
DINAS Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Barat melalui Pelaksanaan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) memfokuskan upaya pemulihan kondisi psikologis dan penguatan ketahanan mental pengungsi terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Para pengungsi tercatat telah lima hari berada di lokasi pengungsian.
Kepala Dinsos Jabar, Noneng Komara Nengsih, mengatakan berbagai kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan menyenangkan agar para pengungsi kembali merasa aman dan tenang selama masa pemulihan pascabencana.
“Perhatian khusus kami berikan kepada anak-anak. Sebanyak 75 anak mengikuti kegiatan LDP melalui kolaborasi Dinsos Jabar dengan Brimob Resimen 1 Pasukan Pelopor Kedung Halang, Bogor,” ujar Noneng.
Ia menjelaskan, anak-anak diajak bermain, menggambar, memainkan permainan tradisional, serta mengikuti berbagai aktivitas kreatif dan rekreatif. Kegiatan tersebut bertujuan membantu anak mengekspresikan emosi, mengurangi rasa takut, serta mengembalikan keceriaan mereka.
“Dukungan psikososial ini penting agar para pengungsi mampu bangkit secara mental dan emosional, serta menjalani masa pemulihan dengan lebih kuat dan optimistis,” tuturnya.
Dinsos Jabar ajak pengungsi bersihkan lingkungan
Sementara bagi pengungsi dewasa, kegiatan LDP meliputi senam ringan bersama untuk menyegarkan tubuh dan meredakan ketegangan. Pengungsi juga diajak membersihkan lingkungan dan merapikan area pengungsian.
Menurut Noneng, aktivitas tersebut tidak hanya menjaga kebersihan dan kesehatan, tetapi juga memperkuat kebersamaan, kepedulian, serta semangat gotong royong di antara para pengungsi.
Selain dukungan psikososial, Dinsos Jabar terus memastikan kebutuhan pangan terpenuhi melalui dapur umum.
Para relawan turut terlibat langsung dalam proses memasak, termasuk Chef David Cailleba, juru masak asal Prancis yang secara sukarela membantu menyiapkan makanan bagi pengungsi.
Noneng menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah dan relawan mencerminkan kuatnya semangat gotong royong lintas latar belakang untuk membantu warga terdampak bencana.
“Penanganan bencana bukan hanya soal bantuan logistik, tetapi juga kehadiran nyata, empati, dan kepedulian langsung kepada para pengungsi,” katanya.
Melalui integrasi layanan dasar, dukungan psikososial, dan sentuhan kemanusiaan, Dinsos Jabar berharap proses pemulihan pengungsi longsor di Desa Pasirlangu dapat berjalan lebih cepat dan optimal. (Rava/S-01)







