangout nyaman dari pagi hingga larut malam. (OTW/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Manohara Hotel Tawarkan Jelajah Goa Jomblang

THE Manohara Hotel Yogyakarta terus berinovasi. Mereka mengajak para tamu untuk mengikuti paket wisata dengan menjelajahi destinasi unik dan ikonik di Yogyakarta, Jomblang Cave Excursion Package. Sebagai hotel berbintang yang…

Persib dan Grey Art Gallery Hasilkan Positive Movement Sabtu Bersama Ayah

POSITIVE Movement Persib turut meramaikan Cultura Persib melalui kegiatan bertema ‘Sabtu Bersama Ayah’ di Grey Art Gallery Braga Kota Bandung, Sabtu (4/7). Kali ini, PT. Persib Bandung Bermartabat mengajak para…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

2.500 Hektare Lahan Pertanian di Priangan Timur Terancam Gagal Tanam

  • July 31, 2026
2.500 Hektare Lahan Pertanian di Priangan Timur Terancam Gagal Tanam

Awasi Kinerja ASN, Pemkot Tasikmalaya Kembangkan Aplikasi Si Kece Badai

  • July 31, 2026
Awasi Kinerja ASN, Pemkot Tasikmalaya Kembangkan Aplikasi Si Kece Badai

Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

  • July 30, 2026
Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

  • July 30, 2026
Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

Tim KKN UGM Gelar Aksi Bersih Pantai di Pulau Bawean dengan Warga

  • July 30, 2026
Tim KKN UGM Gelar Aksi Bersih Pantai di Pulau Bawean dengan Warga

Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

  • July 30, 2026
Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim