BMKG Lakukan OMC Tiga Kali Sehari untuk Evakuasi Longsor

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) guna mendukung pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). OMC dilakukan hingga tiga kali sehari dan dapat ditambah sesuai kebutuhan di lapangan.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan OMC dilaksanakan dengan menaburkan kapur tohor atau kalsium oksida (CaO) pada awan yang berada dalam fase pertumbuhan. Zat tersebut menghasilkan panas yang dapat mengganggu proses pembentukan awan sehingga hujan dapat ditunda.

“Pelaksanaan OMC ini diharapkan mampu mengurangi intensitas hujan hingga 30 persen. Potensi pertumbuhan awan di lokasi longsor tergolong sangat tinggi karena saat ini merupakan puncak musim hujan. BMKG memperkirakan hujan masih berpotensi turun hingga sepekan ke depan,” ujar Teguh, Jumat (30/1).

BACA JUGA  OMC Berbasis Sains, Bantah Picu Banjir dan Cuaca Ekstrem

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan OMC dilakukan agar cuaca lebih kondusif sehingga proses evakuasi korban berjalan lancar.

“Faktor cuaca sangat berpengaruh terhadap proses evakuasi. Jika hujan turun, tentu akan menghambat upaya pencarian dan penyelamatan,” katanya.

Sementara itu, upaya pencarian oleh tim SAR gabungan terus menunjukkan perkembangan. Hingga Rabu (28/1) pukul 16.00 WIB, sebanyak 53 kantong jenazah telah berhasil dievakuasi. Adapun korban yang masih dalam pencarian tercatat sebanyak 27 orang.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menyampaikan seluruh kantong jenazah telah diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi.

Ia menegaskan operasi SAR dilaksanakan dengan sejumlah prinsip utama, yakni mengutamakan keselamatan personel, mengendalikan risiko bencana susulan, menjaga akurasi dan transparansi data korban, serta memperkuat sinergi seluruh unsur yang terlibat.

BACA JUGA  BMKG Sebut Rilis Gempa Megathrust Sebagai Peringatan Dini

“Seluruh personel di lapangan berkomitmen bekerja maksimal, profesional, dan humanis demi menemukan korban yang masih dinyatakan hilang,” ujarnya. (Rava/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

GELARAN Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 di Kota Semarang,  Jawa Tengah  tak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mesin penggerak ekonomi. Melalui Pameran Serambi Nusantara yang diikuti…

Pemkot Bandung Lakukan Pengawasan Khusus pada Tiga SPPG

AKIBAT masih maraknya kasus keracunan makanan dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah Kota Bandung memperketat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan keamanan pangan. Wali Kota Bandung…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

  • September 14, 2026
Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

  • September 14, 2026
Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

Pemkot Bandung Lakukan Pengawasan Khusus pada Tiga SPPG

  • September 14, 2026
Pemkot Bandung Lakukan Pengawasan Khusus pada Tiga SPPG

Polri dan Jurnalis Gelar Doa Bersama untuk Korban Kapal Virgo dan 5 Wartawan Hilang

  • September 14, 2026
Polri dan Jurnalis Gelar Doa Bersama untuk Korban Kapal Virgo dan 5 Wartawan Hilang

Presiden Resmi Melantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

  • September 14, 2026
Presiden Resmi Melantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Buaya Berukuran Besar di Tepi Sungai Sidoarjo Kagetkan Rombongan Guru

  • September 14, 2026
Buaya Berukuran Besar di Tepi Sungai Sidoarjo Kagetkan Rombongan Guru