Polda Jabar Siapkan 25.641 Personel untuk Amankan Nataru

SEBANYAK 25.641 personel gabungan dari Polri, TNI dan instansi terkait disiapkan untuk mengamanka momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kesiapan itu bukan saja untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat dan kemacetan lalu lintas, tapi juga potensi kriminalitas dan bencana alam.

Kesiapan personel ini digelar melalui operasi Lilin Lodaya 2025 melalui apel gelar pasukan yang dipimpin langsung Wakapolda Jawa Barat (Jabar), Brigjen Adi Vivid Agustiadi Bachtiar.

304 Pos Pengamanan

“Operasi ini berlangsung 14 hari dari 19 Desember 2025 sampai 2 Januari 2026, kami berharap perayaan Nataru 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar di seluruh wilayah Jabar.”

“Kami kerahkan total 25.642 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait. Dalam pelaksanaannya, operasi ini mengedepankan pelayanan publik yang humanis dan sinergi lintas sektor sebagai kunci stabilitas keamanan,” tuturnya.

Adi menyebut sebanyak 304 pos pengamanan, pelayanan dan pos terpadu telah didirikan untuk memberikan respons cepat terhadap kondisi darurat, informasi, maupun layanan kesehatan bagi masyarakat.

BACA JUGA  Menko Infrastruktur dan Menhub Pantau Transportasi Libur Nataru

Fokus pengamanan meliputi 1.210 gereja, 1.239 lokasi pemusatan massa, 598 objek wisata, dan simpul transportasi strategis seperti bandara, pelabuhan, stasiun juga terminal di wilayah Jabar.

“Operasi Lilin Lodaya bukan sekedar agenda pengamanan rutin melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi nilai sosial dan spiritual Masyarakat,” terangnya.

2,8 juta kendaraan

Sementara itu Senior General Manager Jasa Marga Metropolitan Tollroad (JMT), Widiyatmiko Nursejati memprediksi sekitar  2,8 juta kendaraan bakal meninggalkan Jakarta pada libur nataru mulai dari 28 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026.

Jumlah itu mengalami peningkatan 12,2 persen dari kondisi normal dan meningkat 0,1 persen daripada tahun sebelumnya.

“Kami memprediksi dari total 2,9 juta kendaraan yang akan meninggalkan Jakarta itu, nantinya akan terbagi menjadi tiga arah yaitu barat, timur dan selatan. Kendaraan dari Jakarta mengarah barat menuju Merak melalui Gerbang Tol (GT) Cikupa terprediksi ada 880.678 kendaraan atau 30,2 persen, meningkat 2,9 persen dari kondisi normal dan meningkat 0,9 persen daripada tahun sebelumnya,” jelasnya.

BACA JUGA  Sambut Ramadan, Polda Jateng Gandeng Mahasiswa Gelar Baksos

Arah Timur

Sedangkan kendaraan dari Jakarta lanjut Widiyatmiko, yang mengarah selatan menuju Ciawi melalui GT Ciawi terprediksi ada 671.231 kendaraan atau 23 persen, meningkat 7,1 persen dari kondisi normal dan meningkat 0,9 persen daripada tahun sebelumnya.

Lalu kendaraan dari Jakarta mengarah timur melalui GT Cikampek terprediksi ada 1.363.409 kendaraan atau 46,8 persen, meningkat 22,2 persen dari kondisi normal dan meningkat 1 persen daripada tahun sebelumnya.

“Untuk yang ke arah timur akan berpisah di Cikampek Kilometer 66 menuju Trans Jawa dan selatan atau Kota Bandung dan sekitarnya. Kami perkiraan kendaraan yang mengarah ke timur dari Cikampek Kilometer 66 menuju Trans Jawa 690.952 atau 50,7 persen melalui GT Cikampek Utama.”

“Jumlah itu, mengalami peningkatan dari kondisi normal 31,7 persen dan meningkat 1 persen daripada tahun sebelumnya,” tandasnya.

BACA JUGA  KONI Klungkung Gandeng TNI untuk Perkuat Fisik Atlet

Rekayasa lalu lintas

Lalu lanjut Widiyatmiko, perkiraan kendaraan yang mengarah ke Kota Bandung dan sekitarnya lewat GT Kalihurip Utama sebanyak 672.457 atau 49,3 persen. Peningkatannya 13,7 persen dari kondisi normal dan 0,9 persen daripada tahun sebelumnya.

Sementara rencana rekayasa lalu lintas saat Naratu, akan mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Dirjen Perhubungan Perhubungan Laut, Dirjen Bina Marga, dan Kakorlantas Polri pada 28 November 2025.

“Berdasarkan SKB itu, pelaksanaan rekayasa lalu lintas ruas Tol Cikampek-Padalarang-Cileunyi akan ditentukan oleh diskresi dari kepolisian. Saat ini, pemerintah telah menetapkan tiga jadwal pembatasan angkutan barang masa libur Nataru 2026. Pertama, mulai 19 sampai 20 Desember 2025, lalu 24 – 28 Desember 2025 dan 2 – 4 Januari 2026,” sambungnya. (zahra/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

SEORANG ibu bersama anaknya terkubur bencana tanah longsor yang menimpa sebuah rumah di Desa Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu (13/5). Namun berkat kerja keras Tim SAR…

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

PAGUYUBAN Pencinta Seni Nusantara dan Estetika Budaya (PSNB) menggalang sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagai upaya pelestarian seni tradisional di wilayah tersebut. Untuk itu mereka beraudiensi dengan Wakil Bupati Sidoarjo…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Dihajar Foolad Sirjan Iranian, Garuda Jaya Jadikan Pelajaran

  • May 14, 2026
Dihajar Foolad Sirjan Iranian, Garuda Jaya Jadikan Pelajaran

Bungkam Nakhonratchasima, Jtekt Stings Aichi Melenggang ke Semifinal AVC

  • May 14, 2026
Bungkam Nakhonratchasima, Jtekt Stings Aichi Melenggang ke Semifinal AVC

Deltras FC Kantongi Lisensi AFC untuk Tiga Tahun Beruntun

  • May 14, 2026
Deltras FC Kantongi Lisensi AFC untuk Tiga Tahun Beruntun

Smamda Sidoarjo Kucurkan Beasiswa untuk Siswa Berprestasi

  • May 14, 2026
Smamda Sidoarjo Kucurkan Beasiswa untuk Siswa Berprestasi

Lintasi Sidoarjo Menuju Borobudur, 50 Biksu Thudong Disambut Hangat Warga

  • May 14, 2026
Lintasi Sidoarjo Menuju Borobudur, 50 Biksu Thudong Disambut Hangat Warga

Dugaan Penggelapan Uang Kasur, Saksi Ungkap 7 Ponpes Sudah Lunas

  • May 14, 2026
Dugaan Penggelapan Uang Kasur, Saksi Ungkap 7 Ponpes Sudah Lunas