Pemkot Banjarbaru Bantah Dana APBD Mengendap Rp5,1 Triliun

PEMERINTAH Kota Banjarbaru membantah pernyataan Menteri Keuangan yang menyebut adanya dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mengendap di bank hingga mencapai Rp5,1 triliun.

Dalam laporan Kemenkeu, sejumlah pemerintah daerah di Provinsi Kalimantan Selatan disebut masih memiliki dana APBD mengendap di bank, di antaranya Kota Banjarbaru sebesar Rp5,1 triliun, Kabupaten Tanah Bumbu Rp2,1 triliun, Kabupaten Balangan Rp1,8 triliun, dan Kabupaten Tabalong Rp1,6 triliun.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menegaskan bahwa data tersebut tidak benar. Ia bahkan telah mengirimkan surat klarifikasi resmi ke Kementerian Keuangan melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Per tanggal 20 Oktober, kami sudah mengirimkan surat klarifikasi terkait isu dana mengendap untuk Banjarbaru,” ujar Lisa Halaby di Banjarbaru, Rabu (22/10).

BACA JUGA  Gubernur Kalsel Muhidin Minta Penerima DIPA tidak Korupsi

Lisa menambahkan, pihaknya telah menelusuri informasi dugaan pengendapan dana di Bank Kalsel, namun hasilnya tidak ditemukan adanya kas daerah yang disimpan melebihi ketentuan.

“Setelah kami tracking, tidak ada dana yang mengendap di Bank Kalsel. Mungkin data yang disampaikan Kemenkeu itu keliru,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Banjarbaru, Sri Lailana, menegaskan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dengan Bank Kalsel dan data Bidang Perbendaharaan, tidak ada kas daerah yang melampaui pagu APBD.

Hingga 19 Oktober 2025, realisasi pendapatan daerah Kota Banjarbaru tercatat mencapai Rp965,84 miliar atau 64,99 persen dari target APBD 2025.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2025 di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (20/10), memaparkan data Bank Indonesia per 15 Oktober 2025 yang menyebutkan terdapat 15 daerah dengan dana APBD mengendap di bank.
Dalam daftar itu, Kota Banjarbaru menempati urutan ketiga dengan nilai Rp5,16 triliun. (DS/S-01)

BACA JUGA  Sri Sultan Paparkan Enam Fokus Pembangunan di 2026

Siswantini Suryandari

Related Posts

Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Sekaligus

YOGYAKARTA kembali menjadi tuan rumah untuk kedua kalinya bagi tiga pameran industri terbesar di Jawa bagian tengah: Jogja Food & Beverage Expo, Jogja Printing Expo, dan Jogja Pack & Process…

Hujan Angin, Tiga Reklame di Kota Bandung Roboh Timpa Empat Mobil

CUACA buruk terjadi di kota Bandung pada Sabtu (28/3) siang. Hujan yang disertai angin kencang membuat tiga papan reklame roboh dan menimpa empat unit mobil di Jalan Buahbatu. Menurut Kepala…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Sekaligus

  • March 29, 2026
Yogyakarta Gelar Tiga Pameran Industri Sekaligus

Dzuriyat KH Wahab Chasbullah Bahas Materi Muktamar NU

  • March 29, 2026
Dzuriyat KH Wahab Chasbullah Bahas Materi Muktamar NU

Jay Idzes dan Safira Ika Putri Raih Gelar Pemain Terbaik

  • March 29, 2026
Jay Idzes dan Safira Ika Putri Raih Gelar Pemain Terbaik

Resmi Bantu Iran, Houthi Serang Israel dengan Rudal Balistik

  • March 28, 2026
Resmi Bantu Iran, Houthi Serang Israel dengan Rudal Balistik

Hujan Angin, Tiga Reklame di Kota Bandung Roboh Timpa Empat Mobil

  • March 28, 2026
Hujan Angin, Tiga Reklame di Kota Bandung Roboh Timpa Empat Mobil

2.561.629 Pemudik Sudah Tiba di Jakarta pada H+6 Lebaran

  • March 28, 2026
2.561.629 Pemudik Sudah Tiba di Jakarta pada H+6 Lebaran