
STASIUN Meteorologi pada BMKG Yogyakarta memprediksi akan terjadi cuaca ekstrem yang berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan kilat serta angin kencang.
Kondisi itu dimungkinan terjadi di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari Jumat (23/1), Sabtu (24/1) dan Minggu (25/1).
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta, Warjono dalam keterangannya, Kamis malam mengatakan berdasar hasil analisis dinamika atmosfer terkini, BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengidentifikasi suhu muka laut baik dalam skala harian maupun mingguan di Laut Jawa dan Samudera Hindia Selatan Jawa terpantau relatif hangat yakni kisaran 28 derajat Celsius hingga 30 derajat Celsius, dengan anomali suhu muka laut berkisar antara +0.5 s/d +1.5 derajat Celsius.
Kondisi ini katanya mendukung peningkatan suplai uap air ke atmosfer sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan.
Awan hujan
“Terpantau pula bibit siklon 91S di Barat Australia dan pola siklonik di Samudera Hindia Utara Australia yang mempengaruhi pembentukan pola angin atau sherline di sebagian besar wilayah Jawa termasuk wilayah DIY,” katanya.
Profil vertikal kelembapan udara terkini wilayah DIY pada ketinggian 1,0 – 3,0 kilometer (paras 850 – 700 mb) sebesar 70 – 95%, sehingga peluang pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY signifikan.
Mempertimbangkan hal tersebut, jelasnya maka BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta memprakirakan cuaca di wilayah DIY periode antara 23 – 25 Januari sebagai berikut:
Pada 23 Januari, potensi hujan sedang – lebat di Kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo bagian Utara, dan Gunungkidul.Tinggi gelombang laut: 2.5 – 4.0 meter atau kategori tinggi.
Diminta waspada
Pada 24 Januari, potensi hujan ringan – sedang di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan tinggi gelombang laut: 1.25 – 2.5 meter atau kategori sedang.
Di 25 Januari, potensi hujan ringan – sedang di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, tinggi gelombang laut: 1.25 – 2.5 meter atau kategori sedang.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang,” katanya.
Warjono juga meminta agar masyarakat selalu memperbarui informasi cuaca terkini melalui situs resmi BMKG atau melalui pihak-pihak yang terkait dengan kebencanaan. (AGT/N-01)







