Aksi Teatrikal Tolak Pilkada Lewat DPRD Seniman Yogyakarta

DENGAN mengenakan busana seni pertunjukan tradisional sejumlah seniman Yogyakarta menggelar aksi teatrikal di depan Istana Presiden, Gedung Agung, Yogyakarta, Jumat (9/1).

Para seniman itu mengingatkan pemilihan kepala daerah atau pilkada melalui DPRD atau yang memilih adalah para anggota DPRD adalah warisan Orde Baru yang tidak benar-benar demokratis. Menurut mereka dengan mengembalikan pemilihan kepala daerah ke DPRD berarti mengkhianati reformasi dan kembali ke Orde Baru.

Para seniman yang tergabung dalam MATRA Masyarakat Tradisi Yogyakarta, dalam aksi itu ada yang mengenakan pakaian punakawan (Semar, Gareng, Petruk dan Bagong) serta sebagian lainnya berkostum genderuwo.

Koordinator MATRA Yogyakarta, Agus Becak mengatakan mengembalilkan pilkada ke tangan DPRD sama halnya dengan menghilangkan rasa emosional rakyat dengan pemimpinnya, serta menghilangkan hak rakyat, satu-satunya hal menentukan pimpinannya yang dimiliki rakyat saat ini.

Kembali ke Orba

“Kami mengingatkan kembali ruang ingatan rakyat Yogyakarta bahwa kita berjuang di 1998, kita berjuang menegakkan reformasi, menegakkan demokrasi, tetapi justru saat ini kita di bawa kembali ke jaman Orde Baru,” katanya.

Agus Becak menegaskan seniman dan budayawan Yogyakarta dengan tegas menolak Pilkada yang di wakili oleh DPRD. Yogyakarta dikatakan Agus tetap menjaga suasana, situasi dan kondisi demokrasi.

Aksi teatrikal yang ditampilkan ini, ujarnya menampilkan sosok sosok Punakawan sebagai representasi rakyat kecil dan genderuwo yang melambangkan sosok-sosok politisi jahat yang ingin merebut hak rakyat.

“Aksi ini menampilkan genderuwo-genderuwo politik yang memberikan sodoran kepada rakyat, pemaksaan kepada rakyat bahwa pemilihan kelak wacananya adalah tidak langsung, di mana rakyat tidak lagi memiliki suara,” kata Agus.

Pemilihan aksi budaya sendiri, disebut Agus untuk menunjukkan beradabnya masyarakat Yogyakarta. “Memilih budaya, karena ini merupakan demo ala Yogyakarta, karena kita sebagai kota budaya maka kita menginginkan aksi-aksi budaya ini untuk mengingatkan para pemimpin kita,” ucapnya. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Menteri UMKM Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pulau Rinca

SEJATINYA masyarakat Desa Pasir Panjang Pulau Rinca di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi lokal berbasis pesisir dan…

Empat Orang Meninggal dalam Kecelakaan Kereta di Grobogan

KECELAKAAN di perlintasan kereta api kembali terjadi. Kali ini insiden itu terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat dini hari.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

LPPOM Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Festival Syawal

  • May 1, 2026
LPPOM Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Festival Syawal

Menteri UMKM Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pulau Rinca

  • May 1, 2026
Menteri UMKM Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pulau Rinca

Empat Orang Meninggal dalam Kecelakaan Kereta di Grobogan

  • May 1, 2026
Empat Orang Meninggal dalam Kecelakaan Kereta di Grobogan

Hadiri May Day, Presiden Prabowo Janji Selesaikan RUU Ketenagakerjaan

  • May 1, 2026
Hadiri May Day, Presiden Prabowo Janji Selesaikan RUU Ketenagakerjaan

BMKG Prediksi Sebagian Wilayah RI Diguyur Hujan Hari Ini

  • May 1, 2026
BMKG Prediksi Sebagian Wilayah RI Diguyur Hujan Hari Ini

Jemaah Haji Makin Tenang Beribadah Pakai RoaMAX Haji Telkomsel

  • May 1, 2026
Jemaah Haji Makin Tenang Beribadah Pakai RoaMAX Haji Telkomsel